Find Me on Social Media

Image Slider

#02MyWeeklyJournal - Things I learned from #17Months old FX Leonhart

Sunday, 4 December 2016

Jadi ceritanya beberapa waktu lalu kita lagi main di Amazone, MAG. Lucunya, kalo bawa Leon main ke tempat mainan kaya gini, ngga tau ini anak emang bawaannya irit dan hemat apa gimana, wkwk. Jadi kita kalo bawa Leon main ke wahana macem Amazone, Timezone dll-nya itu dia mau NAIK mainannya, tapi kalo dinyalain dia nangis, Lol. Jagdi ya enak kan kalo suntuk di rumah, bisa tetep refreshing sama Leon tanpa keluar biaya top-up saldo! Huahaha
Biasanya kalo dia bosen, gue dudukin aja di strollernya terus gantian gue yang main deh, iya kalo emaknya mah ngga irit, Lol. And that day, si Leon liat mainan mandi bola di sana. Gue awalnya ngga yakin mau kasih dia masuk, tapi dia nangis mulu ngerengek-rengek minta main di situ. Jadilah gue akhirnya ngga tega, karena udah di distract sedemikian rupa pun ngga ngefek. Dan berhubung dari dulu jaman gue kecil, mandi bola itu mainan favorit gue. Ya udah lah mungkin emang si Leon ceritanya mau ngajak emaknya ini having fun juga *alesan bisaan aja*

Eczema Now & Then

Sunday, 27 November 2016


Kali ini gue pengen nulis tentang perkembangan Eczema-nya Leon. Soalnya beberapa orang sering nanyain gimana soal alerginya, apakah masih pantang makan dsb-nya. Soalnya dulu gue pernah post tentang eczema-nya Leon di blog dan di forum, banyak yang WA dan Line nanya-nanya soal ini. Padahal aku juga bukan expert tapi ya saling berbagi informasi dan pengalaman pribadi kan ngga ada salahnya :)


Baca juga ya cerita-cerita Eczema Leon lainnya di sini:
#Eczema –Part 1: Our worst nightmare
#Eczema –Part 2: Allergy Dietary – Food Elimination

Update per saat ini usia baby Leon 17 bulan, his eczema are getting way more better. Kalo dulu waktu dia masih piyik, alergi dan pantangan makan ibu dan anaknya buanyaaak bener: susu sapi, telor, seafood dan kacang-kacangan beserta semua turunannya. Even though gue yang ASI eksklusif harus pantang makan segitu banyak, tapi hal ini ngga menyusutkan perjuangan gue buat tetep ngasih ASI ke Leon. Dulu, fase awal 10 hari pertama mulai pantang, gue literally cuma makan kentang rebus dan sayur. Tapi ASI gue tetep luber dan stok ASIP menuhin freezer, Leon juga berat badannya melebihi berat badan ideal usianya saat itu alias semok dan gendut.


Kuncinya harus kuatkan hati, ngga usah dengerin omongan orang dibilang ASI nya ngga bergizi lah, ibunya makin peyot kaya ngga keurus lah, nanti tua-nya bakal sakit-sakitan dsb-nya. Biarpun makanan gue terbatas dan banyak ngga boleh ini itu, gue bersyukur banget karena masih bisa makan daging dan nasi padang, Lol.


Yang jadi tantangan justru ketika Leon mulai Mpasi, kasian menu-nya jadi ngga banyak variasi. Tapi seiring berjalannya waktu, as his eczema also getting better, antibody-nya juga makin kuat, lama-lama banyak makanan yang dia kebal. Sampe saat ini, dari sekian banyak yang dulu Leon alergi, sekarang tinggal telor sama kacang tanah yang masih belom lewat. 

Dan spot-spot atau titik rawan kulitnya dia yang dulu banyak banget, di pipi kanan kiri, lipatan tangan kanan kiri, lipatan kaki belakang lutut kanan kiri dan bagian paha. Kalo sekarang tinggal bagian paha aja yang masih sensi. Ini bukan akibat ruam popok atau diaper rash loh ya, emang di bagian itu ada seceplokan eksimnya. Kalo dideskripsikan teksturnya nimbul, kemerahan, kering dan bersisik. 

Bagian-bagian eksimnya ini yang harus rajin di maintain, kalo baby Leon dari dia 2,5 bulan gue ngga pernah lagi pakein lotion, cream atau sejenisnya itu lah. Cuma dipakein minyak zaitun aja untuk membuat kulitnya moist dan lembab, karena point penting kulit eczema itu adalah ngga boleh sampe kering.


Sekarang kalo makan juga udah ngga terlalu dipantang ketat, cuma telor dan kacang tanah aja pokoknya yang masih dihindari. Tapi kadang gue suka iseng nyobain makan salah satunya, efeknya kalo Leon paparannya secara ngga langsung (lewat ASI), dia tidurnya duhileeeh rese benerr. Bener-bener sepanjang malem tidur itu matanya merem sih tapi badannya muter sana sini sambil tangannya ngegaruk entah itu kaki, tangan, muka atau perut dan punggung. 

Leon juga kalo malem tidurnya harus pake baju lengan panjang dan celana panjang, kalo ngga ya semua badannya besok paginya bekas garukan semuaaa huhuhu... kalo lagi kumat gara-gara ASI gue yang ter-contain alergennya, nasib deh gue ngga bakalan bisa bobo semaleman karena harus sambil ngusap-ngusapin dan garukin dia. Kalo Leon yang terpapar alergennya secara langsung, misal dia makan omelet atau makanan yang mengandung kacang, badannya langsung merah dan gatel-gatel di area tertentu, pernah juga bibirnya sampe bengkak loh. Kalo udah gitu dia pasti rewel beratttt, mungkin ngga enak ya satu badannya gatel semua.


Kalo udah kumat sih biasanya kita pantau aja, ngga langsung dikasih antihistamin untuk redain alerginya. Soalnya kasian kan kalo dikasih obat melulu tiap dia salah makan, as long as anaknya tetep aktif dan ngga ada demam atau efek lain, kita biarinin aja sampe alerginya mereda dengan sendirinya. Anyway ya, sekedar suggest, namanya alergi itu bukan untuk diuji coba. 

