Find Me on Social Media

Image Slider

Dear Parents, Stop Making Your Nanny Play with Kids in Playground

Friday, 11 January 2019


Playground is one happiest place for kids. Tapi juga bisa menjadi tempat yang membahayakan. Makanya selalu di wanti-wanti kan, anak-anak di usia balita wajib didampingi orang tua saat bermain di playground.

Tulisan ini tercetus karena hari Minggu kemarin gue abis menemani Leon main rumah balon. Dikenal juga sebagai Bouncy Balloon. Tau kan yang modelnya balon tapi membal-membal kalo kita loncati, nah terus ada perosotan yang juga dari balon. Pernah ngerasain nggak main di situ? Mau diem tanpa kena imbas membal aja susah banget.

Image source: pexels.com

Jadi kalo ada anak di bawah dua tahun yang masih bergerak super slow dan kalo berdiri sendiri aja suka oleng, udah lah pasti di Bouncy Balloon itu jatoh-jatoh ketiban anak-anak lain.

I know this place can be super intriguing for kids. Bisa lompat sepuasnya, naik turun perosotan, nabrakin diri ke balon kemudian membal. Tapi bayangin aja anak-anak yang penuh energi dan antusias ini, apa bakal peduli sama sekitarnya?

πŸ’­πŸ’­"Wah, ada anak yang lebih kecil dari aku. Harus hati-hati dekat dia nih..."

Mungkin nggak anak-anak itu mikir gitu?

Kecil banget lah ya kemungkinannya. Dan nggak bisa disalahin juga karena segimana pun anak-anak dibilangin untuk hati-hati, ya tetep aja pasti nabrak dan tumpang tindih. Makin tumpang tindih itu makin seru malahan buat mereka.


Yang bikin gue kepikiran sampe bener-bener nggak habis pikir adalah seorang nanny dengan usia paruh baya. Mendampingi DUA anak balita saat bermain di playground. Yang satu anaknya masih di bawah dua tahun, dan satunya lagi sepantaran Leon kira-kira 3,5 tahunan.

Emak bapaknya kemana? Probably, strolling around di Mall or watching movie in cinema. Idk.


Ngeliat segimana si IBU-IBU NANNY harus ikut guling-guling demi ngejagain dua anak kicik itu. Gue sampe berkali-kali ngelus dada. Berapa kali gue lihatin dia udah kecapekan dan beberapa kali menghela napas. Tapi salut banget bisa nggak ngerant emosi ke anak-anaknya yang super aktif itu.

Tetap sabar ngebilangin baik-baik ke kakaknya untuk hati-hati karena si nanny nggak bisa pegangin si kakak terus. Adiknya lebih membutuhkan ekstra pengawasan, karena sekalinya ada yang lompat adiknya itu bakal jatoh terus bikin yang lompat jatoh juga dan bisa ketiban lah kalo nggak dipegangin mah.

Bener-bener nggak habis pikir sama orang tuanya kok bisa-bisanya itu dua balita disuruh main di playground model gitu sama nanny, yang usianya mungkin udah kepala 4 😭😭
Jadi inget kejadian beberapa waktu lalu, pas gue lagi nemenin Leon main di Kidz*ona. Ini anak kan senengnya seradak seruduk ya. Saking gesitnya dia suka gregetan lihat anak yang geraknya pelan, which is must be younger than him.

Lagi main di area bouncy terus dia lari kenceng banget tanpa ngeh kalo di sisi lainnya ada anak kecil. Akhirnya si Leon nabrak tuh anak kecil. Nangis lah anaknya :")

Padahal gue di samping Leon terus nggak pake meleng loh. Nangisin anak orang bukan cuma saat kejadian accident aja loh ya, kadang rebutan mainan atau sama-sama nggak mau ngalah saat mengantri dan nunggu giliran.

Image source: pixabay.com

Makanya definisi "Anak harus didampingi saat bermain di playground" itu bukan cuma sekedar kita nemenin main. Tapi juga dengan membimbing dan memberi tahu cara bermain dengan benar dan baik ke anak. Hal ini yang bakal skip kalo anak mainnya ditemani nanny.



Here the things, WHY PARENTS MUST STOP MAKING YOUR NANNY PLAY WITH YOUR KIDS IN PLAYGROUND:

πŸ‘‰ The responsibility is too heavy

Seperti yang gue bilang tadi kan, resiko bermain di playground itu super membahayakan loh. Dijaga sama orang tua aja masih ada kemungkinan anak terluka, jatuh, ketimpa, ketindih, ketabrak anak lain, ketendang sampe mental, hingga kemungkinan mengerikan yaitu DICULIK.

Kalo anak didampingi nanny di playground, lalu anak kenapa-kenapa tinggal marahin nanny deh. Dibilang nanny nggak becus jagain. But helloooo! The responsibility is ours, AS PARENTS. Cobalah bijak dan menjadi orang tua yang benar. Jangan jadi manusia-manusia banget gitu loh, greedy and irresponsible.

Iya ngerti kok mungkin fisik kita semakin berumur dan stamina nggak kuat kalo harus ngemong anak main di playground. Tapi masih bisa loh dengan cara TIDAK membiarkan anak didampingi nanny tanpa pengawasan kita orang tua. Masih bisa dengan memantau dari dekat bukannya ditinggal begitu aja.

Via Giphy.com

Apalagi kalo nanny juga usia berumur, kok tega sih ya huhuhu… Mendingan tunggu anaknya gedean deh, seriously. Anak umur dua-tiga tahun main di playground tuh nggak ngerti-ngerti banget kok. Masih ada opsi hiburan lain yang bisa bikin anak happy, main odong-odong atau main lempar bola di Timez*ne gitu juga udah happy mereka.

