Find Me on Social Media

Image Slider

My Daily Skincare – Night Routine

Monday, 17 December 2018


Punya wajah bebas flek dan selalu terlihat glowing pastinya impian semua wanita. Apalagi di usia late 20s gini, permasalahan kulit wajah yang muncul kayak mobil dengan rem blong. πŸš—πŸš—

Entar muncul jerawat batu, entar kulit muka kusam banget kaya abis kecemplung di got. Belum lagi komedo dan flek hitam bertebaran bak langit bertabur bintang. Lah, bintang masih lebih enak dilihat ya karena bercahaya. Ini mah bikin kulit kelihatan kucel dan pucat, huhuhu….


Sebetulnya urusan merawat kulit wajah ini sudah diajarin mama dari kecil. Sejak usia remaja gue udah diperkenalkan double cleansing. Skincare pertama adalah Ovale Facial Lotion untuk membersihkan wajah secara menyeluruh. Masih ingat sekali sensasinya wajah yang kena kapas basah sehabis seharian beraktivitas. Segar semeriwing~~ πŸ’¦πŸ’¦

Setelah itu membersihkan muka dengan Biore Facial Foam yang Anti Acne. Gue inget banget efeknya setelah membersihkan dengan Biore ini, kulit jadi kencang dan kesat. After effect-nya adalah wajah bebas minyak sehingga terasa bersih bangeeeeet 😍

Ini berlangsung dari usia awal remaja, around 10 or 11 years old deh. Sejak masuk usia dewasa, 18 tahun ke atas itu rasanya double cleansing aja nggak cukup. 

Apalagi ternyata kulit wajah gue berubah banget kondisinya menjadi cenderung kering dan sensitif. Gue jadi butuh sunscreen protection sebagai barrier karena kalo kena matahari langsung kering kemerahan dan perih. 

Kalo pada suka  nonton VLOG Suhay Salim soal skincare, nah jenis kulit gue hampir mirip sama dia. Cuma nasib yaaaa jenis kulitnya doang yang mirip, kalo kacantikan muka mah jauhhhh…πŸ˜‚πŸ˜‚


Tahun 2013 adalah kali pertama gue berkecimpung dan join di Female Daily Forum. Menyimak review dan rekomendasi serta cerita orang-orang dengan jenis kulit muka yang serupa. Sejak saat itu juga gue jadi ketagihan beli skincare, nggak takut coba-coba segala jenis dan merk.

Untuk make up malah gue nggak terlalu invest sih, karena memang sehari-hari juga make up seadanya. Paling bb cream, loose powder sama lip cream. Tapi kalo skincare itu gue rela nabung dan spend more on it, karena skincare itu buat gue adalah investasi paling manjur. Selain memberikan efek kepuasan batin tapi juga ada hasil nyata berupa kulit wajah yang fresh dan terawat.

Kali ini gue mau coba meracuni kalian-kalian HUAHAHA… Ini daily skincare rutin setiap malam yaa, nanti daily skincare yang pagi akan gue bahas di blogpost terpisah. 

Nggak sampai 10 step tapi menurut gue ini udah lebih dari cukup dalam menjaga kelembaban dan kesehatan kulit muka. Eh tapi sebaiknya disesuaikan sama kondisi masing-masing ya, sampai tahap mana mampu ditolerir kulit kalian. Kalo memang bisa sampai 10 atau lebih step ya silakan aja….


#01 - Biore Cleansing Oil🌼




Bagian Cleansing ini paling penting imho, karena setelah seharian di luar rumah muka kepapar polusi dan debu. Step pertama gue bersihkan dengan Biore Cleansing Oil. Selain mengangkat kotoran dan debu, juga bisa membersihkan make up secara menyeluruh.

Gue suka banget si Biore Cleansing Oil ini soalnya wanginya itu manis dan calming banget. Jadi setelah capek beraktivitas lalu muka kena ginian rasanya nyeeesss gitu. Rasanya semua lelah dan penat jadi ikut terangkat πŸ‘»

#02 - Garnier Micellar Water🌼




Kalo nggak salah ada dua varian deh, yang pink untuk jenis kulit kering dan sensitif sedangkan yang biru itu untuk semua jenis kulit, CMIIW ya. 

Gue pake micellar water ini untuk cleansing setelah menggunakan Biore tadi. Soalnya kadang abis bersihin muka kan nggak langsung mandi, harus nunggu kelar nyuapin anak atau nyiapin makan malam.

