Find Me on Social Media

My Other Life Changing

Monday, 27 June 2016

What if I ask you, what’s your dream job you’ve got in mind?
Gue sendiri kalo ditanya, biasanya cuma senyum-senyum mesem, lol. Jadi yaaa kalo ditanya dream job gue apa, gue sendiri ga tau dan perhaps, ga akan pernah tau juga. Tapi mungkin pertanyaan yang bener itu, dream job gue kaya gimana sih. As simple as this, mungkin kalo bisa disimpulkan impian gue itu cuma satu, punya pekerjaan yang sesuai dengan hobby and ability. Karena gue suka iri deh sama orang-orang yang bisa memperoleh penghasilan dengan bekerja sesuai dengan hobi dan kemampuannya, kaya misalnya demennya sama dandan dan fashion, di jaman sekarang udah banyak betebaran juga tuh profesi Beauty and Fashion Blogger, ada juga yang emang hobinya makan dan jalan-jalan ya udah jadinya kerjanya gitu dilakoni aja dan terbukti sukses juga semacem para traveller atau food blogger. Gue sendiri kalo ditanya hobi gue mah banyak, minat bakat juga banyak cuma karena dari dulunya ga ada yang diseriusin ya udah deh jadinya kesannya gue ga punya minat bakat apa-apa. And this is kind of pathetic imho, karena di jaman sekarang ini soft skill does matter other than anything else.

Dan ya karena pekerjaan yang sesuai buat orang kaya gue ini adalah behind the desk, kerjaan yang mostly orang bilang membosankan dan ga banyak kontribusi. Tapi ya ini adanya gue, mentok di belakang meja. Makanya gue cuma butuh satu selain dari pekerjaan yang sesuai, yaitu sallary yang sesuai. Ga muna banget lah gue mah jadi orang, Jakarta keras booook. Kebutuhan udah ningkat juga, mau dikata lingkungan kerja, lokasi kerja dan tetekbengek lainnya udah ok tapi gajinya mentok, udah gitu ya load kerjaan itu biasanya berbanding lurus dengan usia lu bekerja di suatu perusahaan which is makin senior artinya tingkat kesulitan dan kuantitasnya biasanya makin naujubilah. So, why don’t you consider it out, finding a better place with a better future ahead, too. Gue sih ga keberatan dengan load kerjaan atau tingkat kesulitannya karena sampe sekarang semua masih ke-handle kok, but again, we as human being whose never ever feel satisfied and always demand of something better, bigger, something that maybe can challenge me more….well, guess me then. Gue merasa dengan kemampuan gue ini rasanya gue seharusnya bisa kok dapet yang lebih baik, entah itu dari segi income or if possible, jabatan.

Kadang gue suka bingung sama orang yang kalo ditanya tapi jawabnya malah gini….” Kerja apa aja pokoknya gajinya gede, duitnya banyak biar bisa hepi-hepi, tinggal ongkang-ongkang kaki duit dateng sendiri, bisa arisan sambil belanja berlian, tiap bulan shopping ke Paris, London atau kalo lagi bokek mentok ke Singapore ”. Well, ini mah namanya ngimpi ngalor kidul, wkwkw… Emang ga ada yang salah dengan yang namanya ngimpi, yang salah itu kalo ngimpi lu ga direalisasikan dengan usaha lu. Gue suka bilang sama Beey kalo doski lagi down, tak ada hasil yang mengkhianati usaha. Cuma kan kadang-kadang hasilnya itu balik lagi, sesuaikah dengan yang kita mau atau justru kebalikannya? Dan sering banget tuh si Beey ujungnya sewot, gue mah bisanya cuma bilang sabarrrrrr waeeee…. Lah ya begimana kalo emang belom takdirnya, mau kita jungkir balik jalan pake kepala mikir pake kaki juga ga bakalan ‘ajreug’. Mau seribu doa dipanjatkan, usaha mentok maksimal, ya namanya juga kita manusia bisanya apa lagi selain pasrah? Ujung-ujungnya Tuhan punya rencana juga yang bekerja. Makanya, jadi orang ga usah maksa, pasrah aja sama Tuhan pasti deh ya biar kata suka dikasihnya ga sesuai sama mau kita, tapi kata Tuhan itu yang terbaik, udeeeh percaya aja.