Kalo emang fisik kita sebagai orang tua pas-pasan, punya nanny juga berumur ya alihkan opsi bermain ke tempat bermain yang lebih ramah anak. Nanti main di playground menunggu anak usia lima tahun aja lah, nggak usah maksain situasi dan kondisi. Ya tapi ini kalo kalian masih punya hati nurani sama nanny yang usianya berumur ya.


πŸ‘‰It is children rights to get education and affection from parents
(How to climb, run, avoid danger like run under the swings, or sit below the slider etc)

Mengingat bahaya ketika bermain di playground itu nggak bisa dianggap serius. Maka, sudah menjadi kewajiban kita orang tua nya memberikan edukasi dan membimbing tata cara bermain dengan baik.

Nggak mau kan anak kita menjadi jerks, yang memonopoli semua permainan dan nggak mau gantian sama sekali? Atau menjadi anak yang nggak tau tata krama, simply hanya karena lupa say sorry ketika tanpa sengaja menyenggol atau menabrak anak lain?

Semua hal ini sangat penting untuk diajarkan dari usia dini supaya kelak anak-anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang baik di mata masyarakat. Mungkin sebagian orang berpikir, “Lah anak udah disekolahin mahal-mahal, udah percaya lah sama ajaran guru-gurunya. Ngapain orang tua repor-repot ngajarin lagi”


But come on, these things are different. Edukasi dari orang tua itu membentuk karakter anak secara langsung loh. Jadi kalo anak kita baik dan santun, ya karena orang tuanya mendidik dan memberi contoh yang baik dan santun.

Karena kalo di sekolah mah pelajaran baik eksak dan non eksak udah default, pukul rata bagi semua anak. Nah tinggal kita orang tua yang paling memahami karakter anak kita, mau gimana kita memberikan edukasi sesuai karakteristik anak kita.

Ibarat menanam pohon tuh ya, edukasi di sekolah semacam bibit unggulnya. Tapi tanggung jawab si Gardener untuk memberi pupuk, memberi air hingga tumbuh menjadi pohon yang kokoh dan tangguh.


Nah, balik ke point dimana edukasi ini merupakan hak anak termasuk mengajari mereka bermain dan bersosialisasi. Namanya juga playground kan sarana umum ya, nggak bisa dong kita bertindak seenak jidat tanpa mikirin kepentingan orang lain. Bermain ya boleh, tapi harus tahu kapan giliran kita, bagaimana cara mengantri, dan memberikan penjelasan cara memainkannya.

Misal, main perosotan ya harus naik tangga dan turun di slider-nya, bukan naik dari bawah karena nggak mau antri di tangganya. Lalu setelah meluncur juga harus langsung berdiri, jangan malah diam aja duduk di bawah perosotan. Kalo ada anak lain yang meluncur ya resikonya ketendang.



Hal-hal kaya gini yang kadang gue perhatikan luput dari pengawasan nanny. Giliran anaknya ketendang, dia ngomelin anak yang meluncur di belakangnya. Padahal si anak udah lama banget nungguin dan udah diteriakin untuk geser. Tapi anak yang duduk itu nggak ngerti dan malah asik aja duduk di bawah situ. Giliran ketendang eh mewek. Dateng deh terus pawangnya, lol.


πŸ‘‰ Kids in the playground has aggressive behaviour, it is parent's job to teach them important life skills 
(How to social interacts such as ask permission, how to take turns, not be a jerk or monopoly, etc)

Pada intinya sih selain mengajarkan hal-hal dasar seperti cara bermain dan aturan main, jangan lupa juga untuk memberikan arahan pada anak perihal tata karma (manners). Namanya kita manusia, makhluk sosial yang punya adab dalam berinteraksi tentu harus ditanamkan nilai-nilai sosial sedari dini.

Baca: Manners for Children

Dan nggak semua nanny bisa mengerti hal ini loh. Mereka mungkin paham lah kapan harus berkata maaf dan terima kasih atau cara bicara yang sopan terhadap orang yang lebih tua.


Tapi kendalanya, apa iya nanny ini mau mikirin pencapaian si anak? Paling di pikirannya yang penting sudah dikasih tau tapi anaknya ngeyel dan nggak ngerti-ngerti, jadi ya udah lah biarkan saja.

Dan memang ya nggak semua orang berpikiran seperti ini, syukur-syukur dapat pengasuh yang memang beneran bisa memberikan arahan dengan baik dan tidak neko-neko. But again ya, this should be our responsibility not the nanny.


πŸ‘‰ Develop bonding and relationship with children

Bermain bersama anak itu meski capek dan bikin pegel linu, membuat kepuasan tersendiri. Jadinya aku sangat lah heran pada orang-orang tua yang dengan tega membiarkan anak main di playground sama nanny doang, huhuhu 😭

Mungkin karena waktu gue bermain sama Leon itu terbatas banget. Cuma bisa di weekend kan, kalo weekday pulang udah malem ya paling main yang gampang aja di rumah. Atau malah kadang cuma menemani dia mewarnai atau mengerjakan activity book.



Tapi kalo udah weekend, dia mau ngajak main apa pun ya gue jabanin. Main bola, lari-larian, petak umpet, main sepeda atau berenang apa pun lah yang penting bisa main sama-sama dan quality time together.