Biasanya udah agak malaman baru mandi dan baru basuh muka dengan air dan sabun cuci muka. Jadi kalo nggak pake micellar water, itu muka rasanya oily banget sehabis pakai Biore. Setelah dibersihkan dengan kapas yang dibasahi micellar water tinggal basuh pakai air biasa, beres deh…

#03 - Cetaphil Gentle Skin Cleanser🌼




Nah, ini part terakhir dari bagian Cleansing. Jadi kalo malam itu gue baru mandi menjelang mau tidur, jadi membersihkan muka pakai sabun cuci muka ya sekalian pas mandi ini. Cetaphil ini terkenal cocok untuk kulit sensitif ya kayanya, si Leon aja sekarang gue alihkan pakai Cetaphil untuk sabun mandi.

Teksturnya agak kental nggak terlalu cair tapi saat diaplikasikan enak banget, nggak lengket, nggak berbusa dan nggak ada wangi-wangian. Efektif banget kalo muka lagi kering dan beruntusan lalu cuci muka pakai Cetaphil ini bisa membantu reduce the bad side. A little bit pricey (125ml around IDR 120-135k)  but really worth the money, pakai dikit-dikit aja awet hingga 2-3 bulan kok.

#04 - COSRX AHA/BHA Clarifying Toner🌼




Skincare ter-hits masa kini, siapa yang nggak tau COSRX coba. Gue pakai COSRX AHA/BHA Toner ini baru sekitar 1 bulan, sebelumnya pakai Laneige Clear-C Advanced Effector. Keduanya gue fungsikan sebagai Exfoliating Toner yang bermanfaat untuk mengangkat sel kulit mati yang menyumbat pori-pori di wajah.

Kenapa beralih ke COSRX? Soalnya pengen ikutan hits seperti para beauty enthusiasts, hihihi… Secara value of money juga si COSRX ini lebih terjangkau, imho. 

Walaupun terkenal ampuh membasmi komedo, di gue kayanya malah nggak terlalu efek. Komedo tetap muncul sih, tapi kalo membantu mengurangi peradangan jerawat, this product is pretty good. Kalo pas lagi PMS gitu muka muncul jerawat, nah abis pake ini langsung kempes tuh.

#05 - Hada Labo Gokujyun Ultimate Lotion🌼




Meski judulnya Lotion sebenernya ini merupakan Hydrating Toner, berfungsi untuk melembabkan kulit wajah. Teksturnya nggak seperti lotion sama sekali, justru lebih watery tapi bukan cair yang kaya air banget ya. Kalo diteteskan ke tangan nggak sampe luber-luber.

Di gue sih efek hydrating-nya berasa sekali, setelah dipakai ke muka langsung terasa lembab dan terhidrasi. Suka banget sama Hada Labo yang ini karena harganya terjangkau tapi hasilnya maksimal.

#06 - Laneige Water Bank Moisture Cream🌼




Bagi kalian yang kulitnya kering dan sensitif kaya gue, lebih baik pilih pelembab yang bertekstur cream. Kalo yang kulitnya normal sih pakai yang bertekstur gel kayanya oke. Nah, si Laneige Water Bank ini sangat creamy dan mudah menyerap.

Tapi entah apa gara-gara tekstur creamy ini jadinya di muka rasanya ada sedikit lengket gitu ya. Jadinya gue lebih suka pakai di malam hari aja. Setelah pake moisturizer tinggal dikombinasikan sama sleeping mask lalu bobo cantik deh. Besoknya muka terasa halus dan glowing, harapannya bisa se-glowing muka Song Hye Kyo! πŸ˜‚πŸ˜‚




#07 - Laneige Water Sleeping Mask Lavender🌼




Untuk sleeping mask ini gue beli yang versi trial soalnya belum terlalu yakin sama efeknya. Fungsinya bikin muka lebih terhidrasi saat malam hari, jadi keesokannya muka terasa kenyal gitu. Versi yang ungu ini wanginya Lavender, nggak terlalu menyengat.

Untuk teksturnya sedikit kental agak mengarah ke gel gitu. Tapi lebih easy to absorb dibanding yang model cream. So far, sleeping mask ini paling cocok di gue. 

