Find Me on Social Media

Image Slider

Car of The Year 2017 with Mobil123.com: Which CAR are YOU?

Thursday, 23 November 2017

Hidup di ibu kota yang kemana-mana jauh dan belum lagi cuaca yang lagi nggak menentu gini ya, sebentar hujan sebentar panas. Udah mana macet dimana-mana karena pembangunan infrastruktur makin bikin perjalanan terasa berat. Apalagi suami saya yang kerjanya di luar Jakarta, setiap hari harus bulak balik Jakarta – Serpong. 

Tentulah kendaraan umum bukan opsi utama lagi karena bisa-bisa waktunya habis di perjalanan. Badan juga semakin rentek nggak karuan karena harus berdempet-dempetan di kereta, belum lagi keluar stasiun kena hujan.

Untuk mengurangi kelelahan di perjalanan tersebut dan agar lebih memiliki waktu yang efektif serta efisien dari rumah ke tempat kerja, kami mulai memikirkan opsi untuk membeli mobil baru. Secara kami muda-mudi generasi milenial ya, udah nggak jaman kayanya hunting mobil harus berkunjung dari satu showroom ke showroom lain.

Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi di Indonesia, jual beli mobil bahkan semudah kita belanja baju atau sepatu secara online. Penjual mobil baik individu maupun dealer tinggal upload foto kendaraan disertai keterangan dan harga yang ingin ditawarkan maka nantinya pembeli bisa mengakses dengan mudah. Salah satu portal internet yang menawarkan fasilitas jual beli kendaraan dan merupakan portal otomotif terpercaya adalah www.mobil123.com. Dengan induk perusahaan iCar Asia yang juga beroperasi di dua Negara Asia Tenggara lainnya yaitu Malaysia (Carlist.my) dan Thailand (Thaicar.com, Autospinn.com, One2Car).

Saya dan suami pun kala asyik hunting mobil baru kami tinggal buka website Mobile123, maka segala merk dan jenis mobil yang kami inginkan akan tampil di sana. Selain itu kita juga bisa download aplikasinya loh untuk smartphone Android silakan klik link berikut: Mobil123, dan untuk para pengguna iOS silakan klik link berikut: Mobil123.

Berhubung ini adalah pengalaman pertama keluarga saya membeli mobil baru, pasti kita lebih hitung-hitungan dan maunya mobil yang ringkas untuk saya, suami dan Leon. Apalagi rumah kita kan jalanannya sempit, kalo mobilnya terlalu besar atau kepanjangan akan sulit untuk masuk. 

Di portal website Mobil123.com ini kita bisa pelajari dan update dulu berita-berita seputar otomotif supaya lebih relevan dengan pencarian mobil. Untuk membaca-baca berita otomotif bisa lihat di sini: https://www.mobil123.com/berita. Buat kamu yang udah punya tujuan beli mobil merk dan tipe apa, bisa langsung ketik di kolom search untuk membaca berita dan review seputar mobil yang kamu mau.


Nah, untuk Car of the Year yang sesuai kriteria dan masuk budget saya dan suami sepertinya adalah mobil tipe LCGC seperti Daihatsu Ayla nih, lol. Jadinya kami fokuskan pencarian di jenis mobil ini saja dan di Mobil123 ini sangat lengkap loh update beritanya, sehingga kami bisa lihat berbagai tipe yang ada untuk Daihatsu Ayla. Untuk variasi pilihannya Daihatsu Ayla ada dua pilihan: 1000 cc dan 1200 cc, dengan enam variasi warna Orange Metallic, Red Solid, Dark Grey Metallic, Ultra Black Solid, Classic Silver Metallic dan Icy White Solid. Khusus untuk warna Orange Metalic hanya tersedia pada Ayla 1200 cc ya by the way! Buat yang penasaran detail pilihan jenis dan tipe Daihatsu Ayla beserta pricelist terbaru silakan klik di sini: https://www.mobil123.com/berita/ini-daftar-harga-varian-new-daihatsu-ayla/45006

Kalo udah baca yang banyak tentang pilihan mobilnya, tinggal mulai hunting deh. Di Mobil123.com udah All in One banget sih menurut saya, karena selain informasi yang lengkap pun kita bisa langsung hubungi para penjual/dealernya. Kalo kamu mau cari mobil bekas, di Mobil123.com ini tinggal ketik aja di kolom pencarian mobil bekas tipe yang kamu mau lalu akan muncul semua pilihan seller yang menjual mobil yang kamu cari. Kamu bisa lakukan filter terhadap lokasi, tahun, warna bahkan hingga kisaran harga yang sesuai dengan budget kamu.