Karena buat gue, menikmati main sama anak itu priceless. Soon, children will become teens and they will have their own time. Dan mungkin dalam waktu-waktu itu, momen kita sebagai orang tua yang mendampingi terus-terusan udah semakin pudar seiring bertambahnya usia anak.
Jadi inget prinsip 3 Topi dalam Mengasuh Anak (3 Hats in Parenting):



#1 - Topi pertama yang seharusnya dipakai oleh orang tua adalah Safety Helmet. Yang warnanya orange atau kuning seperti yang sering dipakai pekerja pabrik, tau kan? Nah, safety helmet ini maksudnya adalah kita masih bertanggung jawab seratus persen dalam tumbuh kembang dan pembentukan pola tingkah laku anak.

Biasanya pada rentang usia anak 0 hingga 10 tahun. Masa-masa dimana semua harus sesuai aturan serta mengarahkan hal-hal prinsipil seperti apa yang harus, boleh dan nggak boleh dilakukan.



#2 – Topi kedua sebagai lanjutan dari yang pertama, adalah Coaching Hat. Topi pelatih biasanya dipakai saat membimbing pertandingan. Artinya kita sebagai orang tua hanya berdiri dan mengarahkan dari sisi lapangan, sudah nggak in charge seratus persen lagi.

Biasanya pada rentang usia anak 11-19 tahun atau saat memasuki masa remaja. Alih-alih kita sibuk memberi instruksi, kita harusnya hanya memberi inspirasi ke anak. Supaya mereka siap menghadapi usia dewasa dan mampu mengambil keputusan secara mandiri.

Future picture of me and Leon 15years from now, Lol


#3 – Topi ketiga adalah topi terakhir yang digunakan yaitu Consultant Hat. Topi konsultan  ini biasanya pada saat usia anak di atas 20 tahun, sudah dewasa dan mampu menentukan sendiri kemauannya. Sebagai konsultan, kita hanya bisa memberikan saran. Bukan mengatur dan mendikte lagi karena anak sudah memasuki usia dewasa.

πŸ’›πŸ’›πŸ’›

Untuk mengakhiri tulisan gue yang sebentar lagi mau 2000 kata ini, intinya sih cuma: PLEASE, NO NANNY IN PLAYGROUND. Or even so, at least DON’T LET YOUR KIDS ALONE with nanny. The responsibility is too heavy for them to bear. Seharusnya tanggung jawab itu ada di kuasa kita sepenuhnya.

Semoga tulisan ini menginspirasi ya buat orang tua yang masih clueless dampak dari membiarkan anak bermain sama nanny di playground. Semoga semakin banyak orang tua yang bijak yaaa, and no offense though please. Kalo ada pandangan yang berbeda, I’m free and open to discuss banget kok…..hehehe ✌️




Self Healing with Bullet Journal

Friday, 4 January 2019


You are allowed to feel mourn to the things that ended 

Well, it's the fourth day of 2019 already. But I still mourned.

Seperti yang selalu gue tulis setiap awal tahun baru. Memulai lembaran baru itu nggak semua orang bisa excited. Gue salah satunya.

Selalu anxious dan bingung harus memulai dari mana dan harus ngapain dulu sih? Ditambah lagi kejadian nggak enak di penghujung akhir tahun lalu.


Sempet curhat di IG story beberapa hari lalu, belakangan males banget main socmed dan nulis blog. Karena hape hilang seems like my world ends. Semua draft tulisan untuk blog masih teronggok di notes hape (well, blame me for not posting the drafts on blogger) 😭😭

Belum lagi foto-foto dengan angle ciamik sebagai konten penunjang tulisan, ada foto-foto liburan akhir tahun juga beserta beberapa elemen foto dan aplikasi editnya. Semua hilang dan lenyap bersamaan hape yang raib dicolong itu :(


Sekarang masih pake hape pengganti lungsuran suami yang tadinya dipakai nanny Leon, masih oke sih kondisinya. Tapi ya kualitas foto dan edit nya beda banget sama hape gue yang hilang itu. Dan iyaaa aku nggak bisa move on, bodo amat deh judge me for being lebay.

Untungnya, waktu Natalan bareng keluarga kemarin gue dapat hadiah Natal dari adik ipar berupa JOURNAL BOOK BERGAMBAR UNICORN (thanks a lot my sistaaa, you are the best!!)



Jadi healing therapy dari shock pasca kehilangan hape dan mental breakdown yang mengiringi, lumayan ketolong dengan aktivitas Bullet Journal.

Sebenernya gue lumayan rajin mencatat agenda sehari-hari. Tapi agenda gue ya lebih banyakan isinya appointment meeting, deadlines dan weekly menu masakan.

Stickers Bowgels by Ewafebri😍

 
Dengan mendapat hadiah buku jurnal yang baru dan unyu-unyu gini gue jadi makin semangat mendalami BuJo. Setiap hari mantengin Pinterest dan nontonin Youtube Channel nya Amanda Rach Lee.



Nagih banget sih yaaa. Tapi skill menggambar gue cemen banget. Dan entah mengapa selalu nggak proporsional gitu.

Terus karena masih newbie, gue berusaha membuat Bullet Journal ala gue, senikmatnya gue, segampangnya gue. Yang penting to do list kecatat, appointments and deadlines nggak ter-skip, menu masak harian komplit.

Selebihnya gue anggap adds on aja seperti expense and credit cards tracker, quotes, goals, rappid logging atau koleksi memori semacam highlights of the week gitu.



Mudah-mudahan bisa konsisten deh sampai akhir tahun. Kendalanya tuh biasanya kesibukan pekerjaan dan mood berantakan bikin males ngoprekin jurnal.

Berhubung masih awal tahun, semangat sih masih menggebu-gebu banget nih. Apalagi bikin setup untuk target yang tahunan, wahhh! Bikin setup nya sih semangat, pasti realita waktu pengisiannya mampet tengah jalan.