Pernah coba merk lain tapi besoknya breakout dong kulitnya huhuhu… Lagi ngumpulin duit nih targetnya untuk beli yang kemasan aslinya (bukan trial size), harganya lumayan banget soalnya 😌


πŸ“πŸ“πŸ“

Nah, itu dia skincare rutin gue setiap malam. Kalo dikasih nomor tenyata cuma 7 produk ya, dengan step: cleansing – exfoliating – hydrating – moisturizer – sleeping mask. Belum nambahin step essence dan ampoule serta eye serum nih, takut kebanyakan malah kaget kulitnya. Step by step aja dulu yang penting telaten dan rutin supaya hasilnya maksimal.




Kalian ada yang pakai samaan kaya aku nggak? Ada rekomendasi skincare apa nih yang oke? 

Brand yang penasaran mau aku coba next-nya itu Klairs sama The Ordinary nih. Masih ngumpulin duit dulu buat beli yang baru lagi, hahaha…. Share juga dong kalo ada rekomendasi untuk kulit muka kering dan sensitif! Thanks a lot prettyyyyy πŸ’•πŸ’•

Kenangan Masa Kecil: Koleksi Binder dan Bersahabat Pena

Sunday, 16 December 2018



Waktu konmari pas libur lebaran kemarin, targetnya adalah membersihkan gudang. Untuk membereskan barang-barang yang tadinya dalam dus dipindahkan ke container plastik. Tujuannya sih supaya kalo kebanjiran nggak sampe rusak barang-barangnya.

Secara isi barang gudang itu 90% adalah barang koleksi. Entah koleksi mainan si Beey, koleksi mainan dan barang-barang jaman Leon bayi juga koleksi buku dan komik gue. Sisanya barang-barang simpanan yang dikeluarkan periodik kaya pohon natal, pajangan, album foto dll.


Nah, gara-gara konmari ini lah gue menemukan barang berharga saat kecil. Bentuknya kecil banget secara dimensi cuma seukuran kertas A6. Pas ketemu ini gue terharu sih karena udah nggak inget sama sekali sama keberadaannya. Kirain tertinggal di rumah orang tua dan hilang entah kemana seperti barang masa kecil gue lainnya.

Eh ternyata ketemu di tumpukan buku-buku dan CD album jaman kecil. Dus nya udah sobek-sobek dan beberapa bagian ada yang udah berjamur 😰

Dan barang itu adalah......

My binder collectionπŸ’•



Kalian ada yang main ginian nggak sih pas kecil? Jadi binder berukuran A6 ini gambarnya macem-macem banget. Yang gue koleksi sudah pasti: Amigos dan Westlife 😍






Masih banyak yang lainnya juga seperti F4, Putri Guan Zhu, Kabut Cinta, Harry Potter dan kartun-kartun juga ada. Tapi ya jamannya dulu Amigos X Siempre, siapa pula nggak tau ini telenovela! Lol


Ide tentang binder dan Amigos ini berkat blogwalking ke blog Jane From the Blog - BPN DAY 25: Unforgettable Childhood Memories

Dan sama seperti kebanyakan anak gadis tahun 90'an tentu Amigos punya andil besar dalam masa kecil gue.

Koleksi binder ini kenangan masa kecil yang paling membekas banget. Soalnya selain koleksi dengan cara hunting dan membeli isi kertas dengan gambar yang kita mau, kita juga bisa melakukan trade in alias tukaran sama temen.

Jadi misalnya kita punya motif kartun Snoopy yang temen koleksinya Snoopy, dan dia punya motif Amigos pasti kita bakal saling tukaran. 



Justru tukar-tukaran isi kertas binder ini puncak keseruannya. Kadang kita harus nego dan nawar-nawar sambil manis-manis ngomongnya supaya dikasih kertas inceran kita. Bahkan gue rela tukaran ngasih 2-3 lembar demi mendapatkan kertas inceran. Ini namanya belajar bernegosiasi ya kan. 😁✌


Selain koleksi kertas binder, dulu gue juga seneng banget menulis surat. Bukan surat cinta loh ya, belom jamannya. Jadi dulu itu gue punya banyak banget SAHABAT PENA. Kenalannya dari majalah Bobo, jadi di situ kita biasanya saling menaruh nama dan alamat. 

Image source: idntimes.com

Nanti tinggal kirim aja surat mengajukan diri sebagai sahabat pena. Saling berbalas surat dengan kertas surat macem-macem motifnya. Kadang ada yang kertas suratnya ada wewangiannya juga loh 😍

Sayangnya surat-surat jaman kecil ini udah raib nggak tau kemana. Sahabat pena gue juga udah lose contact semua. Terakhir kali surat-suratan gini mungkin kelas 4 SD ya. Setelah itu udah mulai jamannya SMS-an sama telp-telpan. 


