Find Me on Social Media

Image Slider

Ciao 2017 en Benvenuto 2018 - Goodbye 2017 & Welcome 2018

Tuesday, 26 December 2017


Happy Christmas and Merry New Year!!!!๐Ÿ’•

Di penghujung tahun ini pastinya nggak lupa untuk bersyukur dulu karena tanpa bimbingan dan penyertaan Tuhan mungkin gue dan keluarga kecil gue ini nggak ada di titik poin seperti sekarang. Segala pencapaian, kesehatan dan rejeki yang dipercayakan buat kami sekeluarga adalah tak lepas tanpa kasih-Nya. So, thanks a lot my dear God, you rock!

Meski masih banyak banget hal-hal yang belum accomplished di tahun ini, tapi gapapa karena masih ada tahun-tahun berikutnya *keep-positive*. Dan sebagai ujud syukur atas pencapaian yang berhasil dicapai tahun 2017 gue tuangkan lah dalam postingan kali ini. Bakal ada point-point akan hal yang ingin gue capai di tahun 2018, jika masih diberikan kesehatan dan umur panjang tentunya.

First of all, tahun 2017 ini dikasih kesempatan untuk both of me and my hubby find the rightful place to develop our career. Sama-sama pindah kerja dan so far, tempat yang baru lebih enjoyable dan assessment kita berdua pun berjalan lancar semua. Ini kayanya sama-sama resolusi tahun 2017 kita untuk cari tempat baru yang lebih memberikan kesempatan buat diri kami berkembang baik intra maupun interpersonal skill masing-masing.

Dan kenyataan bahwa ternyata di tempat baru ini kayanya kita sama-sama menemukan passion dalam karir. Semoga kelak makin menguasai dan bisa berkembang menjadi lebih baik lagi, amin.


In this year, I had got a lesson too, bahwa pertemanan dan relasi kita dengan manusia lain itu ketakar ya ternyata. Nggak jadi jaminan puluhan tahun temenan dan sama-sama terus bakal dijauhkan dari permasalahan dan perselisihan. Karena faktanya di tahun ini, sadly but true, gue kehilangan one of my bestfriend since high school. Kehilangan in positive way, orangnya hidup kok masih. Tapi karena satu dan lain halnya yang bikin nggak cocok lagi sehingga ya udah lah kita memutuskan yang terbaik aja : for keeping the distance between us.

I hope if she read this post, she’ll realize that she means a lot in my life. That even we separated in our own ways, I still hope she find her best and still be tough and cheerful like she used to. This is such a big stuff to deal with at first, thing I need to embrace that friendship doesn’t always lasts.

And for my own reminder, bahwa banyak hal-hal yang dulu mungkin simple banget dan nggak bikin masalah tapi seiring bertambahnya usia, justru hal-hal remeh temeh bisa jadi bumerang untuk  menyakiti hati orang lain. Prioritas hidup yang berubah pun bisa-bisanya dijadikan tombak untuk saling defending dan tanpa sengaja, menyinggung perasaan orang lain.

Well, adulthood is so complicated๐Ÿ’”๐Ÿ’”


But so far, ya ada teman yang hilang tapi ada juga teman yang baru secara kan gue juga pindah tempat kerja dan bergaul di tempat baru. Walaupun kehilangan teman lama itu ternyata nggak kalah sakit hatinya kaya berantem sama pacar, tapi ya tetep harus bisa move on.

Tahun ini belum ada list vacation karena gue paham betul tahun ini adalah masa-masa keuangan cekak se-cekak-cekaknya. Cuma sempet short getaway ke beberapa tempat, selebihnya banyakan kita habiskan jalan-jalan dari mal satu ke mal yang satu. Malah kadang tiap weekend ya mal nya ke situ-situ lagi juga huhuhu… Ya gapapa lah, list vacation dan jalan-jalan hedonnya dimasukin ke bucket list 2018 aja haha..

Things went pretty well in 2017 ini lah intinya, gue sendiri nggak mental breakdown banget nggak separah tahun kemarin. Udah mulai bisa mendewasakan diri dan kayanya udah berhasil menjadi pribadi yang lebih kuat sih, ya apa iya? Lol

Menjelang akhir tahun ini bucket list to be check adalah: NEW CAR dan TIDY UP HOME.

Yup, puji Tuhan banget kita bisa kebeli mobil baru, lol. Terus juga kepengen re-layout rumah dan benah-benah total, karena mau bikin kamar untuk Leon dan targetnya sih akhir tahun ini, doakan aja nggak dilanda faktor M (malas) hahaha…

Buat di 2018 gue jadi optimis bikin hal-hal baru yang masih pengen gue gali lebih dalam. Harapannya ini untuk bisa aktualisasi diri juga sih, supaya nggak merasa inferior banget dan lebih termotivasi dalam menjalankan aktivitas hari-hari. Bagi gue, resolusi atau rencana kehidupan setahun ke depan penting banget supaya hidup nggak monoton, lebih terarah dan punya target supaya punya pencapaian baru lagi.

Biar pun udah emak-emak gini, tapi kan umur masih produktif ya jadinya pengen melakukan banyak hal se-produktif yang gue bisa. Menikah dan punya anak di usia muda nggak bikin semangat gue redup untuk memulai hal-hal baru, lagipula kan nggak melulu hal-hal yang berbau adventurous itu berhenti setelah punya anak kan. Justru gue rasanya sejak punya anak jadi lebih berani dan nggak se-cemen dulu, main halilintar dan kicir-kicir di dufan aja berani *lah*


Untuk poin pertama yang pengen banget dilakukan di tahun 2018 adalah: TAKING AT LEAST 3 COURSES OR SEMINARS. Pengennya sih design of course, udah mimpi dari kapan tau kalo yang ini. Tapi belum dikasih kesempatan buat mulai, jadi resolusi 2018 nya: I’ll make the opportunity. Kalo dari dulu belum dikasih-kasih kesempatan itu, ya udah maka gue yang akan mengejar kesempatan tersebut! Ceilah. Selain itu pengen juga English course atau make up class, yang terakhir ini masih awang-awang sih nggak yakin juga apa kelak bakal berguna hahaha.. Tapi bagi gue pribadi, courses ini penting sih sebagai investasi masa depan, syukur-syukur bisa sertifikasi jadi bisa buat modal usaha sampingan ya kan, lol.

Nggak menutup kemungkinan kalo dikasih kesempatan untuk ikut sertifikasi Brevet atau CFA (Certified Financial Analyst), tapi kalo pun iya ini harus siapin budget agak lebihan. Sementara tahun depan berbarengan Leon masuk preschool, jadi ini ya masih tentative banget lah. Kalo pun diambil pastinya gue akan pilih salah satu aja, nggak mungkin keambil dua-duanya.

Poin keduanya: HAVING (THE REAL) FAMILY VACATION. Seriously, ini bucket list banget. Pengen ajak Leon ngeliat tempat yang baru, sekalian mama papanya juga refreshing dari segala aktivitas. Belum tau kemananya, tapi yang udah pasti maunya keluar negeri sih ya. Masih proses urus passport buat Leon juga, jadi belum hunting bener-bener mau kemananya tapi ya palingan nggak akan keluar Asia lah hahaha..

Nomor tiga-nya: OPTIMASI BLOG, naini ya takut dibilang nge-sok. Bahahaha
Secara blog udah 3 tahun ya masih begini-begini aja loh, jadi gue pikir apa karena selama ini emang nggak gue set target ya. Pengennya tahun depan at least win a competition kek lah gitu, satu aja loh nggak muluk kan ini. Atau syukur-syukur get a sponsored hahahaha, seriously. Diundang event juga puji Tuhan lah, yang penting intinya harus ada kemajuan dari blog ini. Emang niat awal sih nggak monetized juga, tapi ya kepengen aja kan tulisan kita dikenal orang, xixixi.