Beberapa hal yang bikin gue suka ngebujo:

πŸ’™ It helps me organize things

Meski titel " Mama Muda " tapi otak " Nenek - nenek ". Mudah lupa gitu loh, semacam short term memory loss, lol. Perkaranya adalah kalo gue udah lupa sesuatu, bisa bikin berantakan rencana satu rumah.

Lupa paling parah tuh ya, LUPA HARI. Ingetnya udah hari Jumat, maka menyiapkan seragam Leon hari Jumat, dan batik untuk Beey. Begitu semua berangkat, sampe sekolah Leon baru ngeh. Lah baru hari Kamis! Eaaaa


Selain supaya nggak sampe kelupaan dan kelewatan sama hal-hal penting, gue juga mencatat jadwal meeting dan deadline pekerjaan di jurnal. Supaya bisa mengukur perencanaan dari jauh-jauh hari. Kalo masih kuliah sih, semua-mua pake sistem kebut semalam. 

Lah kalo di dunia kerja mana bisa cyinnnn... Bisa diberkahi sama petuah-petuah dari atasan. And believe me, you better write it all.


πŸ’™ Lack of drawing skill? Meh. Don't worry. Buy colorful pens, stickers or washi tapes and voilaaa! Still pretty inside.

Yup, if you see inside my journal, gambarnya pas-pasan semua ye kan. Bahkan handwriting aja meleyot-leyot, sungguh nggak estetika. Tapi ya nggak apa-apa, kan yang penting isi catatannya. Yang baca kita sendiri juga.

Kalo mau lebih menarik supaya tetap semangat ngebujo, rajin-rajin mampir ke toko stationary. Favorit gue sih Scoop lah, karena ada washi tapes berbahan kertas dengan motif lucu-lucu. Kemarin ketemu holder bergambar Unicorn dong! Kubahagia sekaliπŸ˜‚


Kalo mau pen warna warni juga ada deh kayanya, mau yang bentuk biasa sampe luar biasa. Kalo gue sih masih setia pake spidol sama black pen biasa.


πŸ’™ One easy way to killing time (re: boredom)

Ngebujo itu kadang bisa bikin lupa waktu. Makanya lebih baik dilakukan kalo memang lagi senggang. Ataaau pas lagi mumet se-mumet-mumetnya.

Daripada habis waktu dengan scrolling socmed, cuma bikin julid dan perasaan inferior karena berujung pada comparing ourselves to others, seriously, you better start Bullet Journal.

My credit cards trackerπŸ“‰


It's addicting.



πŸ’™ Helps you accomplish your targets

Memasuki tahun baru, pastinya pada punya target baru juga kan. Atau malah target dari tahun lalu yang belum tercapai.

Nah, dengan rajin mencatat setiap progress akan kelihatan tuh. Apa aja sih kurangnya, dimana aja sih salahnya dan kenapa juga sih bisa nggak tercapai. Jadi sebagai bahan reminder juga bahan refleksi diri.


Misal, targetnya menurunkan berat badan hingga mencapai berat ideal. Set target detailnya, harus angka XX kg, dengan pola diet ABC, pantangan makannya XYZ dan target olahraga atau gym minimal X kali dalam seminggu.

Lalu bikin Weight Tracker, bisa monthly or weekly.

Kalo setelah beberapa bulan kok nggak tercapai sih goals berat badanku. Lihat lagi highlights detailnya. Lah kok bulan lalu makan Shaburi sampe tiga kali? Kok frekuensi nge-gym makin jarang nih?

Jadi kelihatan kan salahnya dimana, lalu kira-kira apa yang harus dibenahi. Masih ada kesempatan untuk memperbaiki supaya bisa tetap on track to achieve the goals.




πŸ’™ Best way for self healing and get rid from anxiety because while you write your journal you're free to express the truthful of everything inside your head

Ini sebenernya masih berhubungan sama poin nomor tiga. Kalo lagi mumet dan overload sama beban pikiran, ngebujo itu bisa menjadi reliever. Mengeluarkan unek-unek sambil doodling atau simply menulis quotes yang bisa memacu diri sendiri menjadi lebih baik.

In my case, pasca kehilangan hape itu gue mental breakdown banget. Sempet nggak pengen ngapa-ngapain, stress reliever cuma main Mobile Legend.

via Giphy.com

Nggak mood buat nulis atau ngeblog sama sekali pun karena ya masih kesel aja sama foto-foto dan draft blog yang masih tertinggal di hape yang hilang.

Akhirnya iseng-iseng browsing Bullet Journal ideas, mulai doodling dan bikin setup. Kadang simply, cuma nulis quote atau things that makes me happy. Surprisingly, it helps.



Buktinya langsung hadir ini tulisan. Bahahaha
Coretan pertama di 2019. Yang masih mellow-mellow dan mourning over my lost phone.

But yeah, thanks to BuJo. You help me rise up again (matahari kaleeee rise up)🌞🌞



Gimana minggu pertama di tahun yang baru ini? Udah ngapain aja? Atau jangan-jangan ada yang kaya gue juga masih bersedih atau menyesal sama sesuatu yang terjadi tahun lalu?

Ayo, jangan berlarut-larut. Karena kita hidup bukan cuma hari ini, masih ada hari esok. Yang (pasti) akan lebih baik!