Kalo dipikir-pikir, kangen juga ya masa-masa bertukar surat kaya jaman dulu. Mesti beli perangko dan mencari kotak pos terdekat untuk mengirim surat. Belum lagi harap-harap cemas entah kapan surat kita berbalas.

Sekarang kayanya anak-anak bahkan udah nggak tau lagi apa itu perangko. Hahaha

Image source: eonet.ne.jp

πŸ’ŒπŸ’ŒπŸ’Œ

Kira-kira ada yang pernah ngerasain koleksi kertas binder dan kertas surat untuk bersahabat pena kaya gini nggak? Generasi 90'an juga ini pastinya ya! πŸ˜‚
Cerita dong kalian koleksi binder nya gambar apa jaman dulu? 😍

Bucket Lists Before Going 30

Saturday, 15 December 2018



Sebelumnya gue pernah bilang kan bahwa manusia itu berproses. Sekarang mungkin nggak jago masak atau menjahit, tapi selama memiliki keinginan untuk terus belajar. Bukan nggak mungkin dalam satu atau dua tahun lagi, bisa menjadi seorang chef atau penjahit terkenal.


Pencapaian diri sendiri itu kuncinya ada di kita sendiri. Gue sendiri masih banyak cela dan kekurangannya. Masih banyak sekali potensi diri yang mau digali. Mumpung masih diberi kesehatan dan stamina yang mumpuni. Masih banyak sekali hal yang mau dipelajari dan diraih.



πŸš€ Thing I want to Achieve: Get My Self a Certified of Soft Skill Development

Tahun 2019, gue akan beranjak 27 tahun. Harapannya sebelum mencapai umur 30, gue pengen memperoleh sertifikasi dalam pendidikan non formal. Target yang paling diincar adalah Brevet. 

Brevet ini bisa membantu gue lebih memahami perpajakan Indonesia. Secara urusan pajak ini gue super blur, tapi setiap tahun harus ngurusin laporan pajak gue dan Beey.


Dan untuk develop soft skill pengennya antara kursus menjahit atau bahasa asing. Dulu target untuk belajar bahasa asing ini adalah belajar Mandarin bareng Beey juga. Mudah-mudahan nggak cuma sekedar wacana.


πŸš€ Place I want to Visit: Maldives

Image source: pexels.com


Sudah terkenal sebagai tempat bulan madu paling romantis sedunia. Pengen banget merasakan bulan madu kedua di sana. Selama ini maju mundur terkendala dana dan nggak tega ninggalin Leon. 

Dua tahun lagi kan Leon udah 5 tahunan, udah agak gedean dan semoga ada rejekinya bisa pergi berduaan aja.



πŸš€ Thing I want To Do: Get More Tattoo

In case you don't know, gue punya (baru) satu tattoo di pergelangan tangan kiri. Gambarnya rosario, untaian manik-manik sebagai salah satu simbol dalam agama Katolik.

Rosario ini bagi seorang Kristiani adalah sebuah doa yang Injili, inti doanya adalah renungan tentang Kristus. Jumlah manik dalam sebuah rosario yang asli lebih dari 150 manik. Tapi di tattoo gue cuma 15 manik.



Makna tattoo ini sebenernya sebagai reminder untuk selalu takut akan Tuhan. Dan betapa doa Rosario mewujudkan hampir semua permohanan. Tattoo ini gue buat tahun 2012, lagi puncak-puncaknya rebel sama orang tua dan mengalami pasang surut kehidupan dan sempat nyaris "lewat".

Next-nya mau bikin tattoo yang lain, udah dapat ancer-ancer sih mau gambar apa. Tapi karena belum serius bikinnya masih maju mundur banget. Mudah-mudahan sebelum beranjak 30 tahun bisa nambah satu atau lebih tattoo baru ✌✌


πŸš€ Thing I want to Learn: Baking

Proses paling nyata dalam hidup gue dalam lima tahun terakhir adalah MEMASAK. Waktu belum nikah gue mah boro-boro masak. Masuk dapur pas ngekos paling goreng kentang sama masak mie instan.

Sejak nikah apalagi punya anak, jadi dipaksakan belajar masak. Keadaan yang memaksa ini adalah karena ingin provide makanan sehat untuk keluarga. Bukan berarti makanan luar itu nggak sehat ya. Tapi sehat ini dalam arti aman dari pencetus alergi Leon.