Gue ngga pernah dengan sengaja ngasih dia makan yang mengandung alergennya karena gue paling anti dan ngga percaya sama istilah 'makin dicobain makin kebal'. Namanya juga alergi, justru ya memang harus dihindari. Menurut beberapa literatur yang pernah gue baca, alergi yang semakin diperparah dengan dirangsang alergennya secara terus-terusan justru bisa menyebabkan alerginya makin parah. Misalnya, tadinya cuma alergi kulit kalo makan telor, tapi tiap hari sengaja dikasih telor terus-terusan, yang ada bukannya makin membaik tapi bisa makin parah loh, yang tadinya cuma alergi kulit mungkin bisa jadi alergi anaphylaxis lama-lama. Itu loh jenis alergi paling berbahaya yang jika subjeknya terpapar alergennya bisa menyebabkan susah napas dan bahkan sampai menyebabkan kematian. *amit-amit* *ketok meja*


So far, alerginya Leon sebatas alergi kulit aja. Kalo bapaknya, jenis alergi rhinitis yang mana kalo kepapar alergennya dia jadi bersin-bersin dan pilek terus-terusan. Dulu waktu masih di apartemen, si Beey alerginya kaga sembuh-sembuh. Karena kondisi sirkulasi udara yang kurang baik dan sinar matahari yang jarang masuk ke apartemen kita. 

For almost two years deh kayanya tiap sebulan sekali dia harus ke dokter, tebus obat yang diminum lah, yang ditetes ke hidung dan macem lainnya. Bisa bayangin ngga pilek selama hampir dua tahun ngga sembuh-sembuh kaya apa tersiksanya, si Beey juga jadi emosian karena sakit kepala yang belakangan menyerang juga. Makanya sekarang kita pindah rumah, yang mana sirkulasi udara dan sinar mataharinya bagus. Si Beey udah jarang kumat alerginya, baby Leon juga lebih bebas mau gerak sana sini karena lebih luas dibanding apartemen kita dulu :)


Well, like I said, I'm not an expert with allergy things and all, but since my husband and my kid got severe allergy and I'm dealing with it everyday, I guess that made me, at least, an advanced then? Lol

Life as we know it

Monday, 17 October 2016


I've been put a lot of thoughts before writing this, I hope to anyone who read this post won't feel offended. We all agree that people are judging, no matter how good we are, they always pointed their finger upon us, see the worst part of ourselves, trying to find our mistakes instead of our achievements. As we are humans, we are imperfect, yet our lives full of messy things and we failed not only once or twice, but perhaps, several fckin times. It's not because we become idiots or too stupid to do those mistakes all over again, but simply because we are human. I did some stupid and not so good things to be done lately, I feel terrible and so much guilts.


Is this how life supposed to be? We, sometimes, fulfill our brain with a lot of thoughts that bothersome, but yet we forgot how to express it, how to share it with others, we busy keep it for ourselves. And by the mean time, all of the thoughts are just like a time bomb. It explodes when the time comes.

You may feel out of breath, things went crazy and seems like everything we've done never good enough. I did everything as best as I could yet things went all over its place, and that drives me nuts. I never thought even a glimpse, life is so freakin cruel but the fact is, it is. And there's just you face the truth or being in denial, making boundaries so other people may take their part away from you. Our families getting far, our friendship circle getting smaller and we lock up ourselves, keep it as far as being hurt again.

We are humans, we aren't normal at all. We keep looking for things to get better, as the time heals. In the end of the day, we all knew, it only ourselves to be rely on. And the next day, we hope the present to be fast-forward or we pause as long as we can. Until the promise land of the future, until we feel those happiness inside our bones.

Until then, I realized my life isn't sucks, people can't handle me is. Because I'm fckin human, and so do you. What do you expect me to do then? Being as sincere as God is, or being kind and generous like a Saint? Geez. 

Name it one single person, whose life not messy at all. Can it be you though? So don't forget, before pointing your finger to someone else, remember the other four fingers are pointing at you. That's how life supposed to be. We should think we aren't freakin perfect, so don't expect too much from others, too. 

If they wrong and making mistake, teach them and don't complain. If they hurt you, forgive. And if they did better than you, appreciate and flatter their heart because you have no idea how many times they fought to be stand on their foot now, you have no idea the sacrifice they made, and you probably have no idea what they went through. Just a little appreciate could work and life would be breathtakingly beautiful.

10-10 yang ke-10

Wednesday, 12 October 2016
After ten years....

We still madly in love *uhuk-uhuk*

Ga berasa banget udah sepuluh tahun aja terhitung dari RESMI pacaran, SAH di altar bahkan sekarang udah bergelar PAPA MAMA EON. Dari jaman rok sekolah masih biru muda, ke biru tua, ke abu-abu, sekarang udah pake rok hitam. Masih suka lupa kalo kita sekarang udah jadi orang tua, secara kelakuan (kadang-kadang) masih suka kaya bocah. Kalo masuk toko mainan dikira orang beliin mainan buat anak, padahal bapaknya nyari koleksi hot wheels new collection. Atau kalo nongkrong di toko buku dikira orang nyari buku parenting atau cooking, padahal emaknya nyari koleksi serial Hai Miko terbaru, Lol.

Roller Coaster & Motherhood Journey

Friday, 30 September 2016


Walaupun peran sebagai orang tua ini baru aja dilakoni dua tahun belakangan, tapi kalo mau ditulis ga bakal cukup cuma jadi sebatas cerpen, mungkin bisa jadi novel trilogi, lol. Dulu waktu masih berdua-duaan sama si Beey, topik yang diomongin seputar parenting ya cuma sebatas "Aku pokoknya nggak mau jadi ayah yang galak, maunya deket sama anak, nggak boleh ada gap antara ayah dan anak" atau "Aku pokoknya kalo punya anak nggak akan larang ini itu, mereka bebas ngelakuin apapun yang mereka mau" Well, well...

Betapa muluk dan naif banget emang, dan ternyata setelah kita jalani namanya jadi orang tua itu nggak gampang. Mungkin kalo bisa gue coba gambarkan, parenting itu is like riding a roller coaster. Di satu sisi, ketika si roller coaster naik secara perlahan ada perasaan takut dan exciting ketika adrenalin kita mulai dipacu. Dan begitu keretanya mulai meluncur turun kenyataannya bukan lagi antara takut dan exciting, but for a glimpse, we feel regrets or even remorsed. Kita berharap dari awal nggak usah naik kalo rasanya bikin jantung naik ke ubun-ubun gini mah atau rasanya nyesel aja gitu ngabisin suara buat teriak-teriak, tapi ketika akhirnya kereta berhenti justru kita merasa "That was fun, I want to do it all over again". And that was how my feelings are when it comes to motherhood.