Resolusi nomor empat, ini penting pake banget banget banget! HIDUP SEHAT DAN LOSE WEIGHT AT LEAST 5 KG, hahaha. Kalo nggak di set target begini bakal makin amburadul dah, makan nggak karuan, segala junk food susah di berhentikan. Padahal umur udah nggak abege lagi, masih suka jajan sembarangan banget. Nggak baik kan ini ya, jangan dicontoh. Maka pengennya tahun depan makan lebih sehat dan olahraga yang seimbang. Turun berat badan juga penting ini untuk di set, karena kalo nggak gini bakal susah ngerem.

Berhubung udah mau punya mobil baru ya kan, tapi belom punya SIM A maka tahun depan pengen bikin SIM A, hahaha. Ini resolusi nomor lima deh ya: GET MY ID’S. Kenapa gue bilang ID’S in plural karena maunya selain SIM A ya sekalian SIM C nya, dulu udah pernah bikin eh keburu mati nggak diperpanjang. Terus E-KTP gue pun ya udah empat tahun belum jadi-jadi loh. Maka, tahun depan harus udah jadi semua lah susah banget hidup gue nggak ada KTP dan SIM macem tenaga kerja selundupan aja.

So far baru kepikiran lima poin itu doang sih. Nggak mau banyak-banyak karena takut nggak bisa fokus eh malah nggak ke accomplished semua. Nggak apa ya baru sedikit yang penting niatnya serius dulu hahaha.


Overall, let me say this once again, thank you very much 2017. You’ve been so great and kind to me, semoga orang lain yang baca juga merasakan hal yang sama. Dan kalo pun nggak, ya nggak apa jangan putus asa dan patah semangat. Masih ada lembaran baru yang akan kita mulai dalam 5 hari lagi, make sure you prepare your ink and let the white paper be filled. Selamat tahun baruuuuu!! *tiupterompet*

 - x o x o





Leon Skincare that Helps Reduce His Eczema

Thursday, 7 December 2017


Baru sempet banget mau bikin review skincare yang dipakai Leon selama ini, padahal ini udah banyak banget yang nanyain di forum, chat bahkan ke IG gue beberapa kali. Bukan karena nggak mau sharing tapi masalahnya emang skincare yang dipake selama ini nggak terlalu banyak sih. Sejak mulai elimination food saat ASIX, gue mulai mengurangi penggunaan skincare macem lotion atau cream gitu-gituan. Pure cuma pake minyak zaitun (EVOO) merk Rafael Salgado. Ini pun gunanya untuk mempertahankan supaya kulitnya lembab jangan sampe kering, kalo udah mulai kering akan gatel-gatel dan sekalinya digaruk bisa mulai bersisik dan ngelupas gitu kulitnya Leon.

Nah kali ini gue mau coba bikin review singkat apa aja skincare yang pernah gue trial and error, kebanyakan sih emang skincare rekomendasi dokter kulitnya ya jadi gue juga nggak sembarangan banget asal cob asana sini. Sebaiknya kalian pun kalo mau coba-coba konsul singkat aja sama dokter kulit atau sama dokter anak juga gapapa.


NOROID

Ini krim pertama kali yang diresepin sama dokter anak Leon, waktu itu kulitnya lagi parah banget karena belum mulai pantang makan. Jadi segala alergen kepapar langsung lewat ASI ke tubuh Leon. Sempet sedih dan bingung karena Leon sampe nggak bisa tidur beberapa hari.

Dia gatel banget badannya tapi belum bisa garuk, jadi kalo digendong pundak mukanya digosok-gosokin ke pundak kita. Kalo dikasih Noroid ini bener-bener magical sih, semua bagian gatelnya abis diolesin langsung ilang merah-merahnya.

Sempet beberapa minggu pake ini sampe akhirnya nggak dilanjutin karena makin lama efek ajaibnya itu nggak pengaruh lagi. Jadi setelah beberapa minggu kumat lagi gatel dan merah-merahnya.
Untuk Noroid product ciptaan SOHO Global Health ini ada 3 tipe: Lotion, Cream dan Derma Rash Cream. Berhubung waktu itu yang gue pake yang tipe Lotion jadi gue cuma bisa review yang lotion aja ya.

image source: google


Ingredients :
Aqua, glycerin, butylene glycol, myristoyl/palmitoyl oxostearamide/arahamide MEA, PEG-15 glyceryl stearate, vitis vinifera seed oil, glyceryl stearate, cetearyl alcohol, sodium lactate, PEG-10 glyceryl stearate, squalene, macadamia ternifolia seed oil, dimethicone, portulaca oleracea extract, sunflower oil decyl esters, tocopheryl acetate, hydrogenated olive oil decyl esters, hydrogenated olive oil, biosaccharide gum-1, glycine soja sterol, panthenol, anthemis nobilis flower extract, methylparaben, propylparaben, calcium lactate, allantoin, glycyrrhiza glabra root extract, sodium acrylate/sodium acryloyl dimethyltaurate copolymer, polydecene, laureth-8, sorbitan oleate, xanthan gum, stearic acid, BHT, Fragrance, camphor. (source: http://www.apotikantar.com/noroid_soothing_lotion_200_ml)

How to use:
Digunakan sebagai obat luar dan dapat digunakan di seluruh tubuh termasuk wajah. Gunakan setelah mandi/setelah wajah dibersihkan dan setelah perawatan UV. Gunakan secukupnya pada bagian wajah dan atau seluruh tubuh. Noroid lotion dapat digunakan sesuai kebutuhan sehari-hari.

Where to buy & how much :
Noroid ini gampang dicarinya, bisa beli di drugstore seperti Guardian, Century atau Watson. Range harganya IDR 150k – 165k

My personal review :
Like I said before, pertama kali dipakaikan ke Leon langsung meredam merah-merahnya. Sayang nggak sempet di foto-foto sih ya dulu. Tapi selang dua minggu, muncul lagi kemerahannya (FYI, ini sebelum mulai pantang makanan ya). Setelah gue nya pantang makan, Leon udah berkurang jauh eczema nya sehingga cuma di maintain aja supaya kulitnya nggak kering.


ATOPICLAIR

Waktu Noroid kehabisan dan sempet langka di pasaran, udah kelilingan drugstore nggak nemu-nemu lah pokoknya. Sedangkan tahun 2015 itu saat Leon lagi eczema parah-parahnya kan belum menjamur juga marketplace atau e-commerce gitu. Jadi bener-bener cuma ngandelin drugstore dan apotik doang buat nyari lotion-lotion ginian. Akhirnya nanya sama dokter kulit kala itu, disarankan Atopiclair ini. Setelah dapet resep langsung kita cus tebus ke apotik. Again, ini kejadiannya udah mulai pantang makanan tetapi belum maksimal banget, jadi si Leon masih sering kumat gatel-gatelnya.

image source: google

Ingredients :
Aqua, ethylhexylpalmitate, butyrospermum parkii , pentylene glycol, arachidyl alcohol, behenyl a lcohol, arachidyl glucoside, glyceryl stearate, PEG-100 stearate, butylene glycol, glycyrrhetinic acid, capryloyl glicine, bisabolol, tocopherly acetate, carbomer, ethylhexylglycerin, piroctone olamine, sodium hydroxide, allantoin, DMDM hydantoin, vitis vinifera, sodium hyaluronate, disodium EDTA, ascorbyl tetraisopalmitate, propyl gallate, telmesteine. (source: http://asibayi.com/arsip/atopiclair-cream-krim-non-steroid-untuk-bayi-eczema/)         

How to use:
Dokter spesialis anak sering merekomendasikan ATOPICLAIR Cream Non Steroid Untuk Bayi Eczema dan Alergi. Produk ini bekerja cepat dan memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi (78%).

Atopiclair bekerja dengan mengurangi merah-merah pada kulit bayi sekaligus mengurangi rasa gatal sehingga bayi bisa lebih tenang (tidak menggaruk-garuk) yang bisa menyebaban lecet luka hingga infeksi. Oleskan setelah mandi dan saat bayi tidur. Simpan krim di suhu yang sejuk. Oleskan tipis-tipis. Hindari sebisa mungkin untuk kontak langsung pada mata.