 
My Period trackerπŸ˜‚πŸ˜‚

2018 Overview : Thank You, Next!

Monday, 31 December 2018


Thank You, Next (Next)! Thank You, Next (Next)! I’m so fuckin’grateful for my ex 🎡🎡

Siapa yang baca kalimat pertama tersebut sambil nyanyi? Ngacuuung…πŸ‘†πŸ‘†

Kalo kalian ada yang follow IG aku (kalo belum hayuk atuh di follow @janicedirga), kemarin baru saja gue share berita duka. Hape kesayangan gue yang baru nyicil tiga bulan, raib dicolong manusia yang mungkin lagi BU hingga nekat mengambil kepunyaan orang lain 😒

Sedih nggak usah ditanyaaaa, bahkan sampe kehilangan semangat dan nggak minat ngapa-ngapain. Gimana nggak, 2018 tinggal dua hari lagi berakhir tapi malah kena sial kaya begini.


Gara-gara hal ini pula, gue jadi merenung lagi. Tahun 2018 ini adalah TAHUN KEHILANGAN buat gue. Secara singkat aja gue jembrengin yaa overview 2018 versi gue.



TAHUN KEHILANGAN

Di awal tahun 2018, gue sempat mengalami kehilangan terberat karena anjing Pomeranian kesayangan gue meninggal di usia 6 tahun. Nggak ada tanda-tanda selain tubuhnya yang belakangan makin kurus dan susah makan. Tepatnya di 19 Januari 2018, sehari sebelum gue mengikuti Rakor di Bandung bersama tim FA (Finance Accounting) kantor.




Kemudian, di pertengahan tahun gue kehilangan nanny yang udah sangat gue percaya selama dua tahun menjaga Leon. Bersamaan dengan hari besar Idul Fitri, setelah pulang kampung doi nggak balik balik lagi karena mau mengurus saudaranya yang sakit di kampung.

Sempet berantakan banget pasca nggak ada nanny, bukan karena Leon terlalu nempel sama doi. Tapi justru gue terlalu mempercayakan semua pekerjaan domestik sehingga standar gue akan nanny pengganti/baru menjadi tinggi. Jadinya justru gue yang terlalu attach sama nanny lama bukan anak gue yang terlalu attach. Hal ini nggak baik guys, karena gue jadi nggak cocokan sama orang baru. Terlalu membanding-bandingkan hasil kerja si orang baru dengan nanny lama.

Padahal ya namanya juga orang baru, mana bisa sama persis cara kerjanya kaya orang lama kan. Biasanya gue tanpa harus menyuruh atau ngomong sampe berbusa-busa, orang udah tau apa yang harus dilakukan. Lah ini namanya orang baru, gue terlalu ekspektasi tinggi bahwa dia akan bisa mengerjakannya. Udah diajarin berkali-kali ada aja salahnya, jadi bikin keki.


Tapi perjuangan ketidakcocokan dan drama mencari nanny baru ini berakhir setelah bertemu Ncus Masha. Gue mulai adjust and lower my expectation, belajar menerima kekurangan orang baru ini. And turns out, everything went so good so far. So lesson learned ya moms, don’t attach too much with your nanny. Sekalinya ditinggal pulkam, patah hati euy πŸ’”


Menjelang akhir tahun 2018, seperti yang udah gue sampaikan di awal. Gue kehilangan hape kesayangan, recently. Kenapa bisa hilang? Karena sepertinya udah diincar dari awal. Kemarin itu lagi jalan di mall bertigaan doang tanpa nanny. Nah, sementara Beey pergi ke supermarket, gue dan Leon muter-muter di suatu toko baju berduaan doang.

Singkat cerita, karena Leon lagi rungsing gara-gara nggak boleh beli kaos kaki yang ada gambar Paw Patrol-nya. Dia lari keluar toko sambil bawa-bawa tuh kaos kaki, sampe mesin detector di pintu masuk bunyi-bunyi.

Gue sampe harus keluar lari kejar-kejaran sama tuh anak. Itu posisinya gue masih pegang hape. Kemudian masuk dan bayar belanjaan, sambil nunggu si Beey datang baru kita capcus. Udah di luar toko gue mau nelpon ipar eh kok nyari hape udah nggak ada 😭😭

Langsung gercep connect Samsung Account dan Find My Phone. Lokasi masih di sekitaran Mall tapi begitu kita rang (telpon ke Samsung Account kita lewat fitur Find My Phone akan tetap berbunyi dengan suara maksimum meskipun hape dalam kondisi silent), eh lokasi langsung bergeser ke sebrang Mall. Sampe 10 menit kita kejar, akhirnya lokasi nggak ke detect lagi karena hape gue keburu out of range dan offline.

Akhirnya pasrah nggak akan kekejar lagi, gue langsung wipe out remotely data-data di hape. Karena ngeri sama data kartu kredit, transaksi perbankan dan data-data kantor pula. Nggak lupa untuk blokir nomor hape juga. πŸ˜­πŸ˜­

Sedih kalo diinget apalagi tuh hape belum lunas, masih nyicil baru tiga bulan dan merupakan kado anniversary dari suamiiiiiii πŸ˜­πŸ˜­

Tapi kata si Beey, udah lah harus direlakan supaya jadi berkah buat orang lain. Daripada diratapi dibawa sedih terus-terusan, nggak akan bikin hape nya balik lagi. Malah jadi merusak mood dan suasana, apalagi masih liburan gini kan masih kumpul sama keluarga. Dear you, my phone stealer! I wish you enjoy your time ya during this New Year holiday. Semoga berkah dan bermanfaat. Nggak mau doain yang jelek-jelek, anggaplah keteledoran gue sendiri.. Doa gue mah cuma satu, yang penting semoga tahun depan gue punya rejekinya bisa beli hape baru lagi :””)

PERTAMA KALI MENANG LOMBA BLOG

Awal tahun 2018, gue sempet menang lomba blog dari Mobil123. Hadiahnya mantap jiwa gan! Hahaha. Voucher MAP senilai sekian-kian yang pokoknya lumayan banget bisa beli mainan Leon di Kidz Station 😍


Pasca menang lomba itu gue makin semangat ngeblog dan gencar ikutan lomba yang hadiahnya jalan-jalan. Meski belum kesampaian menang lomba blog lagi, tapi setidaknya bikin semangat membara lah untuk rajin ngeblog.