Menikah dan punya anak di usia gue yang bisa dibilang cukup muda ini menjadi tantangan tersendiri karena yang susah itu adalah kadang gue masih sering membandingkan kondisi gue sekarang sama temen-temen yang belum nikah dan punya anak, masih sering sirikan lah gitu istilahnya, wkwkwk. Paling senewen kalo udah weekend atau long holiday semua orang di Path atau Instagram nge-post foto-foto travelling mereka atau sekedar hangout ke kafe mana. Lah gue mah cuma sibuk nge-like postingan mereka aja palingan, lol. Suka masih jetlag karena umur sepantaran gue dan si Beey ini kan usia-usia rawan juga, secara umur sih mungkin udah adult ya tapi kalo secara emosi dan logika kadang nggak jauh beda sama junior high. Masih banyak pola pikir atau pandangan dan persepsi yang kadang dianggap masih bocah padahal kan kita sekarang udah punya +1. Dan ya hal-hal kaya gini yang gue bilang justru tantangan, apa iya kita yang masih dibilang belum dewasa dan belum siap ini bisa menjadi orang tua seutuhnya?

Mau menampik perkataan orang kalo kita belum siap, tapi kok kalo berkaca ya kadang ada iya benernya juga. Masih tinggi ego masing-masing untuk mikirin diri sendiri ketimbang orang lainnya. Masih sering sotoy dan nggak mau kalah kalo berdebat akan suatu hal yang nggak sesuai dengan persepsi kita. Masih sering berpikir short term daripada mikir panjang ke depannya akan seperti apa. Tapi sebagai orang tua juga bukan berarti kita hidup tanpa beban dan nggak mikirin anak sama sekali, walau terkadang cara kita aja yang sedikit unik dan berbeda. Dan fakta pahitnya, berbeda itu justru dianggap salah. Kalo nggak seperti yang orang lain mau dan kehendaki seringkali kita yang di-cap salah.

Makanya buat gue pribadi, punya pasangan hidup yang selalu sepaham dan sepemikiran ini adalah strength point kita, kenapa hal ini penting karena fondasi suatu keluarga itu bukan di pihak suami aja atau istri aja tapi kedua belah pihak. Buat gue, si Beey juga bukan cuma sekedar suami atau mantan pacar aja, dia itu partner, kakak, psikolog, coach merangkap jadi satu. Gue nggak pernah segan cerita hal apa pun ke dia, nggak pernah takut akan dinilai childish atau cemen, setiap perubahan dan tindakan apa pun yang akan gue lakukan gue selalu tanya pendapat dia. Syukur Puji Tuhan, kita berdua sama-sama tau borderline dan batas keras masing-masing. Jadi kalo emang udah tau di awal si Beey kayanya nggak bakal setuju, ya gue nggak pernah ngeyel juga ungkit-ungkit depan dia. Begitu pun dia juga gitu, dia tau hal-hal apa aja yang bisa bikin gue sewot. Jadi daripada mancing emosi satu sama lain, biasanya ya kita sama-sama membatasi diri aja. Bukan berarti hubungan kita juga lancar jaya aja, loh. Sering juga sih kalo lagi sama-sama ngeyel, sama-sama lagi misruh-misruh nggak jelas ujungannya nyenggol pihak yang lain. 

I remember a quote said, 'If you wait till you're ready, you'll be stuck probably for the rest of your life'
Luckily, biarpun kita nikah muda dengan segala keterbatasan dan kesulitan, but at least, kita menjalaninya sama-sama happy, sama-sama enjoy dan justru tantangan-tantangan yang ada di depan gue dan Beey ini malah menguatkan satu sama lain. 

Kangen sih masa-masa belom punya buntut, keseharian gue cuma sibuk dengan kegiatan yang gue suka. Malem mingguan bebas mau kemana aja dan ngapain aja. Punya duit juga suka-suka mau dihambur-hamburin buat apa. And I also remember that glorious feeling of going to sleep late on a weekend night (or mostly every night), and knowing that the next morning I had nothing I had to wake up early for. I could sleep as late as I wanted and roll out of bed at my leisure. I remember those times, when I had dinner, and not standing up even once during the meal. But yeah, that old days were nice but today is better.

Kalo sekarang kan bedanya weekdays sama weekend itu: suara alarm kah yang akan bangunin atau suara tawanya Leon sambil ngelitikin papa mama-nya yang masih pules bobo, lol. 

Kalo dulu gue apa-apa cemen (walaupun sekarang juga masih sih) tapi kalo sekarang, at least, gue lebih berani mencoba. Kaya waktu kemaren family day dari acara kantor, gue dan Beey main ke Dufan. Nggak tau kesambet apa, gue nantangin main Halilintar. Biasanya sih mainan ekstreme yang bakal gue mau naikin di Dufan adalah mentok, alap-alap. Sekarang ngajakinnya Halilintar, keliatan banget dong bedanya? Lol
Waktu ditanya si Beey, serius apa nggak nih? Gue pede dong jawabnya, iya serius, supaya nanti aku bisa pamer sama Leon, MAMAA BERANI MAIN HALILINTAR.
Well, yea, cemen-nya belom berubah sih kayanya (cemen banget niatnya pamer sama anak), lolol :D

- x o x o

June 23rd - Sept 23rd

Friday, 23 September 2016
15 months!
Happy 15 months my dearest baby boy!
Look who's turn 15 today, mommy's favorite number xixixi
Anyway, this Friday never felt this good. Since we're in celebratory of Leon's day *hooray*
Today I want to post details of Leon's 1st birthday held on June 25th, 2016. Kinda sooo late I know, and today's post in English because I'd like to thanking my source. Because without their idea, I will never make it happen, or it will probably won't turn great like this :)
You guys can check their website here

I used the same theme: "Classical Winnie the Pooh" with some modify because the origins was for baby girl shower party, whereas I used it for my baby boy 1st birthday party.