Makanan yang gue masak mostly itu nggak mengandung telur, kacang dan micin. Nah, target berikutnya adalah bikin kue alias baking. Kasihan oven di rumah cuma jadi pajangan πŸ˜‚


πŸš€ Thing I need To Do for Extra Money: Start my own business

Yup, you don't misheard. Dulu waktu kuliah gue sempet jalanin onlineshop, jualannya aksesoris handphone dan gadget. Jaman-jaman Aliexpress belum familiar di telinga netijen.

Sekarang e-commerce udah melejit begini, supplier gue bahkan bisa jualan langsung ke end customer. Jadi yang sengsara ya reseller-reseller model gue gini yang modal pas-pasan. Urusan harga udah pasti kalah saing lah, wong si supplier bisa jual dengan setengah harga lebih murah.


Merasa nggak lagi bisa bersaing di dunia jual beli online, akhirnya gue vacuum untuk waktu yang lumayan lama. Sekarang social media dan akun di Tokopedia isinya jualan preloved barang-barang Leon bayi πŸ˜…

Nah, sebelum beranjak 30 tahun gue pengen mulai berbisnis lagi. Sementara masih dikembangkan pelan-pelan, ya sebatas pekerjaan sampingan aja. Udah punya ide dan lagi mulai prepare business plan-nya nih. Target nya mid year 2019 udah rampung. Doakan yaa.

Yang ini nggak gue masukin personal target tahun depan, karena memang belum jadi apa-apa. Takut pamali. 

πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„

Well, overall that's it all. Masih ada beberapa Bucket List Before 30, tapi nanti dibikin series berikutnya aja deh. Kelihatannya kok nggak ada embel-embel mikirin anak ya. Jangan salah guys, justru hal-hal tersebut bertujuan untuk membangun diri gue menjadi pribadi lebih baik lagi. Supaya bisa menjadi sosok ibu yang bahagia dan waras.


Target bikin bisnis sendiri juga tak lain adalah supaya kalo bisa berhasil dan menghasilkan, artinya gue nggak perlu lagi kerja 8 jam di kantor kaya begini. Kalo bisa working from home, I believe that's every mother want to do. Sambil mengurus anak tapi tetap sambil "menghasilkan".

Kira-kira wishlist ini bisa terwujud apa nggak ya dalam tiga tahun lagi? Kalian ada yang sama kaya aku nggak? Apa pun impiannya, semoga bisa terwujud ya! Jangan lupa sertakan dalam doa juga. Ora et labora, berdoa dan berusaha! Ciao!

I Regret Some of My Parenting Decision

Friday, 14 December 2018


Kata orang yang namanya penyesalan itu datangnya terlambat. Emang dia nggak punya jam waker ya kok telat mulu datangnya? Lol

Namanya juga manusia guys, wajar lah kalo punya penyesalan. Meski mati-matian kita bawa dalam doa atau bahkan sampai meditasi saat mau mengambil sebuah keputusan. Sudah memikirkan plus minus dan konsekuensi dari setiap pilihan di depan mata. Tapi ya selalu ada aja celahnya untuk si penyesalan itu datang pada akhirnya.

Tapi jangan lah diratapi dan bersedih terlalu lama. Karena seperti roda yang berputar, kehidupan itu bergerak maju bukan mundur. Maka kita harus menjalani kehidupan yang saat ini, untuk menjadikan kehidupan mendatang baik dan benar. Meski terkadang semua itu meliputi juga kehidupan di masa lalu yang tak pernah luput dari kesalahan.

Like the old man said, mistake is the greatest teacher. You learn, you adapt and you anticipate not to make the same mistake.



Sebagai mama muda alias mahmud, tantangan terberat gue dalam parenting adalah MENGELOLA EMOSI. Kelihatan lah ya dari gaya bahasa dan beberapa tulisan di blog gue ini yang kebanyakan nge-rant emosi dan menclak-menclak. 


Meski sepak terjang sebagai orang tua ini baru 3.5 tahun gue jalani. Dalam kurun waktu singkat itu juga ada banyak sekali kesalahan yang berujung pada penyesalan. 


#NYESEL 01 - ANAK DIOPNAME TIGA HARI KARENA GTM DAN TUMGI  

Sungguh ya momen ini bikin jungkir balik banget. Waktu itu umur Leon baru 15 bulan, diawali nggak mau makan sama sekali. Hari ketiga nggak mau makan, badannya mulai nge-drop dengan gejala awal demam dan muntah-muntah. 