Where to buy & how much :
Atopiclair ini back then (tahun 2015) masih susah nyarinya cuma ada di Apotik tertentu aja, tapi sekarang kayanya di Shopee dan Tokopedia udah banyak sih, harganya IDR 180k – 200k

My personal review :
Secara tekstur sebenernya mirip-mirip banget sama Noroid, tapiiiiii ternyata saat pake ini di kulit Leon nggak cocok sama sekali. Jadi malah memicu eczema nya semakin parah. Nggak ngerti kenapa, atau pas lagi kebeneran saat itu salah makan juga, atau pas lagi kepapar allergen lainnya. Akhirnya cuma sempet pake tiga atau empat kali dan nggak dilanjutin lagi.


The Home Apothecary – Zinc & Lemongrass Balm

Naini. Produk yang jauh di sana. Awal mulanya nemu link mereka di facebook tentang bahaya penggunaan skincare eczema yang mengandung steroid. Bukannya makin baik malah makin memerah dan mengelupas gitu kulit anaknya, akhirnya si mama papa nya inisiatif untuk mempelajari bahan-bahan natural yang aman untuk eczema salah satunya adalah sereh atau bahasa kerennya: lemongrass.

Buat yang penasaran baca-baca cerita kasus eczema dan steroid lainnya silakan cek di sini: The Home Apothecary

Blog cerita tentang Isaiah Quinn bisa juga baca di blog mereka: Isaiah Quinn

Karena gue anaknya suka coba-coba, ya emang walaupun buat anak katanya nggak boleh sembarangan dan harus yang terbaik kan. Tapi gimana bisa tau kalo itu terbaik kalo belom di uji coba? Maka, walaupun itu product asalnya di negeri Paman Sam (baca: US) pun gue tetep usahakan pesen. Mereka punya store di etsy.com, silakan kalo penasaran pengen coba juga: https://www.etsy.com/shop/TheHomeApothecary

Secara harga sih masih masuk akal ya kisaran USD 28-35 tapi berhubung jauh, jadi mahal sama ongkos kirimnya. Waktu itu gue pesen ongkosnya lebih mahal bok daripada lotion nya sendiri.



My personal review :
Di atas udah jelas kan ingredients so pasti bahan natural semua, untuk dimana beli dan harga juga udah dibahas di atas ya. Jadi langsung ke personal review aja which is, teksturnya sih macem lotion agak creamy gitu. Dan wanginya sangat refreshing banget, wangi khas lemongrass. Pemakaiannya mesti di mixed up dulu zinc balm sama lemongrass balmnya tersebut. Iya kalo di sana lotion ginian disebutnya balm, karena emang dia creamy dan agak lengket. Beda deh nggak kaya lotion yang encer-encer gitu. So far, di kulit Leon sih bikin adem dan meredam gatel-gatelnya. Tapi berhubung belinya jauh dan pricey, dan pada akhirnya udah menemukan senjata ampuh untuk eczema Leon, balm ini banyakan ngendep di kulkasnya dan nggak terlalu sering dipake. Sekarang udah dibuang sih kayanya, udah lama banget hampir dua tahun.


RAFAEL SALGADO – EVOO

Ini minyak zaitun andalan banget. Sejak stop Noroid dan mulai pantang makan ketat, si Leon kulit udah mulusssss langsung mulai pake ini doang. Gunanya simply untuk melembabkan kulitnya Leon karena kunci utama eczema itu adalah NGGAK BOLEH SAMPE KERING. Jadi di semua area eczema nya diolesin ini termasuk di area diaper supaya kulitnya nggak kena rash. Ini minyak zaitun paling cocok di antara yang lain, tapi ya tetep kalo gue salah makan terus dia kumat eczema nya kasih noroid dulu. Jadi pengguanaan EVOO ini lebih untuk ke sehari-hari.




Where to buy & how much :
Gampang ini carinya di drugstore ada, di supermarket juga ada. Atau beli di marketplace juga ada lebih murah-murah. Terakhir gue beli di Tokopedia ukuran 500 ml cuma IDR 60k.

My personal review :
MY SAVIOOOR! Hahaha
Karena bisa dipake sehari-hari tanpa khawatir kulit Leon kepapar zat-zat kimia, I mean, Noroid aja masih banyak banget kandungan kimianya kan meski bebas paraben dan steroid pun. Lebih tenang aja kalo pake minyak zaitun murni gini dan bener-bener ampuh 100% melembabkan kulit. Gue pakaikan ke Leon hampir setiap saat, habis mandi atau bangun tidur, kalo lagi gatel-gatel kena nyamuk juga gue balurin minyak zaitun aja.

Beneran kan dikit banget skincare yang pernah dipake Leon, lol. Karena sejak ketemu si minyak zaitun itu gue nggak ada niatan juga nyoba-nyoba produk lain. Nyoba zaitun merk lain sih iya, tapi kayanya Rafael Salgado ini paling less oily tanpa mengurangi keefektifan oil itu sendiri (apa sih ini). Ya pokoke gitu lah ya. Hahahaha ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Perkembangan kulitnya Leon silakan dilihat sendiri ya di bawah ini. Sekarang usia 30 bulan, udah nggak spot-spot rawan eczema kaya dulu bayi. Cuma kalo salah makan aja (telor dan kacang tanah) langsung muncul merah-merah, gatel dan bahkan sampe bengkak juga. Penggunaan obat pengurang gatal seperti antihistamin gitu juga udah jarang banget, karena emang makanan pemicu alergi gue stop dan jauhin total.








Bela-belain juga setiap hari sebelum berangkat kerja masak khusus untuk Leon sehingga makanan mama nya pasti jauh-jauh dari bahan pemicu eczemanya.

Anyway, buat para severe eczema survivor lainnya yang masih hopeless banget sama urusan kulit coba baca blog nya Marlissa Tenggara deh. Dia juga melakukan food elimination – dietary allergy untuk natural healing eczema dia, so cool. Ada list makanan apa-apa aja yang harusnya dihindari oleh para eczema survivor. Worth to read banget ❤

Kalo gue kan dulu emang pantang makanan ekstrim, dimulai dari stop produk kacang-kacangan, telur, all dairy products dan seafood serta semua produk turunannya termasuk roti, kecap, tahu tempe. Padahal sebenernya roti pun kalo diganti gandum gapapa, susu pun kalo diganti almond bisa. Jadi semua balik lagi aja gimana sama ketekadan dan keinginan hati masing-masing.

Keep fighting ya para mommy yang anaknya eczema! Time surely heals, keep believin’!
Keep fighting para ladies and men out there! Find your weak spot and keep believin’ that things will get better ๐Ÿ˜Š

See you next post!

- x o x o

One day at Ancol Jakarta - Dufan & Seaworld

Tuesday, 5 December 2017
Sekitar dua minggu lalu bertepatan dengan hari ulang tahun kantor gue diadakan acara employee gathering ke Dufan, Ancol - Jakarta. Tadinya gue pikir mau ajak Leon berhubung tingginya kan masih di bawah 90cm, masih gratis masuk Dufan-nya. Tapi karena seminggu sebelumnya Leon abis sakit jadi gue urungkan lah. Takutnya dia kecapekan dan drop lagi.



Kalo dipikir-pikir dalam dua tahun terakhir ini gue ke Dufan pure karena acara dari kantor๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
Tahun lalu juga ke Dufan karena acara family gathering kantor lama. Dan pas-pasan Leon abis sakit juga jadi tahun lalu gue cuma berdua sama Beey dan temen-temen kantor lainnya.

Nah kalo kali ini agak berbeda event-nya, karena hanya employee gathering aja tanpa bawa keluarga. Terus ada beberapa rules dan games yang dinilai menggunakan sistem poin. Setiap departemen dibagi menjadi kelompok yang misinya harus main games dan ngumpulin poin sebanyak-banyaknya, seruuuu!