My Other Life Changing

Monday, 27 June 2016

What if I ask you, what’s your dream job you’ve got in mind?
Gue sendiri kalo ditanya, biasanya cuma senyum-senyum mesem, lol. Jadi yaaa kalo ditanya dream job gue apa, gue sendiri ga tau dan perhaps, ga akan pernah tau juga. Tapi mungkin pertanyaan yang bener itu, dream job gue kaya gimana sih. As simple as this, mungkin kalo bisa disimpulkan impian gue itu cuma satu, punya pekerjaan yang sesuai dengan hobby and ability. Karena gue suka iri deh sama orang-orang yang bisa memperoleh penghasilan dengan bekerja sesuai dengan hobi dan kemampuannya, kaya misalnya demennya sama dandan dan fashion, di jaman sekarang udah banyak betebaran juga tuh profesi Beauty and Fashion Blogger, ada juga yang emang hobinya makan dan jalan-jalan ya udah jadinya kerjanya gitu dilakoni aja dan terbukti sukses juga semacem para traveller atau food blogger. Gue sendiri kalo ditanya hobi gue mah banyak, minat bakat juga banyak cuma karena dari dulunya ga ada yang diseriusin ya udah deh jadinya kesannya gue ga punya minat bakat apa-apa. And this is kind of pathetic imho, karena di jaman sekarang ini soft skill does matter other than anything else.

Reminiscing.....

Wednesday, 22 June 2016
Baru sadar gue ga pernah share cerita-cerita saat hamil sampe melahirkan bahkan seputar parenting yang udah setahun ini gue dan Beey lakoni. Simply bukan karena ga mau berbagi, tapi susyaaah waktunya booook.. Ini aja nyolong-nyolong bikin draft di kantor mumpung lagi ga ada bos, xixixixi….

Anyway, post ini ceritanya untuk reminiscing our one year being a parent journey wohoooo! Yep, our little kiddo turns one tomorrow, hooraaaay!! Ga bisa percaya banget, udah setahun kita bergelar PAPA MAMA.

Sebelumnya, tetep mau bersyukur dulu sama Tuhan Yesus atas kasih dan karunia-Nya sehingga kita dipercaya menjadi orang tua yang mungkin jauh dari kata sempurna untuk FX Leonhart. Semoga ke depannya kita semakin diberikan kebijaksaan dan kedewasaan serta kepekaan dan kelapangan hati supaya bisa membesarkan putera terkasih ini menjadi anak yang berbakti dan baik hati :)

Namanya juga orang tua baru, penuh drama dan lika-likunya. Apalagi usia kita yang masih termasuk muda dan baru sama-sama merintis karir, belum mapan secara keseluruhan. Delapan bulan kosong setelah nikah, kita dikasih kepercayaan untuk jadi orang tua.

Actually, that time was very unplanned. Jadi ceritanya sih dulu waktu awal nikah, komitnya mau nunda dulu at least one or two years baru planning untuk punya anak. Waktu itu kita sama-sama lagi doyannya jalan-jalan, terakhir itu kita lagi trip ke Bangkok eh pulangnya bawa 'oleh-oleh', wkwkwk.

Secara waktu awal nikah itu gue juga masih skripsian, eh beres sidang skripsi malah dikasih hamil. Emang udah takdirnya kali yaaa, emang sih kita nunda tapi ga KB juga soalnya secara agama juga KB itu di agama gue ga diperbolehkan sebenernya, jadi ya udah kita mah KB alami aja, pake kalender but still, if He’s got a plan…we have to prepare for it ye kaaaan….

Dibilang unplanned is means very very unpredictable and was totally unprepared tho. Secara pas itu gue baru masuk kerja juga, eh dua minggu anak baru malah blendung. Untungnyaaaa, again ya namanya rencana Tuhan, di kontrak kerja ga ada larangan tuh karyawan dengan status kontrak dilarang hamil. Malahan karena gue terdaftar sudah menikah, melahirkannya di-cover juga loh. What a lucky!

Dimulai dari kecurigaan gue yang udah telat empat hari, ga biasanya gue kalo dapet itu telat. Dan karena gue bilang tadi itu kan gue baru masuk kerja banget tuh ya, langsung deh hari ke-lima nya gue beli test pack. Dan bener ajaaa biarpun masih samar satu garisnya, beneran dua garissss huehehe….ya udah deh langsung surprise-in si Beey ala-ala, karena pas itu lagi deket-deket momen kita anniv jadian gue masukin test pack-nya di kotak yang isinya foto-foto dari jaman jadian terus ada kertas-kertas puisi dari jaman kita jadian, dihias pake kertas lope-lope juga. Reaksinya Beey?

Kaget pastinya. Tapi dia mah emang udah ngebet sih dasarnya pengen buru-buru liat bininya buncit :p Hari Minggu tanggal 26 Oktober kita bela-belain deh tuh nyari dokter kandungan yang praktek, supaya pas hari Senin bisa langsung ngadep bos, gimana nih Pak, saya dua minggu baru join di perusahaan Bapak udah blendung ternyata.

Kita kontrol hari itu sama Dr. Budi, spog di RSIA Hermina Podomoro Jakarta, terus dibilang sih beneran udah ada bakal janinnya tapi karena masih too early disaranin cek lagi dua mingguan lagi dan dikasih rujukan test darah lengkap untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan kegagalan kehamilan seperti cek kekentalan darah, rubella virus, HIV, resus, dll.

Terus ya besoknya pas hari Senin, sebelum ngadep bos gue ngadep HRD dulu nanya tuh begimana nih Bu. Dan ya karena juga di kontrak ga ada perjanjian ga boleh hamil itu dari HRD sih bilangnya ga masalah harusnya tapi tetep gue kudu lapor sama bos, jadilah gue ngadep manajer gue terus ya beliau sih ga masalah ya karena di kontrak sendiri ga ada larangannya. Amannnn cihuyyy!

Langsung deh baru berasa excitement-nya sama kehamilan ini, buru-buru join di forum mommies daily, gabung di thread first trimester ihiiiyyy. Baca banyak, banyak baca, supaya pinter. Gue itu orangnya susah percaya dan susah ngerti kalo Cuma baca artikel, I prefer reading in an open forum which is biasanya kan yang nulis orang-orang yang sharing pengalaman dan ilmu mereka, bahasanya lebih mudah dipahami dan lebih bisa dipercaya gitu loh secara ya itu kan pengalaman pribadi. Hal pertama yang gue hunting waktu itu adalah dokter kandungan yang ok, maksud OK disini adalah dari perspektif penanganannya terhadap persalinan yang notabene gue pengen lahiran normal, jadi harus cari dokter kandungan yang PRO NORMAL.