Gara-gara muntah terus jadi kena nursing strike, nggak mau menyusu sama sekali. Akhirnya karena takut dia dehidrasi dan kekurangan gizi karena nggak ada asupan makanan, kita memutuskan untuk opname aja.

Dengan diopname maka cairan infusnya akan ditambahkan nutrisi pengganti makanan supaya anaknya tetap stabil. Apalagi ternyata pas di cek darahnya kekurangan zat besi dan dikhawatirkan ada potensi Thalassemia.

15mo old Leonhart at hospital

Akhirnya sembari opname itu kita test darah macem-macem, untuk mengetahui lebih lanjut beneran Thalassemia atau nggak. Untungnya hasil test-nya NEGATIF! Kurang zat besinya bisa di treatment dengan obat penambah zat besi secara rutin.

Setelah tiga hari di opname, anaknya mulai mau makan dikit-dikit. Pas di cek ternyata giginya tumbuh DELAPAN. I m a g i n e.


Kenapa ini termasuk dalam momen penuh penyesalan dalam parenting? Sejujurnya gue merasa bersalah dan ngerasa ada andil dalam hal ini. Entah mungkin karena terlalu sibuk kerja sampe anak nggak keurus. Atau kurang telaten dalam menyuapi dan memberi variasi menu makanan. Semua rasa bersalah berkumpul jadi satu, merasa super gagal jadi ibu. 😭😭😭


#NYESEL 02 - ANAK NGGAK MAU MAKAN DIKASIH GADGET   

Ini berlangsung cukup lama loh, sekitar hampir satu tahun. Leon itu nggak mau makan sama sekali kalo nggak sambil nonton Youtube. Baru detoks gadget sekitar 7-8 bulan lalu, termotivasi tulisannya Kak Icha tentang Bebe yang Detoks Gadget. 

Baru benar-benar berhasil sejak masuk sekolah awal Juli 2018. Dimana kalo sekolah kan dia makan sama-sama teman sekelasnya. Tentunya nggak ada yang sambil nonton ya karena makannya di kelas.

Baca: Threenager Worst or Better

Sejak saat itu gue lebih strict sama aturan penggunaan gadget buat Leon. Cuma boleh nonton Youtube dan main games di hape atau tab pas weekend. Itu juga kalo udah selesai makan dan udah belajar atau bermain aktivitas.



So far sih udah cukup berhasil ya, nggak ada drama nangis merengek-rengek dan nggak mau makan kalo nggak nonton Youtube. Sekarang pun kalo udah mau selesai waktu main gadget-nya,  gue selalu hitung sampai 5. Dia akan kasih dengan sendirinya tanpa dipaksa. 


Karena gue selalu menekankan pokoknya boleh main gadget di weekend asal sudah makan dan belajar, sama kalo tab-nya dikumpulin nggak boleh pake nangis dan marah-marah.

Sekalinya dia marah saat mau diminta tab-nya, gue nggak akan kasih minggu depan dan seterusnya. Jadi Leon paham betul konsekuensinya kalo dia marah-marah karena urusan gadget.


Walau begitu, tetap menyesal lah kenapa nggak dari dulu mengajarkan strict kaya gini. Dulu pas fase GTM parah pasca opname itu, gue se-desperate itu. Asal dia mau makan deh, yang penting dia mau mangap deh jadi ada makanan yang masuk. Segala cara dihalalkan termasuk memberi gadget saat makan. WHAT A REGRETFUL DECISION πŸ˜“


#NYESEL 03 - NGGAK BISA SELALU MENEMPATKAN ANAK PADA PRIORITAS NOMOR SATU

Sebagai seorang ibu bekerja, tanggung jawab gue tentu bukan lagi HANYA pada keluarga. Tetapi tanggung jawab pada pekerjaan juga harus menyita prioritas. Terjadi beberapa hari yang lalu, dimana seharusnya tanggal 12 Desember di sekolah Leon ada hari apresiasi kepada Ibu dalam rangka Mother's Day.


Memang seharusnya Hari Ibu jatuh di tanggal 22 Desember. Tapi karena tanggal 22 itu sekolah udah libur, jadi acaranya dimajuin. Sialnya, di tanggal yang sama itu gue ada Assesment sehingga nggak bisa cuti. Sedih dan kecewa banget karena gue jadi merasa jahat sudah merampas hak anak untuk memberikan apresiasi ke mamanya.