Tahun lalu gue memberanikan diri main Halilintar ya kan. Tahun ini gue memberanikan diri main Kicir-kicir. Ternyata pusingnya nggak bohong, lol!

Tema event kali ini: Be a Superhero
Jadi setiap kelompok harus ada perwakilan yang ditunjuk menjadi superhero. Kelompok gue kemarin itu pake Deadpool superhero Marvel yang warna merah itu. Sementara kelompok-kelompok lain ada yang jadi wonder woman, batgirl dan batman, pandawa lima, green lantern bahkan ada yang jadi Pak Jokowi!

Acara dimulai dari jam 08.00 pagi dimulai dari sambutan-sambutan, pentas para superhero dan dilanjutkan games wahana sekitar jam 10.30. Untuk wahana dengan kategori HARD: kicir-kicir dan tornado. Wahana dengan kategori MEDIUM: kora-kora dan rajawali.
Dan wahana dengan kategori EASY: poci-poci, burung tempur, turangga-rangga dan gajah bleduk.
Please noted, ini pembagian kategori untuk event HUT kantor gue aja bukan pembagian kategori dari Dufan-nya ya.

Selesai acara sekitar jam 13.00 kita ngumpul lagi untuk makan siang dan perhitungan poin serta pengumuman kelompok mana yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak.

Abis selesai acara itu sektar jam 14.00 dan sisanya bebas mau kemana, ada yang masuk lagi ke Dufan main sampe malem, ada juga yang langsung pulang. Gue sih hari itu dijemput sama Beey dan Leon lalu karena emang udah keburu bayar masuk Ancolnya ya udah sekalian deh kita main-main di Ancol.

FYI, tiket masuk Ancol per Desember 2017:
Kendaraan mobil : IDR 25k
Kendaraan motor : IDR 20k
HTM / orang : IDR 20k

Sekedar tambahan info kalo destinasi utamanya adalah Dufan enaknya sih masuk langsung lewat Pintu Barat Ancol (Hailai) sehingga nggak terlalu jauh. Kalo naik kendaraan pribadi sih mungkin nggak masalah, tapi kalo naik angkutan online terus turun di pintu masuk doang kan lumayan kalo salah pintu nanti jalan ke dalemnya jauhhhh. Ada sih Bus Wara-wiri yang disiapkan untuk memudahkan transportasi dalam Ancol, biayanya gratis dan dia kelilingan ke semua destinasi yang ada di dalam Ancol. Cuma nunggunya lumayan lamaaaa.

Siang sehabis bermain di Pantai Baywalk (Depan Baymalk Mall Ancol), kita lanjut ke Seaworld. Udah lama gue nggak main ke sini, terakhir kali itu kalo nggak salah waktu gue umur 10 tahun. Gileee, udah 16 tahun lalu. Untuk HTM Seaworld as of November 2017, masuk jam 15.00 kita dikenakan biaya single tiket (nggak termasuk tiket ke Ocean Dream Samudera jadinya) sekitar IDR 100k. Untuk operasionalnya Seaworld buka setiap hari mulai pukul 09.00-18.00 WIB, pengunjung hanya dikenakan biaya IDR 85k every weekday dan IDR 100k every weekend atau hari libur nasional.

Seru banget sih ternyata dalemnya udah bagus banget. Dinding-dindingnya banyak dihiasi cat berpendar gitu, jadi dalam suasana yang hampir gelap itu dindingnya menyala-nyala macem glow in the dark gitu lah bagus banget untuk jadi spot foto ala ala, lol.

Untuk wahana yang ada dalam Seaworld ini beragam banget, sangat bagus untuk kita-kita yang mau belajar lebih jauh mengenai ekosistem di perairan baik air tawar maupun air laut. Variasi aquarium juga beragam ada yang terletak di tengah-tengah dengan beberapa biota laut seperti anjing laut, ikan-ikan berukuran kecil serta ragam variasi terumbu karang dihiasi lampu-lampu yang cantiknya aduhaiiiiii. Jangan lupa sama aquarium utama yang merupakan ciri khasnya Seaworld ya atau dikenal dengan nama Main Aquarium Antasena Tunnel, dimana kita bisa berdiri di atas travelator terus nanti berjalan di bawah aquarium. Gue paling excited di sini karena rasanya biota-biota laut itu bukan berenang tapi terbang di atas kita!

Aquarium raksasa ini berisi hampir lima juta liter air laut beserta ratusan jenis biota yang berenang-renang di atas kepala kita. So cool!

Selain aneka jenis aquarium, ada juga wahana Interactive Pool dimana kita bisa lihat dan pegang langsung biota di dalam kolam tersebut. Ini kesukaan Leon banget, karena ada kolam  berisi penyu dan bayi ikan hiu. Surprisingly kita bisa elus-elus dan pegang langsung!

Apa lagi ya…

Oh ya, ada juga wahana Theatre yang menampilkan kehidupan bawah laut dengan dekorasi ruangan penuh gambar biota laut dengan cat berpendar. Juga ada Museum yang menampilkan beberapa biota laut yang diawetkan. Pengunjung Seaworld jaman dulu pasti tau kalo di dalam Seaworld ini kan dulunya ada restoran seafood, nah restoran itu kini berganti menjadi museum ini.

Overall, Leon happy banget diajak main ke sini karena emang dasarnya anak ini seneng sama ikan. Jadi melihat aneka ragam ikan dan biota laut lainnya bener-bener bikin Leon betah main dan lari-larian di sini. Favoritnya dia kayanya Theatre nya sih, bolak balik masuk ke sini terus maunya. Hahaha

Here some awesome pictures of us, lol












See you next post!

-xoxo

Car of The Year 2017 with Mobil123.com: Which CAR are YOU?

Thursday, 23 November 2017

Hidup di ibu kota yang kemana-mana jauh dan belum lagi cuaca yang lagi nggak menentu gini ya, sebentar hujan sebentar panas. Udah mana macet dimana-mana karena pembangunan infrastruktur makin bikin perjalanan terasa berat. Apalagi suami saya yang kerjanya di luar Jakarta, setiap hari harus bulak balik Jakarta – Serpong. 

Tentulah kendaraan umum bukan opsi utama lagi karena bisa-bisa waktunya habis di perjalanan. Badan juga semakin rentek nggak karuan karena harus berdempet-dempetan di kereta, belum lagi keluar stasiun kena hujan.

Untuk mengurangi kelelahan di perjalanan tersebut dan agar lebih memiliki waktu yang efektif serta efisien dari rumah ke tempat kerja, kami mulai memikirkan opsi untuk membeli mobil baru. Secara kami muda-mudi generasi milenial ya, udah nggak jaman kayanya hunting mobil harus berkunjung dari satu showroom ke showroom lain.

Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi di Indonesia, jual beli mobil bahkan semudah kita belanja baju atau sepatu secara online. Penjual mobil baik individu maupun dealer tinggal upload foto kendaraan disertai keterangan dan harga yang ingin ditawarkan maka nantinya pembeli bisa mengakses dengan mudah. Salah satu portal internet yang menawarkan fasilitas jual beli kendaraan dan merupakan portal otomotif terpercaya adalah www.mobil123.com. Dengan induk perusahaan iCar Asia yang juga beroperasi di dua Negara Asia Tenggara lainnya yaitu Malaysia (Carlist.my) dan Thailand (Thaicar.com, Autospinn.com, One2Car).

Saya dan suami pun kala asyik hunting mobil baru kami tinggal buka website Mobile123, maka segala merk dan jenis mobil yang kami inginkan akan tampil di sana. Selain itu kita juga bisa download aplikasinya loh untuk smartphone Android silakan klik link berikut: Mobil123, dan untuk para pengguna iOS silakan klik link berikut: Mobil123.

Berhubung ini adalah pengalaman pertama keluarga saya membeli mobil baru, pasti kita lebih hitung-hitungan dan maunya mobil yang ringkas untuk saya, suami dan Leon. Apalagi rumah kita kan jalanannya sempit, kalo mobilnya terlalu besar atau kepanjangan akan sulit untuk masuk. 