Mungkin kalo yang ga terlalu mementingkan hal ini nyari antisipasi if we can say, if shit happens gitu, kita ga tau kan saat lahirannya gimana terus ujungnya harus c-sect, maka yang jadi poin utama adalah nyari dokter kandungan yang jahitannya rapi dan ga sakit, ini penting juga. Tapi gue sendiri nyari yang pro normal dulu deh, terus juga harus yang sabar dan ga neko-neko gitu, I mean, gue ini waktu hamil BAWEL, banyak nanya. Wajar lah yaaa secara hamil pertama, wkwkw. Jadi gue pengen dokter gue itu yang harus bisa menjawab semua pertanyaan gue nantinya tanpa feel annoyed, ini poin penting nomor dua.

Btw, sekedar suggest sih, kalo nyari dokter kandungan itu sebisa mungkin disesuaikan dengan RS atau klinik atau tempat praktek yang terjangkau ya, terjangkau ini maksudnya dari segi biaya dan jarak, hohoho. Kalo gue waktu itu setelah hunting sana sini, baca sana sini, mampir forum sana sini, pilihan akhirnya jatuh ke Dr. Bambang WS. SpOG. yang prakteknya di RSIA Hermina Podomoro Jakarta dan kalo weekend ada juga di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading. Dari segi jarak, OK. Dari segi biaya langsung datengin ke meja informasi di masing-masing rumah sakit tsb, ya ternyata masih cukup terjangkau, dan yang paling penting, masih termasuk dalam list provider asuransi kantor, nyehehehehe….

Dua minggu setelah kunjungan pertama kita, nyobain deh kontrol nya ke Dr Bambang ini….dan ternyataaaa antriannya cuyyy satu hari itu bisa 50-an orang. Dan dia sistemnya ga bisa ambil nomor by phone gitu loh, jadi kita harus datang ke sana ambil nomor terus antri. Pas gue sampe sana sepulang kantor kira-kira jam 17.30 itu dapet antriannya nomor 58 sedangkan saat itu baru nomor antrian 15, udah pengen ngibarin bendera putih aja bawaannya, lol.

Akhirnya disuruh pulang dulu sama suternya, jadi gue ambil nomor terus timbang berat badan dan ukur tensi, pulang deh. Balik lagi jam 23.00 masih antrian nomor 47 –“ Akhir-akhirnya kita baru masuk sekitar jam 00.30 gituuu deh. Awalnya, kita udah hopeless dan coba cari dokter kandungan lain, tapi gue juga ga mau yang dokternya terlalu sepi juga soalnya artinya popularitasnya kan ga gitu bagus kalo terlalu sepi. Sempet nyoba beberapa dokter lain tapi endingannya kita balik sama si Dr. Bambang ini, bahkan sampe lahiran kita sukses juga sama beliau. Makanya sih perkara dokter kandungan ini cocok-cocokan. Biar kata harus ngantri berjam-jam, sampe tengah malem bahkan, juga kita jabanin ya namanya juga udah jatuh hati ceilaaah.

 Awal-awal kehamilan gue yang penuh drama itu pun dimulai hahaha, trimester pertama is a total disaster imho. Morning sickness yang kata orang Cuma eneg dan muntah di pagi hari itu faktanya di gue engga Cuma pagi, but all day longgggg! Bangun tidur oek, abis makan oek, siang-siang bolong oek-oek, pulang kerja di angkot juga oek, sampe mau tidur malem juga oek-oek ga ada istirahatnya. Ini sih konon katanya, tubuh kita lagi penyesuaian dengan makhluk kecil titipan Tuhan jadi ya gitu rasanya, ga karuan.

Gue Cuma dibilangin si janin harus sering diajak ngobrol dan dikasih tau untuk koperatif sama kita supaya sama-sama hepi. Ga ngefek sih sebenernya, tetep aja itu si oek-oek ga berenti selama gue hamil menjelang 7 bulan, tapi hikmahnya dengan diajak ngomong gue berasa kembali hidup dan seneng gitu loh karena biarpun yang di perut belum keliatan deep down I knew, he can answer in some ways I may never know and he understood every struggle I had. Tapi ya buat gue, being pregnant is not a struggle but it such a privilege!

Gue bawa enjoy tiap momennya, fyi ya, selama hamil itu gue ga Cuma mabok, tapi juga batuk ga sembuh-sembuh. Hampir 5 bulan deh kayanya gue batuk sepanjang gue hamil itu sampe si Beey aja kesel karena gue kalo udah batuk ngeselin, mana kalo udah batuk bertubi-tubi endingannya disertai muntah. Belom lagi ya pas udah redaan tuh batuk, masuk usia kehamilan 6 bulan gue kena ISK. Sakit pinggangnya naujubilaaah, tidur salah, duduk salah, berdiri juga salaaaah ampun dah. Ternyata itu faktor gue kurang minum, dari belom hamil aja gue susah minum air putih. Pas hamil yang seharusnya asupan air putih gue dua kali lipat dari normal eh malah berkurang. Di kantor itu gue seharian Cuma minum 1 botol aqua 600 ml palingan, kadang masih nyisa malahan. Duhhh…



Di sepanjang trimester ketiga, gue kena vertigo tak berkesudahan. Pusing mulu kepalanya, terus bawaannya maunya makan manis-manis mulu yang dikhawatirkan pas momen-momen ini yaitu….bayinya kegedean. Udah diwanti-wanti jangan makan manis-manis terus karena kalo bayinya makin gede bakalan susah lahiran normalnya nanti, belom lagi jadi banyak jahitannya.

Tapi gimana ya itu pusing baru ilang kalo gue makan cokelat, atau minum es teh manis, wkwkwk… Masuk 37w kontrolnya mulai seminggu sekali, udah mulai engap mau ngapa-ngapain, berat badan totalnya udah naik 18kg. Masuk 39w makin belingsatan gue-nya ga karuan dah udah rasanya, pengen cepet-cepet brojol. Si mules yang ditunggu udah ga nongol-nongol, pas momen ini gue udah mulai cuti melahirkan tuh soalnya udah ga sanggup deh bangun pagi terus ngantor.