Terbukti juga di akhir tahun 2018, gue berhasil menyelesaikan Blog Challenge One Day One Post (ODOP) dari Blogger Perempuan Network πŸŽ‰πŸŽ‰

Ini pencapaian paling jumawa sepanjang karir gue ngeblog loh. Nggak pernah seniat itu nulis setiap hari sampe kejar tayang, pusing mikirin content dan sibuk blogwalking ke sana sini. Ternyata challenge ini bikin gue ketemu orang baru, kenal dengan blogger dari komunitas yang sama dan menambah wawasan tentang dunia blogging. So happy πŸ’“


HARI PERTAMA SEKOLAH

Di tahun 2018, Leon resmi menjadi anak sekolah alias pelajar! Meski masih kelas Nursery tapi jadwal sekolahnya udah setiap hari. Jadi setiap pagi aktivitas gue bertambah, sebelum berangkat ke kantor gue harus mengantar Leon dulu ke sekolah.

Selama dua bulan pertama Leon sekolah, drama bangeeeeet! Ini kayanya belum pernah gue jembrengin di blog, cuma pernah curhat sekilas di IG ya. Jadi setiap pagi, Leon selalu menolak pergi sekolah. Kayak ada ketakutan gitu loh, gue kan sebagai emak baru punya anak gini jadi ikutan parno.

Tapi untungnya para guru di sekolahan sangat mendukung dan selalu membantu memberi masukan buat anak. Lambat laun mau juga si Leon sekolah.

Setiap hari ada progress lah, dari yang sebelumnya nangis ketakutan, nangis manja, nggak nangis tapi maunya ditemenin sampe masuk kelas. Sampe akhirnya bener-bener mau sekolah, sendiri tanpa harus ditemenin mama. It takes time, two months at least! Brace yourself moms yang tahun depan anaknya sekolah! Mana suaranyaaaaa…? πŸ˜‚

AKHIRNYA LULUS TOILET TRAINING

Cerita seputar keberhasilan toilet training silakan dibaca di sini yaaa:


Ini merupakan pencapaian juga nih karena nggak terduga banget bisa lulus toilet training tahun ini. Karena kalo ngeliat perkembangannya tahun lalu sampe pertengahan tahun ini, nggak ada perkembangan berarti. Baru pas mulai sekolah itu lah si Leon tergerak dan mantap untuk lepas pospak.



TRAVELING WITH LEON (BERDUAAN DOANG)

Liburan bawa anak itu CAPEK. Liburan bawa anak tanpa suami dan nanny, alias cuma berduaan doang? LUAR BIASA CAPEK.


Kalo disuruh jalan berduaan Leon lagi sih gue menyerah! Nanti tunggu dia udah SD aja deh mungkin baru bisa dan sanggup. Kalo di usia balita gini, gileeee repot dan capeknya jumawa.

Untung banget di sananya ada driver yang siap membantu dan mengantar kita berdua. Jadi nggak pusing urusan kendaraan, nggak kebayang mikirin harus memesan online sambil ngemong balita…

Last but not least, EVERYONE IS HEALTHY AND HAPPY.

Kebahagiaan seorang ibu itu pasti lah ya kalo suami dan anak semua sehat dan bahagia. Bersyukur banget tahun 2018 semua sehat, nggak ada yang sakit sampai harus opname atau sakit yang parah banget sampe harus bulak balik RS. Meski tahun ini, Leon sempet bulak balik UGD karena tangannya keplitek pas main sama uncle nya.

Sempet rontgen tangan untuk memastikan nggak ada apa-apa, and Thank God, beneran nggak ada apa-apa. Cuma memar dikit, jadi dibalur salep sama parem aja. Sama paling gue yang sempet berobat vertigo, tahun ini vertigo gue parah banget. Sampe harus minum anti depressant dan obat tidur supaya istirahat bisa berkualitas dan relaks.

Selebihnya, gue rasa so far so good lah. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih baik lagi, karena namanya kesehatan dan kebahagiaan itu tak ternilai.

Makanya gue masukin resolusi 2019 paling utama adalah MENTAL HEALTH. My most powerful mantra for close up this year, and prepare for greatness next year: MENS SANA IN CORPORE SANO. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.


Vertigo kambuhan gue ini sudah menjadi alarm yang cukup kuat. Bahwa kesehatan fisik itu bersumber dari pikiran dan kejiwaan. Tahun ini load mental pressure memang berlebihan banget, dari pekerjaan, rumah tangga pasca ditinggal nanny, dan inferiority complex yang merajalela. Sungguh kombinasi ciamik kan bikin kesehatan mental gue terguncang hingga memicu datangnya si vertigo. πŸ˜‚

Sebagai penutup, mari kita tutup 365 of 365 pages di 2018 ini dengan doa dan harapan akan hari-hari yang lebih baik lagi. Jangan lupa disertai usaha dan introspeksi diri juga ya! If you find good and bad things in 2018, remember that the good ones make you grateful meanwhile the bad ones make you learned your lessons. 