Di portal website Mobil123.com ini kita bisa pelajari dan update dulu berita-berita seputar otomotif supaya lebih relevan dengan pencarian mobil. Untuk membaca-baca berita otomotif bisa lihat di sini: https://www.mobil123.com/berita. Buat kamu yang udah punya tujuan beli mobil merk dan tipe apa, bisa langsung ketik di kolom search untuk membaca berita dan review seputar mobil yang kamu mau.


Nah, untuk Car of the Year yang sesuai kriteria dan masuk budget saya dan suami sepertinya adalah mobil tipe LCGC seperti Daihatsu Ayla nih, lol. Jadinya kami fokuskan pencarian di jenis mobil ini saja dan di Mobil123 ini sangat lengkap loh update beritanya, sehingga kami bisa lihat berbagai tipe yang ada untuk Daihatsu Ayla. Untuk variasi pilihannya Daihatsu Ayla ada dua pilihan: 1000 cc dan 1200 cc, dengan enam variasi warna Orange Metallic, Red Solid, Dark Grey Metallic, Ultra Black Solid, Classic Silver Metallic dan Icy White Solid. Khusus untuk warna Orange Metalic hanya tersedia pada Ayla 1200 cc ya by the way! Buat yang penasaran detail pilihan jenis dan tipe Daihatsu Ayla beserta pricelist terbaru silakan klik di sini: https://www.mobil123.com/berita/ini-daftar-harga-varian-new-daihatsu-ayla/45006

Kalo udah baca yang banyak tentang pilihan mobilnya, tinggal mulai hunting deh. Di Mobil123.com udah All in One banget sih menurut saya, karena selain informasi yang lengkap pun kita bisa langsung hubungi para penjual/dealernya. Kalo kamu mau cari mobil bekas, di Mobil123.com ini tinggal ketik aja di kolom pencarian mobil bekas tipe yang kamu mau lalu akan muncul semua pilihan seller yang menjual mobil yang kamu cari. Kamu bisa lakukan filter terhadap lokasi, tahun, warna bahkan hingga kisaran harga yang sesuai dengan budget kamu.



Keren dan super lengkap banget ya Mobil123.com ini! Lebih keren lagi nih untuk pertama kalinya iCar Asia mengadakan pemungutan suara pemilihan brand mobil terbaik untuk di Indonesia yang dimulai sejak 12 Oktober hingga 1 November 2017. Event Brand’s Choice Awards - Car of the Year (PCACOTY) by iCar Asia ini dilakukan serempak juga di Malaysia dan Thailand, sehingga masyarakat bisa memberikan suara di Negara masing-masing secara online dan akan ditentukan pemenang tingkat Negara pada setiap kategori.

Buat kita masyarakat Indonesia dapat memberikan suara kita secara online melalui https://www.mobil123.com/caroftheyear. Dimana terdapat  54 model mobil yang dinominasikan dan dibagi menjadi 18 kategori, mulai dari anggaran, mid-range hingga premium model. Konsumen bebas memilih mobil favorit mereka seperti sedan, MPV, SUV, dan lainnya, serta ada hadiah untuk para pemilih yang bernilai jutaan rupiah, mulai dari sepeda motor, smartphone, dan voucher belanja.

Untuk pengumuman dan hasil pemungutan suara konsumen akan diumumkan di situs resmi ICar Asia di www.icarasia.com/caroftheyear. Seluruh pemenang regional People's Choice Awards ini nantinya akan diumumkan secara serempak dengan acara formal yang diselenggarakan di tiga Negara tempat pemungutan berlangsung tersebut pada 24 November 2017. Di Indonesia, akan diadakan acara resmi untuk menyaksikan pengumuman Brand’s Choice Awards - Car of the Year (PCACOTY) 2017 ini di Westin Kuningan Rasuna Said, Jakarta. Untuk info lengkapnya silakan klik di sini ya: Mobil123.com : Car of The Year 2017 ❤


Nah, kalo kamu kira-kira tipe mobil favoritnya seperti apa sih? Apakah mobil sejenis sedan yang cukup untuk sendirian aja(baca: jomblo ngenes) atau justru mobil SUV biar sekalian bisa bawa keluarga besar segambreng? Lol.




Tentang Pengasuh Anak : ART Momong VS Babysitter

Tuesday, 21 November 2017


Rasanya sebagai ibu bekerja, nggak afdol kalo gue belum punya postingan tentang ini. Secara gue sebagai working mom pasti nggak bisa 24/7 ngasuh anak sendiri pasti butuh bantuan orang lain untuk mengasuh Leon saat gue di kantor. Sebetulnya lebih tenang ya kalo bisa menitipkan sama orang tua aja, karena kalo sama babysitter/ART momong kan serem kalo anaknya dijahatin, terus makan atau minum susunya susah tapi mereka nggak telaten atau bahkan kemungkinan paling jahatnya mereka kawanan sindikat kriminal, hiiii….

Lalu gimana dong kalo mereka yang tinggal berjauhan kota dengan orang tua atau in laws nya? Maka, menitipkan anak sama kakek nenek si anak nggak bisa menjadi opsi lagi. Sementara kalo harus resign pun apa iya mengandalkan gaji suami aja sudah mampu menopang seluruh financial keluarga?

Punya anak kan mahal gaes, apalagi tinggal di ibu kota. Apalagi suami masih staff dengan gaji yang pas-pasan dan cicilan KPR atau cicilan kendaraan masih berjalan. Pusyiiiing...

Memang sih bisa pake opsi daycare aja kalo takut sama masalah pengasuhan dengan nanny. Nggak memungkiri namanya anak akan lebih banyak menghabiskan waktu sama nanny aja di rumah, takut juga kalo nanti si anak lupa sama kita malah nempel sama nanny-nya ๐Ÿ’”๐Ÿ’”



Kalo gue pribadi saat ini memang mempercayakan pengasuhan Leon sama babysitter, walaupun waktu awalnya sempet juga menitipkan di rumah opa oma-nya. Ini kira-kira sejak Leon usia tiga bulan sampe setahunan, kita masih nitip sama mereka. Tapi biarpun menitipkan sama kakek nenek, sebaiknya kalo memang mampu dan berkecukupan, hire lah seorang ART momong untuk membantu kakek nenek.

Kenapa? Soalnya ngurus bayi kan repot ya, apalagi kita maunya saklek anak full ASI. Kalo harus full ASI itu repot banget harus ngatur ASI yang tanggal sekian harus diangetin duluan, ngangetin pun nggak bisa sembarangan harus dikira-kira suhu hangatnya dan belum lagi urusan steril botolnya. Kalo pun anaknya nggak full ASI, ya tetep repot juga lah harus bikin susu sendiri terus urusan cuci botol dan perintilannya juga lumayan menguras waktu dan energi.

Duuuh. Nggak kebayang lah pasti, kita aja kalo urus bayi sendiri aja capek dan repot. Gimana orang tua atau in laws yang jauh sudah berumur dan fisik pun nggak se-prima kita yang muda?
Paling nggak kalo ada ART bisa bantu urusan cuci dan steril botol, urusan cuci baju si bayi, juga kalo bayi udah MPASI kan bisa bantu menyiapkan bahan masak dan mencuci perabotan setelah masak. Kalo saat si bayi growth spurt, dimana bayi akan lebih banyak rewel dan maunya digendong terus-terusan ada orang lain yang bisa membantu kakek nenek ganti-gantian momong. Or simple untuk gantian makan atau di kala kakek nenek ada urusan harus keluar rumah bisa bantu pegangin kalo lagi pergi-pergian. In my case, in laws gue masih super sibuk dan kegiatannya banyak banget jadi setiap hari mereka ada aja urusan keluar rumah. Jadinya dengan adanya ART sangat membantu banget sambil ngemong cucunya.