Pas ini ingeeet banget, si Beey lagi ikutan bazaar gitu di La Piazza acara JFFF 2015 festival kuliner nusantara gitu, terus ya udah gue sering ikut nongkrong juga bantuin doski jaga. Kalo bosen kita jajan-jajan di Wine & Cheese expo, cokelat dan keju betebaran dimana-mana. Udah jalan-jalan ngiterin dari Lapiz ke MKG 5 balik lagi ke Lapiz balik lagi ke MKG 5 supaya yang di perut ngasih tanda-tanda getaran cinta eh tetep aja dia mah anteng, lol.

Eh udah termasuk jerih payah bapake sering-sering ‘nengok’ juga, induksi alami tuh tetep aja ga ngepeeek. Akhirnya di 39w4d gue dan Beey nyerah deh, minta Dr. Bambang induksi aja. Btw, waktu udah masuk 37w ini kita kalo kontrol di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, kan si dokter Bems praktek di sini kalo Sabtu pagi.

Di sini kita baru tau antriannya ga serame di Hermina, jadi lebih santai nunggunya dan lebih deket dari rumah kita juga. Then, Hari Minggu, 21 Juni 2015 gue akhirnya check in di ruang persalinan, itu kalo ga salah malem sih udah jam 9an gitu. Malemnya pamamer dateng bawain es krim Minion dan paket nasinya mekdi buat Beey makan malem, sekalian juga itu niatnya supaya gue makan enak untuk terakhir kalinya kan kalo udah lahiran mah makannya harus yang bergizi (iya saking bergizinya tiap hari sayur katuk sama jagung, lol). Botol pertama induksi abis masih juga si ‘Koko’ (julukan anak pertama kita waktu masih di perut) anteng.

Cek bukaan sehari 3 kali, cek CTG dan kontraksi sehari 3-5 kali ga ada efek apa-apa tuh obat induksi. Cuma ‘gemeng’ aja perutnya, mules-mules dikit tapi bukan kontraksi. Hari Senin malem, Dr. Bambang masih nanya lanjut botol kedua apa pulang aja dulu nunggu kontraksi sendiri, bakal dikasih toleransi sampe 42w….ya ampun dokteeeer, udah ga sanggup saya nunggu 2 minggu mah. Akhirnya botol kedua cuuuss, sebenernya maunya udah di c-sect aja supaya ga terlalu banyak obat induksi yang keserep tubuh gue.

Desas desusnya kan si obat induksi ini ga bagus dan bisa bikin stress bayinya juga, tapi karena si dokter Bems masih positif bisa normal yawesss kita nambah setengah botol aja kalo ga ada tanda-tanda kontraksi udah deh, c-sect aja. Eh subuhnya pas di cek bidan, itu kalo ga salah udah seperempat botol induksi kedua, masih ga ada tanda-tanda juga. Jam 06.00 hari Selasa, 23 Juni 2015 si dokter Bems visit masih juga ga ada kontraksi. “Ga mules juga Bu? Masih ketawa-ketawa aja begini udah dah kita operasi aja ya…”

Langsung deh contact si Beey pas itu doski pulang soalnya ga nginep karena kan kita di ruang bersalin ga bisa ditemenin, si Beey jemputin nyokap di apartemen langsung pada cusss ke rumah sakit. Btw, ini gue akhirnya lahirannya di RSIA Hermina Podomoro, sengaja di sini karena selain dokter Bems nya full available di mari, juga karena rumah sakit ini pro asi dan rooming in, maksudnya si bayi yang baru lahir itu bisa stay 24 jam di kamar perawatan kita jadi ga melulu ditaro di ruang bayi. Kita jadi bisa menyusui anytime saat bayi mau, dan bisa sekalian belajar gimana cara ngurus baby newborn. Harapannya supaya pas di rumah udah ga kagok lah gitu.

Jadwal c-sect gue jam 10.00 dan jam 10.25 pada Selasa 23 Juni 2015 lahirlah putera pertama kita, FX Leonhart Liparissa. Ga dramatis banget kok proses lahirannya ya Cuma begitu aja, beda sama orang yang lahiran normal pasti lebih dramatis, nungguin bukaan lengkapnya lah, ngedennya dsb-nya. Sempet sedih sih karena ga bisa ngerasain lahiran normal, tapi ya udah yang penting bayi gue lahir dengan sehat dan selamat udah lebih dari segala-galanya :’)

Waktu terakhir kontrol hari Sabtu, hasil USG-nya bayik Leon itu di perut sekitar 3,3kg eh pas keluar dan ditimbang beratnya 3,9kg! Ga kebayang gimana rasanya itu kalo lahiran normal, ada hikmahnya juga gue ga mules-mules walaupun udah diinduksi satu seperempat botol, wkwkwk. It still perfectly clear in my mind, that moments….the joys and gratefulness we’ve both felt. He was born in good condition, health and perfect, he brought peace to our family.



Justru ya drama banget itu saat mulai breastfeed alias menyusui. Puji Tuhan sih pas pasca operasi kan se-jam bayinya di examine dulu baru dibawa ke kamar kita untuk IMD (Inisiasi Menyusui Dini), langsung lahap tuh si bayik Leon, pinter banget lagi nyusunya. ASI gue juga keluar pas di hari yang sama gue lahiran itu, masuk hari kedua mulai deh itu dramanya. Karena ternyata gue flat nipple, ini jadi kendala juga saat nyusuinnya walaupun orang-orang bilang bayi itu menyusui bukan di puting tapi di areola, tetep ajaaaa kalo flat mah jadi kendala.

Sepanjang malem si bayik Leon nangis terus cuyyy sampe mama papanya stress banget, ini kita tau banget anaknya laper pengen nyusu tapi ya susah nyusunya karena putingnya mendep. Hari ketiga pas ada kelas pasca melahirkan gitu, gue lupa deh nama kelasnya apa. Gue cerita lah begini begitu, langsung den sama bidannya dirujuk ke dokter laktasi untuk bantu penyelesaian kasus menyusui gue ini.

Puji Tuhan sih abis itu nolong banget, walaupun harus penuh perjuangan dan ekstra effort untuk menyusui. I still remember how it felt, then pain when you had to breastfed the baby meanwhile your nipple is hurt like hell. It got cracked everywhere, bleed after the cracks open. But I still remember too, the joys when I saw my baby face after drank my milks. I overjoyed and overwhelmed by it. I cherish every moment of it.

