Find Me on Social Media

Bicara Soal Mimpi

Monday, 2 October 2017


Cheesy.

Siapa yang nggak punya mimpi? Cita-cita? Angan-angan?

Saat kita kecil dulu banyaaak sekali cita-cita yang kita impikan, kelak ingin jadi dokter, mau jadi polisi, guru, as simple as the old times there weren’t so many professions to be. Nggak kaya sekarang lah kerjaan jalan-jalan aja bisa jadi profesi, travel blogger, youtubers, beauty blogger, sampe selebgram pun dijadikan profesi kayanya jaman sekarang. Me, at 5 years old, ditanya gedenya mau jadi apa jawabnya mau jadi dokter. Coba kalo ketemu anak 5 tahun jaman sekarang, kalo ditanya gedenya mau jadi apa bisa-bisa kita yang kaget sendiri sama jawaban mereka. True story, karena anaknya temen kantor gue pas dibawa emaknya ke kantor dan gue iseng lagi main-main sama dia kan gue tanya kamu gedenya nanti mau jadi apa, dan dia jawab: Aku mau jadi animator. OMG. Jadi dia sukaa banget sama film-film robotic dan animasi gitu lah, maka dia kepengen bisa bikin gambar yang tayang di film gitu loh. Superb.



Waktu mulai masuk SD, cita-cita gue mulai unrealistic. The 9 years old me back then would answer: I want to be Miss Universe. Ahahaha. Iya beneran ini, bahkan temen-temen yang lain juga kalo ditanya cita-citanya apa udah pada ngaco semua. Ada yang mau jadi artis, penyanyi rock metal, jadi anak band atau mentok jadi istrinya anak band atau paling standard kalo cewe-cewe tuh jawabnya mau jadi ibu rumah tangga yang baik dan soleha, ciyeee. Masuk usia pubertas, kalo ditanya cita-cita bawaannya pengen nabokin orang yang nanya. Ya gimana lah emosi anak remaja masih meletup-letup, maunya tiap hari bolos sekolah, rebel sama guru dan orang tua, mulai banyak questioning unanswered questions semacem kenapa sih aku harus sekolah, kenapa sih aku harus ikut turun tangan bantu kerjaan orang tua, kenapa sih udah ada mbak tetep aja aku yang harus cuci piring? Jaman-jaman pubertas gue sih nggak usah ditanya lah bad things kaya mana lagi yang pernah gue lakuin, bahkan berantem sama nyokap sendiri udah kaya makanan sehari-hari. Saat counsel sama guru BP (Bimbingan Pelajar) kan kita suka ditanya minat bakat apa, cita-cita atau tujuan hidupnya setelah ini apa. I’m clueless, like totally. LOL

Sampe pernah gue jawabin guru BP saat SMP, nggak bu, aku nggak punya cita-cita. Lulus sekolah ya kuliah terus kerja, cari duit yang banyak supaya cepat-cepat move out dari rumah orang tua. *notsoproudteenagerme :’’’(

Now that I become parents myself, gue jadi kepikiran gimana ya kelak kalo Leon kehilangan cita-citanya. Yang gue paling takuti adalah kalo ternyata gue sebagai orang tuanya yang menjadi faktor terbesar penyebab patah asa-nya…. Because I’ve been there, I lost my daddy in such young age dan nyokap gue become single parent for quite long time. Problemnya, kondisi keuangan keluarga pasca meninggal bokap saat itu bener-bener terpuruk karena boro-boro almarhum ninggalin warisan, yang ditinggalin warisan utang justru, belum biaya berobat bokap saat itu karena sakit tumor otaknya. Then all I can say is probably, I lost my dreams after I lost my daddy too…

Itu gue umur 9 tahun, and idk how to react to people everytime they asked: What’ll you do when you become a grown up. And yesss, gue selalu mulai ngaco kalo ditanya cita-cita gue apa, apalagi seiring bertambahnya usia, semakin terasa beban yang dipikul nyokap as single mom, masuk SMP-SMA gue bener-bener blur sih mau jadi apa other than: sekolah yang pinter, get a scholarship, graduate from the best university so that I can work in biggest company with higher salary. Dan gue nggak nyalahin nyokap juga sih karena gue paham betapa sulitnya kondisi kita saat itu, beliau juga sibuk kerja dan boro-boro lah ngarahin anaknya, boro-boro lah bicara soal mimpi.

That was the biggest scary things. Gue takut aja kalo gue kelak nggak bisa mengarahkan minat bakat Leon, kemudian dia sendiri no idea what he’ll become setelah dewasa. Karena ya sampe sekarang gue sedih karena gue sendiri nggak punya keahlian khusus, disuruh gambar aja gambar gue sama gambar anak TK masih lebih bagus anak TK :”) Disuruh main musik, main pianica aja falessss, LOL. Sekarang usia Leon 2 tahun 3 bulan gue juga belom nangkep anak ini demennya apa. One thing for sure sih dia demen hal-hal berbau sportif, bola basket terutama. Dan anak ini wild spirit banget, nggak ada takutnya. Apa pun dia panjat, apa pun dia raih nggak peduli arena nya tinggi setinggi apaan tau juga, ada aja akalnya. Jadi gue rasa sih kayanya kelak dia bakal suka hal-hal berbau adventure, extreme sports ya hal-hal kaya gitu lah. Tapi kalo urusan SENI, beeeuuh. Anak ini sampe sekarang belom bisa NYANYI 😢😢

Kalo kita tuntun nyanyi lagu misalnya: Balonku ada…..LIMA. Ya udah gitu doang, dia sebut si LIMA nya datar, nggak ada nadanya, OMG. Terus kalo disuruh mewarnai atau gambar-gambar gitu juga dia bosenan, bakal lebih anteng main bola kaga ada bosennya.

Tapi apa pun minat bakat dan mimpi-mimpi Leon kelak, I’ll see it through. I’ll make sure to accompany him achieving his dreams. No matter how hard the situation is, I want him to feel assure and not lonely. Not to feel lost when things get hard. Because we all know it things get challenging when it almost final. I hope he’ll become that crazy-strong-willed kind of person when it comes to his own passion.

I hope that I’ll become the mother who their son not afraid to tell their deepest secrets, share his lovey dovey kind of romance and everytime he want to talk about future :”)

- x o x o


Post Comment
Post a Comment

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Back to Top