Lebih jahat lagi gue akhirnya memboloskan dia di hari itu supaya nggak bingung kenapa cuma dia doang yang mamanya nggak hadir 😭

Saking sedihnya gue sampe nge-post di IG beberapa hari lalu. Ternyata begini toh rasanya, ketika pilihan antara anak dan pekerjaan berbenturan. Selama ini menjalankan peran ganda sebagai ibu dan pegawai kantoran, baru sekali ini ngerasain kecewa berat kaya gini πŸ’”πŸ’”



πŸ’”πŸ’”πŸ’”

Dari sekian banyak penyesalan dalam hidup gue, penyesalan paling susah bikin move on itu kalo udah menyangkut anak. Selalu berhasil membuat gue patah semangat dan gagal sebagai seorang ibu. Tapi ya tetap harus belajar untuk merelakan dan melupakan, supaya kelak jangan sampai terulang.

Seperti bunyi quote di paling atas itu, lupakan si penyesalan jika tidak mau melewatkan kehidupan dan kesempatan. Karena hanya dengan begitu kita bisa menyusun masa depan. 

Kalian gimana nih? Ada penyesalan dalam hidup yang bikin susah move on juga nggak? Belajar untuk merelakan ya! Jangan terlarut dalam kesedihan dan penyesalan. There's always a rainbow after the rain 🌈🌈


Mimpi yang Tertunda: Menjadi Full Time Blogger

Thursday, 13 December 2018


Sebelum membahas lebih lanjut tentang pilihan menjadi Full Time atau Part Time Blogger yang bikin muter otak ini, mari kilas balik kenapa saya ngeblog.


Memang pada awalnya, aktivitas ngeblog ini adalah sebuah hobi dan penyalur emosi. Menulis itu bagai terapi karena dengan menulis gue bebas berekspresi.

Saat ini kalo boleh jujur, tentu gue ingin menjadikan blog ini berkembang bukan hanya sebatas tulisan penuh luapan isi hati. Tapi juga sebagai media untuk sharing dan berbagi informasi. Mungkin sesekali juga mencoba menginspirasi orang lain tapi bisa dihitung lah pakai jari.


Biarkan blog ini tetap menjadi tempat mencurahkan keluh kesah tanpa khawatir akan dihardik. Karena selain di blog, mau dimana lagi gue menulis panjang lebar sambil menyumpah serapahi para bodyshammer dan tukang nyinyir sana sini? 😁


Tapi di satu sisi, gue bukannya nggak mau mengubahnya menjadi sumber ladang duit. 

Di pemikiran gue, full time blogger itu artinya bagaimana kita tidak lagi hanya fokus menulis dengan tujuan berbagi. Tapi dengan disertai tujuan monetisasi atau sebagai sumber penghasilan utama. Tentu ranahnya bukan lagi sekedar tulisan di blog, tapi akan melebar hingga bagaimana kita mengambil minat audience di luar blog, misalnya dari follower social media.

Kadang ada perasaan iri kalo melihat kesibukan teman-teman blogger menghadiri event, gathering dan liputan. Yang kebanyakan acaranya jatuh di hari kerja atau weekdays. Gue biasanya cuma bisa manyun aja dari balik layar hape πŸ˜‚

Berhubung saat ini gue masih bekerja dan terikat dalam suatu korporasi, karir yang masih mau gue perjuangkan ini pun masih sangat panjang perjalanannya. Rasanya belum sanggup melepaskannya dan banting setir menjadi full time blogger. Sekarang aja masih terseok-seok belajar menata diri dan menyeimbangkan kehidupan berkarir dan berumah tangga.

Jadi biarlah profesi full time blogger itu menjadi mimpi yang tertunda 😊

So, yea for me, a part time blogger it is.


Maka untuk bisa menjadi sosok blogger yang sesungguhnya, PR-nya adalah membenahi pribadi diri dulu. Sudah mampukah menjadi sosok yang inspiratif? Mampukah berpikir kritis dan melihat dari semua perspektif?

Semua profesi di muka bumi pasti ada tantangannya masing-masing. Nah, supaya bisa tahan banting sama challenge di depan mata nanti, gali dulu potensi dan cari motivasi untuk menjadi full time blogger.