Tapiiiiii, kalo emang secara financial nggak memungkinkan untuk hire nanny jadi benar-benar mengandalkan orang tua atau in laws untuk full mengasuh anak, ya gapapa. Make sure kalo pihak yang dititipkan tidak keberatan dan senang mengasuh cucunya ya, sebagai anak ya kita berbakti dan berbalas budi lah dengan orang tua yang sudah kita repotkan dititipin anak, ya sesekali ajak liburan atau jalan-jalan bareng mereka juga pasti happy ๐Ÿ˜Š



Memasuki usia toddler itu tantangan paling bikin jungkir balik dan sakit kepala. Dimana si toddler ini kan aktifnya ampun-ampunan ya segala pengen digeratak, seluruh isi rumah di eksplor dan mulai punya kemauan sendiri yang seringkali bertentangan dengan hal yang sewajarnya

Maka gue mulai berpikir kayanya in laws akan kewalahan kalo dititipin Leon, apalagi anaknya juga udah makin berat kan kalo digendong-gendong dan kalo pun diturunin dia lari-larian sana sini. Jadi ya udah opsinya gue dan suami memutuskan untuk nggak full menitipkan sama in laws lagi. Jadi Leon lebih banyak stay di  rumah aja, namun berhubung rumah gue dan in laws berdekatan ya sesekali dijemput mereka kalo emang mau diajak jalan atau simply main sebentaran sama cucunya di rumah mereka.

Karena Leon akan lebih banyak diasuh sama nanny maka gue mengambil babysitter yang emang berasal dari yayasan yang trusted, nggak pake ART momong yang asal comot dari kampung seperti sebelumnya. Alasannya lebih ke profesionalisme mereka tuh beda bangeeeet. ART momong ini nggak memiliki pelajaran atau pendidikan dasar pengasuhan bayi dan balita sehingga kebanyakan harus kita yang ajarin. Kebetulan ART yang lama abis lebaran nggak balik lagi ya udah gw langsung hire babysitter dari yayasan aja.

Berikut ini gue coba jabarin pros cons nya ART momong dan babysitter, menurut pengalaman pribadi ya….

ART MOMONG

Pros :
  • Gajinya relatif lebih kecil/rendah karena tidak terikat dengan yayasan atau penyalur
  • Tidak perlu membayar admin yayasan atau jasa penyalur, terkadang menggantikan ongkos dari kampung aja cukup
  • Lebih multitasking jadi bisa sekalian dipercayakan mengasuh anak juga membantu pekerjaan domestik rumah tangga
Cons :
  • Tidak memiliki pengetahuan dan pelajaran pengasuhan bayi dan balita jika sebelumnya belum pernah mengurus bayi atau balita
  • Sulit menjamin masa kerjanya terkadang kalo nggak cocok mereka bisa tau-tau minta pulang kampung sementara kita jadi harus nyari-nyari ART lagi dan harus mengajari dari awal lagi


BABYSITTER DARI YAYASAN RESMI

Pros :
  • Lebih berpengalaman mengurus bayi atau balita karena yayasan yang manaungi sudah memberikan pelatihan dan pendidikan dasar
  • Secara tutur kata dan sikap cenderung lebih sopan dan kalem (tapi tergantung personalnya juga ya…) dibanding ART momong yang kadang masih kentara serampangannya
  • Ada garansi penggantian jika tidak cocok selama periode tertentu, tergantung kebijakan yayasannya
Cons :
  • Perlu membayar jasa admin yayasan dan penyalur yang cukup pricey, namun ini masuk akal sih karena toh kita jadi ada garansi penggantian dan pertanggungjawaban dari mereka
  • Pola pengasuhan anak para babysitter terkadang berbeda dengan mau kita sebagai orang tua karena mereka sungguh teoritikal banget, jadi kita harus bisa tegas dan disiplin lebih agar mereka bisa menuruti maunya kita
Apa lagi ya? Feel free to add up ya.



Nah kenapa sih kok gue kesannya expert amat soal ART momong dan Babysitter ini?
Karenaaaa ini based on pengalaman gue pribadi. Gue udah ngerasain hire ART momong dan babysitter.

Jadi waktu usia Leon tiga bulan dan gue harus balik kerja pasca cuti melahirkan, gue dibantu ART momong sebut aja si Mbak Dorami asal Sukabumi. Dia ini masih cilik baru 14 tahun dan belum pernah kerja sebelumnya, jadi bener-bener gue ngajarin semua perihal mengurus bayi sama dia. Gila kan. Ibu macam apa lah aku ini mempercayakan bayi newborn tiga bulan sama ABG bau kentjur. Ini gue masih menitipkan Leon sama in laws ya btw, jadi si Mbak Dorami pure cuma bantu-bantu tetek bengek nya aja. Seperti menyiapkan dan menghangatkan ASI, nyuci dan steril botol dot serta peralatan MPASI, mencuci baju Leon dan bantu-bantu segala hal tentang Leon. Inget ya ini prinsipnya si Mbak Dorami cuma BANTU-BANTU karena mertua gue masih full urus Leon. Jadi si Mbak Dorami masih 100% di supervisi sama in laws gue.

Leon diasuh sama Mbak Dorami ini cukup lama sampe usianya 13 bulan, kemudian si Mbak Dorami pulang kampung pas lebaran dan nggak balik lagi. Pasca Mbak Dorami gue sempet hire ART momong lagi sebut aja namanya Mbak Maruko-chan, nggak beda jauh sama yang sebelumnya si Mbak Maruko-chan ini juga masih 14 tahunan dan belum pernah ngasuh bayi juga. Jadi gue ajarin lagi lah dia perihal mengurus Leon, tapi ini udah lebih enakan sih dibanding waktu dulu newborn. Karena Leonnya juga udah mulai belajar jalan dan makannya udah nggak bubur-buburan.

Tapi Mbak Maruko-chan ini ternyata mentalnya ababil banget, kalo ditegur atau dicerocosin eh dia baperan. Udah gitu belakangan saat Leon lagi fase-fasenya GTM dan susah banget makannya, si Mbak Maruko-chan ini nggak telaten nyuapinnya. Akhirnya si Mbak Maruko-chan ini cuma bertahan tiga bulanan doang ngasuh Leon.

After that, si Leon kan makin aktif banget tuh dan mertua udah mulai kewalahan kalo harus full jagain dia, udah mana makannya lagi susah-susahnya. Maka ya udah gue hire babysitter dari yayasan resmi aja supaya nggak harus merepotkan dengan menitipkan Leon lagi. Setelah muter sana sini nyari yayasan yang pas dan biaya admin yang cocok di kantong, interview babysitter sana sini untung nyari yang bener-bener klop akhirnya ketemu juga sama Ncus Rapunzel.

Orangnya sabar dan kalem pembawaannya, untuk pengalaman sih sebelumnya dia cuma pernah ngasuh jompo dan belum pernah ngasuh balita. Tapi karena ambil dari yayasan, ternyata Ncus Rapunzel cukup menguasai dasar-dasarnya kok seperti cara steril peralatan makan balita tuh kaya gimana, harus mencuci baju balita dan peralatan makan dengan sabun khusus dan paling pentingnya dia ini telaten dan apik banget urusan suap menyuapi dan teman menemani bermain dan belajar anak gue. Sungguh ku bahagia :’)

Awalnya gue masih bulak balik titip si Leon dan ncus-nya ke rumah mertua supaya mertua juga bisa liat cara kerja ncus ini gimana. Setelah 2 bulanan baru gue berani lepas full sama ncus di rumah, sesekali mertua tengok ke rumah dan jemput ajak jalan-jalan atau main ke rumahnya.

Nah, kira-kira segitu sih cerita tentang pengasuh anak gue. Puji Tuhan ya nggak terlalu banyak drama hahaha. Semoga ke depannya nggak ada deh jadi gue bisa kerja dengan tenang kan. Ncus yang ini adalah perdana yang gue ambil dari yayasan resmi dan ternyata cocok dan lumayan betah sampe sekarang. Balik lagi yaaa semua tergantung juga gimana kita memperlakukan mereka. Cukup kita sampaikan house rule kita terhadap mereka, cara-cara yang kita tolerir dan nggak jika berhubungan dengan anak, kalo emang salah ya tegur dengan rasional jangan menclak-menclak toh mereka pun manusia yang bisa khilaf.

