Find Me on Social Media

Image Slider

Roller Coaster & Motherhood Journey

Friday, 30 September 2016


Walaupun peran sebagai orang tua ini baru aja dilakoni dua tahun belakangan, tapi kalo mau ditulis ga bakal cukup cuma jadi sebatas cerpen, mungkin bisa jadi novel trilogi, lol. Dulu waktu masih berdua-duaan sama si Beey, topik yang diomongin seputar parenting ya cuma sebatas "Aku pokoknya nggak mau jadi ayah yang galak, maunya deket sama anak, nggak boleh ada gap antara ayah dan anak" atau "Aku pokoknya kalo punya anak nggak akan larang ini itu, mereka bebas ngelakuin apapun yang mereka mau" Well, well...

Betapa muluk dan naif banget emang, dan ternyata setelah kita jalani namanya jadi orang tua itu nggak gampang. Mungkin kalo bisa gue coba gambarkan, parenting itu is like riding a roller coaster. Di satu sisi, ketika si roller coaster naik secara perlahan ada perasaan takut dan exciting ketika adrenalin kita mulai dipacu. Dan begitu keretanya mulai meluncur turun kenyataannya bukan lagi antara takut dan exciting, but for a glimpse, we feel regrets or even remorsed. Kita berharap dari awal nggak usah naik kalo rasanya bikin jantung naik ke ubun-ubun gini mah atau rasanya nyesel aja gitu ngabisin suara buat teriak-teriak, tapi ketika akhirnya kereta berhenti justru kita merasa "That was fun, I want to do it all over again". And that was how my feelings are when it comes to motherhood.

Menikah dan punya anak di usia gue yang bisa dibilang cukup muda ini menjadi tantangan tersendiri karena yang susah itu adalah kadang gue masih sering membandingkan kondisi gue sekarang sama temen-temen yang belum nikah dan punya anak, masih sering sirikan lah gitu istilahnya, wkwkwk. Paling senewen kalo udah weekend atau long holiday semua orang di Path atau Instagram nge-post foto-foto travelling mereka atau sekedar hangout ke kafe mana. Lah gue mah cuma sibuk nge-like postingan mereka aja palingan, lol. Suka masih jetlag karena umur sepantaran gue dan si Beey ini kan usia-usia rawan juga, secara umur sih mungkin udah adult ya tapi kalo secara emosi dan logika kadang nggak jauh beda sama junior high. Masih banyak pola pikir atau pandangan dan persepsi yang kadang dianggap masih bocah padahal kan kita sekarang udah punya +1. Dan ya hal-hal kaya gini yang gue bilang justru tantangan, apa iya kita yang masih dibilang belum dewasa dan belum siap ini bisa menjadi orang tua seutuhnya?

Mau menampik perkataan orang kalo kita belum siap, tapi kok kalo berkaca ya kadang ada iya benernya juga. Masih tinggi ego masing-masing untuk mikirin diri sendiri ketimbang orang lainnya. Masih sering sotoy dan nggak mau kalah kalo berdebat akan suatu hal yang nggak sesuai dengan persepsi kita. Masih sering berpikir short term daripada mikir panjang ke depannya akan seperti apa. Tapi sebagai orang tua juga bukan berarti kita hidup tanpa beban dan nggak mikirin anak sama sekali, walau terkadang cara kita aja yang sedikit unik dan berbeda. Dan fakta pahitnya, berbeda itu justru dianggap salah. Kalo nggak seperti yang orang lain mau dan kehendaki seringkali kita yang di-cap salah.

Makanya buat gue pribadi, punya pasangan hidup yang selalu sepaham dan sepemikiran ini adalah strength point kita, kenapa hal ini penting karena fondasi suatu keluarga itu bukan di pihak suami aja atau istri aja tapi kedua belah pihak. Buat gue, si Beey juga bukan cuma sekedar suami atau mantan pacar aja, dia itu partner, kakak, psikolog, coach merangkap jadi satu. Gue nggak pernah segan cerita hal apa pun ke dia, nggak pernah takut akan dinilai childish atau cemen, setiap perubahan dan tindakan apa pun yang akan gue lakukan gue selalu tanya pendapat dia. Syukur Puji Tuhan, kita berdua sama-sama tau borderline dan batas keras masing-masing. Jadi kalo emang udah tau di awal si Beey kayanya nggak bakal setuju, ya gue nggak pernah ngeyel juga ungkit-ungkit depan dia. Begitu pun dia juga gitu, dia tau hal-hal apa aja yang bisa bikin gue sewot. Jadi daripada mancing emosi satu sama lain, biasanya ya kita sama-sama membatasi diri aja. Bukan berarti hubungan kita juga lancar jaya aja, loh. Sering juga sih kalo lagi sama-sama ngeyel, sama-sama lagi misruh-misruh nggak jelas ujungannya nyenggol pihak yang lain. 

I remember a quote said, 'If you wait till you're ready, you'll be stuck probably for the rest of your life'
Luckily, biarpun kita nikah muda dengan segala keterbatasan dan kesulitan, but at least, kita menjalaninya sama-sama happy, sama-sama enjoy dan justru tantangan-tantangan yang ada di depan gue dan Beey ini malah menguatkan satu sama lain. 

Kangen sih masa-masa belom punya buntut, keseharian gue cuma sibuk dengan kegiatan yang gue suka. Malem mingguan bebas mau kemana aja dan ngapain aja. Punya duit juga suka-suka mau dihambur-hamburin buat apa. And I also remember that glorious feeling of going to sleep late on a weekend night (or mostly every night), and knowing that the next morning I had nothing I had to wake up early for. I could sleep as late as I wanted and roll out of bed at my leisure. I remember those times, when I had dinner, and not standing up even once during the meal. But yeah, that old days were nice but today is better.

Kalo sekarang kan bedanya weekdays sama weekend itu: suara alarm kah yang akan bangunin atau suara tawanya Leon sambil ngelitikin papa mama-nya yang masih pules bobo, lol. 

Kalo dulu gue apa-apa cemen (walaupun sekarang juga masih sih) tapi kalo sekarang, at least, gue lebih berani mencoba. Kaya waktu kemaren family day dari acara kantor, gue dan Beey main ke Dufan. Nggak tau kesambet apa, gue nantangin main Halilintar. Biasanya sih mainan ekstreme yang bakal gue mau naikin di Dufan adalah mentok, alap-alap. Sekarang ngajakinnya Halilintar, keliatan banget dong bedanya? Lol
Waktu ditanya si Beey, serius apa nggak nih? Gue pede dong jawabnya, iya serius, supaya nanti aku bisa pamer sama Leon, MAMAA BERANI MAIN HALILINTAR.
Well, yea, cemen-nya belom berubah sih kayanya (cemen banget niatnya pamer sama anak), lolol :D

- x o x o

June 23rd - Sept 23rd

Friday, 23 September 2016
15 months!
Happy 15 months my dearest baby boy!
Look who's turn 15 today, mommy's favorite number xixixi
Anyway, this Friday never felt this good. Since we're in celebratory of Leon's day *hooray*
Today I want to post details of Leon's 1st birthday held on June 25th, 2016. Kinda sooo late I know, and today's post in English because I'd like to thanking my source. Because without their idea, I will never make it happen, or it will probably won't turn great like this :)
You guys can check their website here

I used the same theme: "Classical Winnie the Pooh" with some modify because the origins was for baby girl shower party, whereas I used it for my baby boy 1st birthday party.

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Back to Top