2018 Thank You, Next! Cheers to 2019!

[FREEBIES] Cara Membuat Blog Header di PicMonkey - Free Floral Elements Vector

Monday, 24 December 2018
Tutorial membuat blog header dengan free floral elements vector


Ini tulisan perdana bertema Tech and Review App di blog aku loh *tembak confetti*

Ada yang ngeh nggak blog aku tampilan baru semua, mulai dari blog banner, button back to top and my signature?

If you read my post till the end, di bagian bawah akan ada signature atau tanda tangan khas Jeenatassya. Demi menggaet lebih banyak followers blog di tahun 2019, gue tambahkan notes untuk jangan lupa click my FOLLOW BLOG button below the post….

Hadiahnya apa kalo udah di follow? Nanti gue kasih hadiah dong, tentunya. Berupa kecup manis dan ucapan terima kasih… Lol
Nggak deng….nanti di akhir post ini gue akan bagi-bagi floral elements yang bisa kalian kreasikan sendiri. Seru nggak? Excited nggak? Please jawab iya…hehehe


Gue itu nggak suka-suka banget sama bunga, tapi entah mengapa selalu gemas sama floral elements. Warna-warna khas watercolor dan bernada pastel adalah kesukaan gue. Makanya setiap kali browsing vector gratisan selalu cari floral pattern or floral vector as the keywords.

Nah, akhirnya karena menemukan seller di Etsy yang menjual floral elements dengan background transparent, gue coba beli aja mumpung diskon. Nama seller-nya PixieAndPaper, kindly check her shop on Etsy ya!

Nggak seperti vector gratisan yang biasanya, dimana kita bisa tinggal download dan langsung gunakan sesuka hati. Karena biasanya design floral elements-nya sudah disusun sedemikian rupa. Jadi nggak bisa dikreasikan semau kita. Dengan membeli floral elements PixieAndPaper ini, gue dapat 20 floral elements yang bisa gue kreasikan sendiri mau kaya gimana.

Format yang diberikan juga sudah berbentuk .png atau transparent background, sehingga nggak perlu edit untuk menghilangkan background lagi.

Untuk aplikasi yang gue gunakan saat berkreasi dengan floral elements ini adalah PicMonkey. Silakan di download dulu kalo belum punya ya.


Langkah-langkah cara membuat blog header di PicMonkey dengan floral elements:

  • Setelah download aplikasi PicMonkey, silakan download file floral elements berikut ini. Kemudian unzip pada file manager di hape Android atau menggunakan PC/laptop. Download Floral Elements gratis : Floral Elements untuk Blog Header

  • Kalo udah ke unzip, buka aplikasi PicMonkey di hape Android kamu lalu pilih “ Blank Canvas “ – Pilih Size “ Google Plus Banner “ lalu klik centang di kanan ata – Next.
Cara membuat blog header di PicMonkey

  • Di bagian bawah ada beberapa pilihan editing yang bisa kamu gunakan: Crop, Adjust, Effect, Touch Up, Cutout, Text, Graphics dan Draw. Untuk menambahkan floral elements silakan pilih “Graphics“
Cara mudah edit foto di PicMonkey

  • Tinggal pilih deh mau element yang mana mau kamu kreasikan. Untuk mengatur ukuran, rotate dan copy gunakan “ Transform “. Berikut ini hasil setelah floral elements dikreasikan.
Cara mudah membuat blog header di PicMonkey dengan free floral elements vector

  • Kalo sudah, jangan lupa tambahkan judul blog dan tagline yang mau kamu tambahkan untuk blog header. Gunakan pilihan “ Fonts “, silakan pilih sendiri ya jenis font dan warna sesuai selera.
Blog Header free floral elements vector


  • Jika sudah selesai menambahkan tulisan, pilih centang di kanan atas, kemudian klik Save. File yang di save nantinya akan berbentuk .png

  • Untuk mengganti blog header, buka situs Blogger – Layout – Klik Edit di Page Header lalu upload blog header yang tadi sudah di edit di PicMonkey.

Nah, gampang nggak membuat blog header di PicMonkey? Kalo masih ada yang kesulitan dan membingungkan, feel free to ask ya. Untuk edit signature dan back to top button juga gue pake PicMonkey. This app is surely easy to use!

Gue lebih suka ngeblog dan edit foto di hape sekarang, ringkas! Kalo pake laptop ribet banget kan harus pindah-pindahin dulu.

Happy editing ya guys! Kalo udah berhasil nanti tag aku yaaa.. really appreciate it! 


Blogging Goals 2k19

Wednesday, 19 December 2018


First of all, let’s give us applause for (FINALLY) reach this point. The last day of BPN 30 Day Challenge 2018 πŸŽ‰πŸŽ‰

Untuk penutupan Blog Challenge One Day One Post (ODOP) ini bertemakan Target Blog 2019. Kalo Bahasa gaulnya - Blogging Goal 2k19 😎

Seperti yang pernah gue ceritakan bahwa pada awalnya gue nggak pernah berencana mempublikasikan tulisan-tulisan gue. Secara kebanyakan berisi pengalaman dan curhatan pribadi.


Tapi lambat laun, ternyata ada beberapa orang yang merasa tercerahkan sehabis membaca tulisan gue di blog. Dan hal ini membuat gue termotivasi untuk terjun lebih dalam lagi, menulis artikel dan membuat konten yang menarik agar lebih enak dibaca.


Sebelum mulai membahas target blog tahun depan, gue mau mengucapkan terima kasih kepada Blogger Perempuan Network yang telah mewadahi para blogger pemula ini untuk berkreasi dan men-challenge diri masing-masing.