Ncus gue pernah juga melakukan kesalahan dan gue tegur sesuai kadar kesalahannya. Jangan sampe meninggalkan luka karena perkataan kita saat menegur pengasuh ya. Dan set target untuk mereka, misal berat badan anak harus naik sekian kilo selama periode yang kita tentukan atau harus bisa menghafal angka 1-10 or things like that. Nah kalo emang target tersebut tercapai/goal, ya beri apresiasi yang layak misalnya dengan memberikan reward berupa bonus atau cuti tambahan.

Ternyata postingan ini panjang jadinya ya, semoga cukup membantu para moms tentang pengasuh anak dari kacamata gue pribadi ini. Share juga dong kalo ada pengalaman unik atau drama-drama tentang ART/babysitter nya ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

- x o x o


Kopi Susu Sederhana ala Humble Cake, Coffee and Boardgame

Monday, 20 November 2017
Seperti namanya, Kopi Susu Sederhana or in English we called it “ Humble “ maka rasa kopi susu ala Humble Cake, Coffee and Boardgame ini super simple tapi ngangenin. Pertama kali tertarik untuk coba ke sini karena ajakan one of my bestie, katanya kopi susu di sini enak. Akhirnya kita janjian atur waktu saat office lunch tepatnya, October 16th 2017 untuk menikmati kopi susu dan cake-nya mereka.

Kafe ini terletak di daerah Sunter, Jakarta Utara. Konsepnya minimalis dan fun, karena sembari menikmati coffee dan cake ala Humble kita bisa sambil main boardgame juga loh. Banyak variasi mainannya dan kita cukup bayar IDR 35k udah bisa menikmati semua mainannya. Seru kan! Sesekali jangan cuma main smartphone kalo ngopi, harus sambil nikmati permainan jaman jadoel juga supaya hidup lebih HUMBLE, lol.

Here some pictures, harap maklum ini cuma jepretan pake kamera HP dan masih postingan review perdana. Hahaha. Semoga lumayan bikin penasaran untuk kalian mampir yaa!
Btw, ini postingan perdana di topik hari Senin: Jajan-jajan. Nantinya semua review yang berbau Travel & Culinary akan gue jadikan satu di topik ini ya, so stay tuned! 







By the way, kemarin gue juga nyobain Lemongrass Tea nya enyaaaakk superrrb. Menu ini nggak tau sebelumnya kalo ada di Humble, awalnya gue berniat bikin sendiri eh tapi si faktor Malas melanda terus, hahaha. Pas kebeneran banget mampir ke sini eh mereka ada menu ini. Nggak jadi deh tenggorokan bengkoknya, lol. Rasa Lemongrass Tea ala Humble ini warm and so refreshing, imho. Rasanya nggak terlalu manis dan wangi khas serehnya nggak terlalu strong seperti bumbu-bumbuan dapur gitu, nyatu banget sama rasa teh nya. Sekali seruput rasanya menyebar di mulut dan sangat menyegarkan, apalagi minumnya lagi panas-panas geurah wahhh, so refreshing!

Untuk cake nya kemarin gue nyobain cheesecake-nya dan lumayan rasanya, walaupun agak kurang fluffy sih but overall it’s okay. Emang cuma buat iseng-iseng aja sih makan cake-nya, tapi buat kalian yang nggak suka cheesecake, Humble Cafรฉ ini punya beberapa varian cake lainnya seperti red velvet, chocolate and etc. Mereka punya roti jadoel rumahan gitu seperti pisang cokelat, choco melt, roti smoke beef, roti bakso, roti kelapa juga ada cemilan seperti risoles smoke beef, kroket ayam dan Japanese mochi. Nggak sempet nyobain semua karena waktu mepet banget kan pas office lunch, surely will be back to try more of their cakes and snacks! Yumssss…







Humble juga ada loh di GoFood, try to find Humble (Cake, Coffe, Boardgame)...

Here the details if you want to visit:

Humble - Cake, Coffee, and Boardgame
Located in Jalan Agung Niaga III Blok G4 No.27, Sunter Agung, Tanjung Priok, RT.14/RW.13, Sunter Agung
Phone number : (021) 65301510
IG : Humble.Jkt

The Man who Bring the Best of Me

Wednesday, 15 November 2017


Udah kece belom judulnya? Uhuk uhukkk….

Suddenly, out of the blue, gue pengen aja nulis tentang mantan pacar gue ini. Secara sekarang udah saling berdampingan dan ngasuh anak bareng, padahal dulu ketemunya sama-sama masih cilik. Been 11 years together, and 3.5 years as husband and wife pastinya banyak lah ups and downs nya. Nggak melulu juga kita lovey dovey, ada juga kok selisih pendapat dan banyak lah hal-hal yang nggak semestinya diributin tetep mancing emosi satu sama lain.

But amongst all those things, ternyata kebersamaan yang gue dan Beey jalani selama ini menurut gue banyak membawa perubahan terhadap kepribadian masing-masing. Setiap kali gue berkaca, atau nostalgic sambil liatin foto-foto jadul di Facebook, ternyata Janice yang sekarang udah berubah banget loh. Dan nggak menampik kenyataan bahwa 11 tahun hidup gue isinya Dirga melulu ya pasti lah pengaruh banyaknya karena dia juga.

I still can tell you how grateful I am to met him at the first place. Because he changed the way I think, he lead my way to be a better person. And here is why I love him because he influenced so much in my life.

Berani speak up dan beropini

Dulu gue paling takut berdebat sama orang yang beda pendapat karena dulu gue introvert stadium 4, yang kalo terima kritik dan di tegasin orang gue cuma mingkem terus nangis di bawah shower semalem suntuk. Tapi karena sense gue untuk baca mimik wajah dan gesture orang itu tinggi banget, kadang gue bisa baca pikiran orang lewat emosi, postur dan gerak gerik mereka maka gue lebih banyak preventif terhadap hal-hal yang bau-baunya frontal.

Begitu ketemu si Beey, dia kan orangnya frontal dan menclak-menclak ya. Seringkali tiap berantem cuma satu arah jadinya dia doang yang sewot marah-marah sementara ya gue diem aja kaya patung, pun kalo dijawabin kan gue jawabnya kepotong-potong suara tangis dan nggak jelas itu malah bikin dia makin geregetan dan spaneng, lol.

Been such a hard time for both of us, karena gue paling nggak suka marah yang ngomel menclak-menclak. Kalo gue yang marah biasanya gue lebih banyak diem dan moody all day, nanti dibujukin sama dia kenapa kok diem aja baru gue cerita kenapa-kenapanya, itu pun ujung-ujungnya gue yang nangis, duilaaa. We figure things out jadi gue lebih prefer berantem lewat tulisan supaya emotionless, atau lambat laun ya udah berantem nya saling ngomongin aja depan muka masing-masing.

Dan ini impact banget terhadap kehidupan gue di luaran, kalo emang nggak suka sama orang ya gue utarakan sama orang yang bersangkutan dan nggak dipendem-pendem lagi. Ini bikin hidup gue easier karena dengan memendam emosi itu gue kesannya weak dan cemen sih, padahal emosi yang nggak tersalurkan dengan baik itu ujung-ujungnya kita sendiri yang gila.

Apalagi kalo pas berbeda pendapat dan prinsip sama orang lain which is makin dewasa akan makin banyak menghadapi hal kaya gini kan. Kalo nggak berani speak up, ya selamanya cuma jadi robot yang nurut aja apa kata orang sehingga kita sendiri kaya nggak punya prinsip  hidup. Padahal hidup yang jalanin kita sendiri loh, apa iya kita mau hidupnya disetir oleh orang lain? Apa bahagia dengan kaya gitu?