Ini kalo kata orang asas pesimistis banget sih, iya gue mah gitu orangnya. Some of you yang kenal deket sama gue pasti tau lah ya gue ini begimana, kalo lu ga kenal coba tanya sama yang kenal pasti mereka akan jawab, Janice itu penyabar dan baik hati orangnya…ceilaaaaah, eh tapi beneran. Coba aja. Saking sabar dan keterlaluan baiknya sering banget deh gue itu dikecewain orang, diakalin, disalahgunakan dll, dll…. Kebalikan banget sama Beey yang orangnya kalo ngomong kadang ga pake filter, ceplos aje apa yang dia mau. Bertingkahnya juga kadang-kadang sekaroknya ndewe, tapi enak sih ga pernah pusing gitu dia mah orang mau kata apa. Hajar ajaaa yang penting gue hepi, prinsipnya doski mah. Ibaratnya kita ini yin-yang sih emang, justru dengan sifat yang bertolak belakang bikin 10 tahun kebersamaan kita ini jadi meaningful. Gue yang terlalu banyak mikir dan jarang bicara, sekarang jadi ga banyak mikir dan berani bicara. Kalo dia dulunya yang ga pernah mikir dan bicaranya suka-suka dia aja, sekarang jadi lebih banyak nge-rem dan lebih banyak mikir.

Anyway ya, hidup gue ini kayanya lagi ga ada abis-abisnya dengan yang namanya perubahan. Tahun lalu biggest event of my life-nya waktu punya Leon. Tahun ini, syukur Puji Tuhan my other biggest event of my life-nya: PINDAH KERJA. Yep, after almost two years I finally decide to move out, find new challenges and perhaps, a new career path.

Padahal dua tahun di kantor yang sekarang juga bukannya tanpa kesan dan pesan, momen-momen menjelang kepergian gue ini rasanya langsung kilas balik gitu alias ke-flash back. Ilaaah dari jamannya departemen gue ruameee, terus ngilang satu-satu sampe nyisa dua orang doang, terus sekarang udah ruameee lagi. Dari yang ga pernah nyangka juga bisa keterima di sini eh pake dua minggu baru masuk blendung gue-nya, xixixi… Momen-momen gue hamil, momen-momen ngerasain pertama kali gue kerja di perusahaan profesional, ngerasain jungkir baliknya momen-momen menjelang pengangkatan, dag dig dug-nya nungguin penilaian kerja dan bonus tahunan, everything you could ever imagine working in a big company yang konon rentan sama senggol-senggolan dan teman-temannya, it such an honor to be in part of this. *mellowmodeon* 

This place had been my comfort zone for the last two years, and just like they said, you will never get bigger and more challenging things when you don’t leave your comfort zone. So, finally I decide to move on. Even if you see me already has everything, I believe, we always seeking for more.


25 tahun bukan usia yang bisa dibilang mapan dan mature, justru gue masih merasa di usia yang sekarang many things I still can and want to achieve. Bekerja itu kemauan gue, bukan semata-mata hanya untuk mencukupi kebutuhan dan sering kali prinsip ini dipandang miring sama orang. Kesannya gue ga pengen jadi IBU RUMAH TANGGA. Duh! Bukannya di jaman yang (katanya) emansipasi ini, wanita ga melulu di dapur ya tiap hari dasteran ngurus rumah tangga dan anak? Citra yang kaya gitu mungkin dulu iya, tapi rasanya sekarang itu bukan lagi sebagai kewajiban melainkan PILIHAN. Gue sendiri waktu belum punya buntut sih cuma mikirin diri sendiri aja, mau berkarir dah pokoknya titik. Tapi sejak ada Leon, ga bisa dipungkiri sih keinginan untuk quit my job and being a stay at home mom itu ada, but again, I still in my early 20s dan rasanya masih banyak hal yang gue mau lakukan selain cuma ngurus rumah tangga dan anak. Mungkin abis ini deh ya kan sekarang bekerja di perusahaan impian udah kesampean, lol.

Again, as I said, I believe Life is a choice. Wether you’ll become a working mom or a stay at home mom. Kalo gue, untuk sekarang ini sepertinya masih milih opsi nomor satu, hihihi. Dari dulu mimpinya selalu bisa masuk kerja in a big company, syukur-syukur bisa punya jenjang karir. Dan karena sebentar lagi mimpi gue akan terwujud, mungkin ya MUNGKIN, someday I’ll reach my turning point, whereas I will give up or maybe, I’ll go far more than this. Masih abu-abu kalo dipikirin sekarang, tapi emang sih ya ga bisa dipungkiri kodrat wanita untuk menomorsatukan keluarga. Gue selalu salut sama para wanita yang bisa keep the balance of it, antara rumah tangga dan karir yang dapat berdiri sebagai satu kesatuan dalam diri mereka bukan sebagai pilihan. I wish in the next ten years, I’ll be one of those women. Ini bukan mimpi ngalor kidul kan? LOL.
Post Comment
Post a Comment

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Back to Top