Bersyukur banget gue ini diperbolehkan menyusui anak gue sampe sekarang usianya mau setahun! Untuk para pejuang ASI, semangaaat para mommies out there!! -to be continued(?)

Mid-year Recaps

Monday, 30 May 2016
Been along time yuhuuuu….kangen nge-blog, kangen nulis, kangen nyampaaahh….padahal sih yang baca nanti gue di masa depan juga hihihi, tapi ga apa-lah ya siapa tau beberapa tahun mendatang blog saya ini jadi blog yang dicari orang *gayabeneeer*

Anyway, ga berasa banget udah mau pertengahan tahun aja ya, ga berasa banget udah mau bulan puasa alias ramadhan (baca: momen-momen THR-an), udah mau lebaran juga. How time flies so fast. As I recall, kalo flashback ke masa-masa awal tahun yang mana semua orang sibuk pada bebikinan life goals in 2016, lah gue mah sibuk “bertahan” aja dengan yang ada sekarang. 

Ya gue mah orangnya pasrah aja sama keadaan, mau dibawa kemana diriku ini aku mah ngikut ajaaa.. Hidup ya masih gini-gini aja, masih kagok jadi “mama”, masih jetlag banget jadi istri, ibu dan pekerja (baca: kacung) kantoran. Tapi ya semua dibawa enjoy ajaaa, ga ada masalah yang cukup berarti and I’m so grateful for that. Puji Tuhan, awal tahun ini Beey dapet kerjaan baru ditambah menjelang tengah tahun dapet offering yang lebih bagus lagi. Mudah-mudahan tahun ini gue juga kecipratan wow-nya si Beey deh, lol.

Udah less than a month juga si bayik Leon mau setaun umurnyaaaa, duuuh cepet amat gedenya sih kamu nak. Lagi mulai nyusun-nyusun party buat doski, pinginnya semua dikerjain sendiri aja kaya waktu baby shower-an tapi semoga hasilnya ga gatot lagi kaya waktu itu. Sedih deh kalo inget ternyata momen-momen gue hamil ga ada sama sekali, kayanya gue terlalu ga menikmati banget momen itu. 

Gimana ga wong ya lagi kusut-kusutnya hidup kita saat itu, ditambah lagi sepanjang kehamilan itu ada aja sakitnya dari yang batuk pilek berbulan-bulan, infeksi saluran kencing sampe sakit pinggang, pipis berdarah, sepanjang kehamilan kepala keliyengan mulu, drama-drama rumah tangga lainnya yang kalo disandingin sama telenovela jaman baheula mah duuuh kalah dah ratingnya sama drama kehidupan gue saat itu…. Sampe sekarang kalo diinget-inget lagi langsung berasa jadi kaya anak durhaka, karena kayanya semua dipersulit gitu. Mungkin sepanjang hidup gue dulu nyusahin emak gue mulu kali ya jadinya apa-apa hidup gue itu kayanya beraaat banget *sujudsamamamak*

Jadi ceritanya untuk nyiapin birthday si Leon ini kita mau ambil konsepnya classical Winie the Pooh, tema warnanya coklat, merah sama kuning. Semoga persiapannya diberi kemudahan dan ga pake bumbu-bumbu drama kaya yang udah-udah kalo nyiapin party atau syukuran selalu deh diwarnai drama rumah tangga, lol. 

Foto-foto dan detailnya pasti di share kok, secara buat album kenang-kenangan nanti pamer sama Leon, “tuh nak, mama bisa juga kan kreatif kaya gini”… Cetek amat ya mimpinya wkwk pamer kok sama anak. Ga apa lah yaa Leon juga pasti seneng secara kan nanti pas umur setaun ini dia belum terlalu ngerti, tiup lilin juga masih mama papa yang tiupin. Nanti kalo Leon udah gede mau liat mana foto aku tiup lilin pas umur setaun, nah tuh nak buka aja ya blog mama, lol. 


Sungguh masih kaya mimpi, suka masih lupa, kalo sekarang udah jadi orang tua. Luar biasa banget kasih dan karunia-Nya karena kita boleh dikasih anak yang sehat, sempurna dan pinteeer banget. Milestone perkembangannya selama 11 bulan ini sesuai dengan milestone pada umurnya, dari berat badan ya kurang sekel dan semok apa anak gueee, tumbuh kembangnya oke, gigi udah 8, motoriknya juga ga ada masalah. Nyesel deh ga banyak browsing-browsing foto bayik-bayik untuk membandingkan milestone-nya. 

Kepikiran juga nanti untuk ultah setaunnya Leon bikin photo collage gitu dari momen-momen dia sebulanan, 2 bulan, 3 bulan dst dst…. Kalo itu sih ada di album gue, ya paling bikin seadanya aja yang penting progress milestone-nya udah kita nikmati sama-sama, video-video juga lengkap, ya pokoknya biar kata ga kreatif foto-fotonya tetep dong untuk kepentingan pribadi mah ga boleh terlewatkan… 

Masih ga terasa juga ya ampun, ternyata udah 11 bulan aja gue jadi mamaaaah. Kelakuan masih kaya bocah dah kayanya, tapi udah punya buntut tuh suka gimanaa gitu. Masih suka jetlag juga secara ya dulu mah waktu masih berdua-duaan sama papanya Leon kita mah tiap pulang gawe Cuma gegoleran aja sambil nonton tipi, tiap jumat-sabtu malem nongki-nongki cantik di kafe atau nongki cantik di puncak jem 11 malem juga hayuuuk dijabanin ga pake nginep kadang-kadang tidur di mobil atau warung deket Puncak Pass sambil ngopi, nyusu anget sama makan popertjis. 

Mau liburan kemana udah tinggal cusss aja ga pake pusing. Mau mesra-mesraan juga anytime anywhere deh, hohoho…. Ya sejak ada Leon langsung deh semua bubyaaar jalan. Ga bisa lagi nongki-nongki cantik ala-ala kafe, soalnya si bayik baru nongki bentar aja udah keszelll, meweknya ga pake sesegukan langsung berkoar, ya kan jadinya semua orang di kafe langsung menatap sinis, cabutttt deh kita mah. Paling mentok kalo bawa Leon kudu muter-muter di mal dari ujung ke ujung balik lagi ke ujung satunya sampe gemporrrr. Tapi kalo liat si bayik hepi, ketawa-ketawa terus sambil cuci mata liat sana sini tuh kita ya sebagai papa mamanya langsung lupa deh gempornya kita..