Terima kasih juga karena telah mempertemukan sesama blogger pemula, sehingga kita bisa sama-sama bertumbuh dan belajar. Seperti menjaga konsistensi dalam menulis, teknis-teknis seputar Google Analytics dan Adsense, serta memperhitungkan PA/DA, pageviews, bounce rate etc.

Terima kasih karena telah memberikan kesempatan kepada kita untuk memperluas jaringan sosial karena pada awalnya kita saling tidak mengenal, namun pada akhirnya kita semua berteman 😘


Masih seperti mimpi sih ya, ternyata 30 hari berlalu sudah. Rasanya hidup gue dalam 30 hari terakhir ini, otak nggak berhenti muter. Mikir terusssss, mau nulis apa dan mau bikin konten kaya gimana. Jadi berasa kaya dikejar-kejar deadline sih. Mungkin jadi latihan ya menjadi penulis beneran yang setiap hari dikejar target.

Tapi anehnya meski serasa dikejar-kejar gini, tetap happy menjalaninya. Mulai dari brainstorming dengan mencari ide tulisan hingga eksekusi menjadi tulisan yang layak dibaca orang. Every part of it I enjoy! Everything is so fun and addicting, ya nggak sih??


Kalo sebelumnya gue udah ngejembrengin PersonalTarget 2019, kali ini gue mau coba lebih spesifik dalam Blogging Goals 2k19. Harapannya tentu target-target yang dibuat ini bisa terpenuhi semua. Demi apa? Demi kepuasan pribadi tentunya. 😁

Nggak mau muluk lah, ngarep-ngarep target tercapai demi bisa me-monetisasi ataupun bisa menginspirasi orang lain. Hal-hal ini biarkan berkembang seiring berjalannya waktu aja. Gue percaya kok semua proses akan membuahkan hasil. Dan hasilnya biasanya nggak mengkhianati usaha kan!

Berikut ini target blog 2019 versi Jeenatassya Blog.



#TARGET 01 - Reach 50k Pageviews 🌞

Iya gengsssss, sekarang belum ada segitu. Setengahnya pun belum sampe, sedih banget kan 😭
Baru merangkak naik cukup signifikan sejak Blog Challenge ini nih. Makanya mudah-mudahan tahun depan tetap bisa konsisten menulis, sehingga bisa lebih dilirik orang. 

Kenapa harus dipasang target kaya gini? Soalnya sebelumnya gue nggak pernah mikirin blog traffic loh. Nggak ngeh juga efeknya apa sih angka-angka tersebut. Tapi ternyata melihat traffic yang semakin baik itu ada kepuasan batin tersendiri.

Bahwa ternyata ada pengunjung blog selain diri gue sendiri yang membaca tulisan-tulisan di sini. Terharuuuuu....

Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi dalam menulis sehingga pengunjung juga makin betah mampir ke sini, aminnnn πŸ™


#TARGET 02 - Engaged More Blog Followers (100 folls) 🌞

Silakan di cek ke bagian bawah blog ini, hingga tulisan ini gue buat angkanya sungguh menyedihkan 😒😒 Yang follow blog baru satu orang euy, entah mengapa.. Padahal gue rajin follow-follow blog orang. Seneng aja nambahin jumlah reading list juga kan...

Kalian-kalian yang baca ini tolong follow juga dong blog akuuuu...hehehehe



#TARGET 03 - Write More Articles (72 Total Posts at Least) 🌞

Ini ngomong gampang betuuuul... realitanya selalu bubar jalan πŸ˜‚ Apalagi kalo bulan Juli - Agustus waduh....bisa nulis 1-2 post aja pencapaian itu.

Nah, targetnya tahun depan gue mau lebih rutin menulis minimal seminggu sekali. Pengennya sih sebulan itu minimal 6 blogpost ya. Tapi gue nggak mau terlalu maksa juga setiap bulan harus segitu. Karena kadang ide dan mood menulisnya bisa beda-beda juga tergantung suasana.

Sejak Blog Challenge ini, gue bahagia betul lihat jumlah postingan akhir tahun 2018. Semoga tahun depan bisa melebihi tahun ini deh. Semangat yaaa teman-teman penulis dan blogger! Semoga tahun depan semakin banyak topik untuk dibahas dan diulas.


#TARGET 04 - Blog Project, Competition and Sponsored🌞

Waktu kemarin membahas soal Mimpi Yang Tertunda, gue ada iseng-iseng melemparkan statement terkait Blog Project ini. Mudah-mudahan dilancarkan deh, sekarang sih masih fokus ngeberesin PR tahun ini dulu lalu mau holiday and take a rest for a while...

Nanti tahun depan baru disusun lagi planning-nya mau ngapain. Bakal lebih giat ikutan blog competition juga, mana tau kesampaian bisa jalan-jalan gratis. Lol

Terus kalo memang dipercayakan bisa mempromosikan suatu produk atau brand lewat Sponsored Post, waduh bahagiaaaa pasti! Tapi ya sekali lagi, gue kembalikan pada keadaannya aja gimana nanti. 

πŸ’›πŸ’›πŸ’›

Overall, tahun depan akan lebih serius dan giat dalam blogging. Nggak mau lagi menyia-nyiakan kesempatan dan kemampuan yang ada. πŸ‘Œ

Sebentar lagi mau liburan akhir tahun, udah pada punya rencana kemana dan mau ngapain nih? Kalo gue, tentunya akan menikmati liburan ini. Bakal banyak acara berkumpul sama keluarga dan menutup tahun 2018 bersama-sama.

So, lastly, Happy Holiday ya everyone! See you next yearπŸ’›πŸ’›



Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Back to Top