Self priority

Ini maksudnya ego terhadap hal-hal yang memberi benefit baik buat diri sendiri dan keluarga kecil kita. Dulu tuh ya gue orangnya nggak enakan (ya sekarang juga sih tapi lebih berkurang lah dibanding dulu), jadi seringkali kalo dimintain tolong yang ujung-ujungnya nyusahin tetep gue lakuin karena gue nggak enakan sama orang tersebut.

Nolak takut dikira sombong ya kan, tapi ternyata kalo dijalanin bikin sengsara diri sendiri. Dulu gue sering disemprot sama Beey, kenapa sih lu iya-in kalo emang lu nggak mau dan nggak suka? Gitu.
Puncaknya hal ini terjadi waktu gue kerja di tempat yang lama, dimana gue sempet bullyingable banget sama (yang katanya) temen kantor gue. 

Pernah gue bahas garis besar kasusnya di sini : Frenemies

Nah waktu itu gara-gara kasus tersebut, gue maka mati-matian find my way out to prove them that I am much better than them. Sekarang sih iya gue berhasil keluar dari nestapa itu dan bener pembuktian kalo ternyata nasib gue lebih baik setelah itu, and ever since that time, gue nggak lagi mau mikirin orang lain or being such a people pleaser. I rather be a selfish one. Bodo amat deh, yang penting nggak ngerugiin gue, yang penting gue yang enak, yang penting gue dan keluarga gue hepi.

Ini penting banget ternyata karena being people pleaser is sucksssss. Nggak enakan itu beneran rasanya kaya sampaaaah lah, padahal secara kualitas hidup gue lebih baik kok jadi gue yang kesannya nothing? Dan si Beey bener-bener ngasih efek besar dalam perubahan gue yang satu ini. Karena kalo doi mah ya bener-bener nggak pernah nggak enakan sama orang, bener-bener suka-suka dia. Orang lain yang harus fit dan suitable sama gaya dan caranya dia. S A L U T E.



Gue belom se-ekstrim itu sih kadang masih suka mencoba menempatkan di posisi kalo gue jadi orang itu gimana ya. Tapi tetep gue pegang prinsip asal gue nggak dirugikan dan hubungan antara gue dan orang lain tersebut mutualisme, masih acceptable lah. Bahaya kalo hubungannya lambat laun jadi kaya parasit, tapi ternyata yang diparasitin nggak sadar. Been there done that.

Being truly honest

Sebenernya ini masih ada kaitannya sama poin pertama dan kedua sih, jadi dengan merasa nggak enakan kan kita cenderung nyari-nyari alesan. Ujung-ujungnya mah kita kejebak sendiri dalam kebohongan kita, pernah nggak sih kaya gini? Nah gue ini tipe yang begini lah duluuuu banget. Saking nggak enak hatinya maka kadang gue telling some white lies, bohong-bohong cantik lah gitu.
Tapi ternyata ya pada akhirnya kebohongan cantik demi menjaga perasaan seseorang itu lebih fatal daripada speak up the truth. Bahwa kenyataannya lebih baik kita bicara fakta sebenernya biarpun menyakitkan hati daripada harus bohong dan nutup-nutupin.

Ini pernah gue alami sendiri juga, which is dengan menjaga perasaan orang eh ternyata ujungnya malah semua sakit hati karena tau hal yang sesungguhnya. Dimana ternyata semua terlambat banget dan bikin harus reset dari awal lagi, belum lagi jadi bekas luka di hati semua pihak kan. Walaupun hubungan setelahnya baik-baik aja, tapi tetep lah namanya kenangan pahit dan sakit nggak segampang itu juga dihilangkan.

Maka lesson learned banget buat gue, untuk selalu bicara jujur aja lah apa adanya. Nggak usah nutup-nutupin dan mati-matian jaga perasaan orang toh sepahit-pahitnya kenyataan pasti itu yang terbaik daripada manis-manisnya kebohongan.

Misal ya contoh gampangnya, kalo ditanya orang gue cantik nggak sih. Ya jawab aja kalo emang jelek ah kalo rambut lu model gitu, atau jelek lah kalo lu masih sering nyinyirin orang. Nggak usah sok-sok bilang, “Ah nggak kok, kamu cantik apa adanya”. Lah iya padahal orang lain udah pada ngomongin kelakuan dia yang minus, terus orangnya denger kalo ternyata lu sama orang-orang lain ngomongin dia. Nah lohhhh…. Things like that kira-kira.

Nah kalo si Beey itu nggak pernah begitu jadi orang, selalu blak-blakan. Gue masak nggak enak ya dibilang nggak enak. Gue potong rambut kaya badut ancol juga dibilang jelek beneran jelek, haisss. Kalo dia nggak suka sama temennya dan dianggep toxic banget buat hidup dia ya beneran dijauhin sama dia. Kalo ditanya kenapa kok menjauh ya bilang sejujurnya kalo mereka tuh sekarang annoying dan childish maka gue nggak suka. Kalo orang yang hatinya baja, dia akan terima dan berusaha berubah. Kalo orang hatinya bengkok, ya udah laki gue dibenci abis-abisan, lol.

And…..

Last but not least, Love myself first  

The most biggest impact ever, in the last twenty five years of my existence.




Jadi dulu karena banyak cerita sedih dan memilukan happened in my life, gue lebih banyak meratapi masa lalu dan selalu hidup dengan nggak bersyukur. Selalu berusaha mencari kesalahan orang lain tanpa pernah berkaca kalo diri gue sendiri ya nggak berubah banyak, nggak berusaha apa-apa sehingga lama-lama orang kan geurah ya.

My teen life was the turning point, I hated myself so much till I always thought of suicide. Nggak menampik lah, I mean kayanya banyak orang di luaran sana pernah ngerasain pengen bunuh diri, not a common thing.

Lalu sejak ada Beey rasanya hidup lebih colorful sih, dia banyak memberi motivasi dan visi misi yang bikin gue selalu pengen fight. He always listen to my stories and never doubt. Terus dia itu selalu menomorsatukan gue dan Leon sampe sekarang, he always prioritize me and me and meee.

Kegigihannya itu jadi bikin gue merasa selalu pengen berubah menjadi lebih baik, untuk selalu menjadi kuat dan berani. Untuk nggak jadi pengecut setiap kali ada masalah, karena semua masalah ada jalan keluarnya asal kitanya bisa mikir dengan jernih, melihat segala hal dari segala aspek jangan cuma melihat dari satu mata tertutup aja.

Lama-lama pola pikir gue juga jadi berubah sih karena secara nggak langsung si Beey yang menuntun. Emang sih caranya kadang keras dan nggak habis di akal, tapi at least, semua ada jalan keluarnya pasti. Dan pasrah itu not even an option! You gotta think and find your way out, seriously.

Makanya sekarang gue jadi lebih sayang sama hidup gue, bahwa hidup gue maybe means nothing to other people but still I am someone’s something. And he prove me that.

That I am valuable and worth enough to be fight for.

So that I love myself more, and he even love me deeper.

Jadiiiii, makasih suami akuuu karena udah sangat sangat baik dan bisa menerima aku apa adanya gini. Hahaha *hoeeekkk*

The point is, kita jangan selalu nuntut pasangan gini gitu tapi harus selalu ngeliat sisi baik dan positifnya dari pasangan kita. Dengan begitu kita juga jadi less stress dan lebih menerima pasangan apa adanya. Karena penting buat kita sendiri untuk selalu merasa belum cukup pantas untuk pasangan, sehingga kita selalu bisa bersyukur akan hal-hal kecil yang pasangan kita lakukan. And I hope, gue dan Beey akan selalu merasa hal yang sama kaya gini untuk suatu waktu, sehingga kita akan sama-sama selalu bersyukur dan menerima satu sama lain. Because that’s how we managed this thing.

Thing we called, marriage.
It’s sweet.
Bittersweet, sometimes ๐Ÿ˜Š

- x o x o


Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Back to Top