Jetlag lainnya ga bisa lagi nongki ke puncak sembarangan kaya jaman masih berdua-duaan, ya gimana si bayik kalo ditinggal kasian juga opa omanya, dan boboknya kan masih nge-gawing (nemplok nenen mamanya). Kalo dibawa…..200% tidak mungkin hahaha…. Nanti lah ini mah kalo Leon dah 2-3 taun bisa bobo sama kukuh or suk-suk or opa omanya semaleman tanpa bangun nyari nenen baru deh bisa back to our habit, bertahan ya papanya Leon tahun depan kita mesra-mesraan liburan ke Maldives berduaan aja okesip? :P

Ngomongin jetlag-nya kita sebagai orang tua baru itu ga ada abisnya deh kayanya, tapi tetep kalo dijalani dengan penuh syukur dan cinta kasih semua itu bagai berkah ga ada bandingannya. So, for those young married couples out there, jangan takut untuk punya anak. 

Semua habit saat kita single atau Cuma berduaan sama pasangan ga sebanding sama bahagianya nge-date sama anak, capek kerja cari duit Cuma abis buat makan sama bayar cicilan gadget kalo dulu kan, kalo udah punya anak cape kerja cari duit buat beli pampers, susu, cemilan anak, baju-baju yang baru sebulan 2 bulan udah mesti di upgrade, belum mainan-mainan dan perkakas bayik lainnya. Lama-lama udah kaya ke-program aja gitu, tiap gajian di dalem cashflow kita ada budget sendiri buat Leon. Puji Tuhan deh sampe sekarang kita masih dicukupkan untuk memenuhi kebutuhan si bayik, masih bisa juga mama papanya jajan-jajan cantik, beli gadget sama doing our own hobbies. Ini penting sih buat gue pribadi, karena kita sebagai manusia kota yang sehari-harinya abis waktu di kantor dan di jalanan, doing our own hobbies and having our little ‘me’ time tuh penting, kalo si Beey mah cukup dengan berfutsal ria, basket atau main game. Kalo gue sih 1-2 jam nyalon atau massage atau sekedar nge-‘cha time’ sendirian itu enough banget buat melepas penat. Jadi begitu ngumpul sama keluarga semua beban pikiran, suntuk seharian di kantor, emosi dan letih karena macetnya jalanan ibu kota yaaa udah jadi hal yang acceptable.  

Anyway, back to topic seputar birthday-nya Leon, kepikiran mau buat “Birthday Wishlist” gitu deh supaya kali aja ada yang baca tulisan tersebut jadi wishlist-nya kesampean hihihi… see you on the next post! 

–xoxo


First Thought on 2016

Friday, 8 January 2016
Been a long time since my last post, geez, it’s 2016 already! Happy new year anyway! May this year bring us more good and prosperity, be kind and generous, ppl 

Nothing exciting I can share with you guys, but I have some random thoughts that I’ve keep in mind for quite some times. And since this is my favorite month of the year, yes, I always excited when it comes to my birthday, so I keep thinking, what have I done in the last 24 years? 

People usually say that I am stiff, and careless. It’s not that I was born like this, I made myself like this. I do know and realize how other’s people feel, how should I react to or how to be careful with words and actions. It just that sometimes, life doesn’t fit us well. We might meet people who are the opposite of us, they have their own mind, they have their own wants. And sometimes, people push you hard to be like what they wanted. Sometimes, you like or you don’t. For me, life is always an option. Whether you want to be good or you want to be a bad person. 

You granted their wish to change yourself, you’re good. You choose to be insubordination and JUST be yourself, you may be bad. It all matters, it’s all about a point of view. I’m such a simple ordinary person, which I prefer not to mess up with other’s people businesses. I was hoping that even in the slight moment, people would do the same for me. 

Because in the end, every step we take, there’s always a risk. I wonder why people keep messing their life. We may not live a day or two longer, so why bother for troublesome. So, I prefer to be myself, a stiff and careless person. I call it, a weapon, to face this suck life full of bullshit and annoying people. I let go my anger, because it doesn’t give me any good return anyway. I push away the tears and sadness, because it only prevent me for enjoy some happiness. 


I believe every move has its own reasons. Before you mistaken somebody, go introspect yourself first. What have you done till that person act like that to you? Maybe you hurt them long time ago, or maybe you always judged by them so you prefer to keep your distance. Believe me, I know that feelings. And we can’t avoid it either, and we don’t have anywhere to go. I, honestly, don’t know how to overcome this thing, too. 

Because I still stuck in this situation, probably for my entire life. And since every little step I take is always risky and wrong, I can’t change myself, right? So maybe a little hope might work. I stop believing for some unreasonable wishes. Or maybe you can say, I stop my pray. It’s been a long time since I face to face with Him, not because I don’t trust in God anymore. Because I keep feeling I don’t deserve Him, I ask too much, I can’t stop myself from complaining and whining and being ungrateful, I waste my time for unnecessary things, even I blaming Him for every bad things that happened in my life lately. I have this unwillingness in my mind that stop me for praying. And I need some times to figure it out, to clear up my mind.

In my 24 years of life, I surrounding by people I love the most, my mom, my hubby, my son, family, friends and my office mates. I’m glad that in this early age, I almost got everything I wanted. I have my own family and house (re: apartment) to live, I have a stable job and make my own money, too. But as human being, I still can’t stop until here, right? 

I still want more and more. I always want to set my career path, or build my own business(es). I want to be the best mom and wife, too. This sounds possible as long as I set my mind to it. But again, I am a realistic person. I may try my best, but sometimes, we don’t always get what we want. So, I will just let it flow. I know of what I am capable or not, I believe for everything I’ve got is what I’ve deserve ^^

Anyway, I’m going 24 in a couple days. And Dee already has a plan for our family (yay!). I can’t stop saying how lucky I am to have a hubby like him, who always put me first above everything :)
And surely, he knows how to make me happy. I can’t tell you yet, but I promise to post our family plan for my birthday this year. So, stay tune?

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Back to Top