Here I share with you some Blogging Tactics to help you motivate:

🌸 Positive Feedback

Sering-sering berinteraksi dengan para pembaca, seperti membalas komentar, blogwalking, bergabung dengan komunitas blog dan ajak keluarga atau teman dekat untuk membagikan tulisan. Dengan memperoleh dukungan lewat orang-orang terdekat dan pembaca blog kita jadi termotivasi dan bersemangat untuk terus menulis.

Ini berasa banget loh positive feedback yang gue peroleh dari suami, teman, keluarga dan teman-teman baru di komunitas bikin gue semangat ngeblog apalagi menjalani ODOP (One Day One Post) Blog Challenge dari BPN.
Jadi kepikiran mau coba cari Blogging Buddy, kaya Sassy Thursday-nya Kak Icha & Nahla atau GesiWindiTalk-nya Gesi dan Mbak Windi. Tapi ini masih target tahun depan sih kayanya, berbenah sama tulisan yang ada dulu sekarang. Eh tapi kalo ada yang punya pemikiran sama, boleh kali bisikin aku? πŸ˜‚

Baca: Resolusi Tahun 2019

🌸 Get More Social / Networking

Manfaatkan semua social media yang kita punya untuk membagikan tulisan dan berinteraksi. Sering perhatiin nggak sih para selebgram itu engaged banget sama para followers-nya? Karena mereka menyuapi para pengikutnya dengan hal-hal yang baru setiap hari. Nah, sebagai blogger artinya harus pintar mencari peluang dan menggali informasi.

Baca: Expand Networking through Blogwalking

Biasanya topik atau ide mentah dilempar ke followers lewat fitur Question di Insta Story atau bisa juga di Facebook Page or Twitter. Dari situ tinggal jawab-jawabin deh pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Atau kalo menemukan pertanyaan seru untuk dibahas lebih lanjut, tinggal susun draft tulisannya.

Intinya sih, harus pintar memanfaatkan fitur yang ada di socmed untuk mencari inspirasi, menarik minat para pembaca serta menjalin interaksi secara dekat dengan orang lain.



🌸 Brainstorming to Get Ideas

Untuk mencegah terjadinya Blogging Block alias stuck nggak dapat ide dan nggak tau mau tulis apa. Paling penting untuk selalu melakukan brainstorming. Ide-ide itu nggak muncul dengan sendirinya, nggak bisa kalian mengharapkan ide itu datang hanya dengan tidur-tiduran sambal mengutuk diri sendiri.

Wake up and go to your nearest coffee shop. Open your browser and start googling- ANYTHING

Atau kalo mau gampang, pake fitur hashtag. Cari topik yang lagi trending di Twitter (Trending Topics). Berangkat dari situ biasanya jadi punya bahan untuk dicari tau dan dipelajari lebih lanjut.

Baca: Five Inspiring Indonesian Bloggers

Perbanyak membaca buku atau berkunjung ke blog orang itu termasuk brainstorming loh! Malah gue sering banget dapat ide dari Pinterest. Karena dari sana banyak hal-hal yang menarik untuk dibahas, dari sudut pandang dan perspektif/point of view kita.

🌸 Don’t Stop Learning

Last but not least, don’t forget that life is a never ending journey of learning. Pelajari lebih dalam tentang blog sendiri, siapa pembacanya, darimana asalnya, serta blog post mana yang paling laris manis. Untuk hal ini artinya harus pelajari tentang Google Analytics.

Kalo mau lebih menarik dan blog menjadi lebih ciamik, pelajari cara membuat tulisan dengan Infographic. Jangan males googling ada banyak informasi terkait infografis dan template-template yang disediakan gratis /freebies.


Kalo nggak ada hal baru yang dipelajari, sering kali kita jadi malas bawaannya. Karena kok ya udah upaya maksimal tapi hasilnya gitu-gitu aja. Itu namanya kalian belum benar-benar maksimal. Masih ada hal lain yang bisa dipelajari pasti, tinggal balik lagi sama diri sendiri. Mampu dan mau nggak untuk terus belajar?

πŸ’žπŸ’žπŸ’ž

Beberapa hal di atas itu kalo dijalankan dengan serius, niscaya bisa selalu memotivasi dan jadi terus bersemangat untuk menulis dan menghasilkan konten-konten berkualitas. Pada akhirnya, jika sudah berbenah diri dan mantap melangkahkan kaki, menjadi full time blogger bukan lagi sebuah mimpi.

Ya apa iya? 😁😁

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Back to Top