Keren dan super lengkap banget ya Mobil123.com ini! Lebih keren lagi nih untuk pertama kalinya iCar Asia mengadakan pemungutan suara pemilihan brand mobil terbaik untuk di Indonesia yang dimulai sejak 12 Oktober hingga 1 November 2017. Event Brand’s Choice Awards - Car of the Year (PCACOTY) by iCar Asia ini dilakukan serempak juga di Malaysia dan Thailand, sehingga masyarakat bisa memberikan suara di Negara masing-masing secara online dan akan ditentukan pemenang tingkat Negara pada setiap kategori.

Buat kita masyarakat Indonesia dapat memberikan suara kita secara online melalui https://www.mobil123.com/caroftheyear. Dimana terdapat  54 model mobil yang dinominasikan dan dibagi menjadi 18 kategori, mulai dari anggaran, mid-range hingga premium model. Konsumen bebas memilih mobil favorit mereka seperti sedan, MPV, SUV, dan lainnya, serta ada hadiah untuk para pemilih yang bernilai jutaan rupiah, mulai dari sepeda motor, smartphone, dan voucher belanja.

Untuk pengumuman dan hasil pemungutan suara konsumen akan diumumkan di situs resmi ICar Asia di www.icarasia.com/caroftheyear. Seluruh pemenang regional People's Choice Awards ini nantinya akan diumumkan secara serempak dengan acara formal yang diselenggarakan di tiga Negara tempat pemungutan berlangsung tersebut pada 24 November 2017. Di Indonesia, akan diadakan acara resmi untuk menyaksikan pengumuman Brand’s Choice Awards - Car of the Year (PCACOTY) 2017 ini di Westin Kuningan Rasuna Said, Jakarta. Untuk info lengkapnya silakan klik di sini ya: Mobil123.com : Car of The Year 2017 ❤


Nah, kalo kamu kira-kira tipe mobil favoritnya seperti apa sih? Apakah mobil sejenis sedan yang cukup untuk sendirian aja(baca: jomblo ngenes) atau justru mobil SUV biar sekalian bisa bawa keluarga besar segambreng? Lol.




Tentang Pengasuh Anak : ART Momong VS Babysitter

Tuesday, 21 November 2017


Rasanya sebagai ibu bekerja, nggak afdol kalo gue belum punya postingan tentang ini. Secara gue sebagai working mom pasti nggak bisa 24/7 ngasuh anak sendiri pasti butuh bantuan orang lain untuk mengasuh Leon saat gue di kantor. Sebetulnya lebih tenang ya kalo bisa menitipkan sama orang tua aja, karena kalo sama babysitter/ART momong kan serem kalo anaknya dijahatin, terus makan atau minum susunya susah tapi mereka nggak telaten atau bahkan kemungkinan paling jahatnya mereka kawanan sindikat kriminal, hiiii….

Lalu gimana dong kalo mereka yang tinggal berjauhan kota dengan orang tua atau in laws nya? Maka, menitipkan anak sama kakek nenek si anak nggak bisa menjadi opsi lagi. Sementara kalo harus resign pun apa iya mengandalkan gaji suami aja sudah mampu menopang seluruh financial keluarga?

Punya anak kan mahal gaes, apalagi tinggal di ibu kota. Apalagi suami masih staff dengan gaji yang pas-pasan dan cicilan KPR atau cicilan kendaraan masih berjalan. Pusyiiiing...

Memang sih bisa pake opsi daycare aja kalo takut sama masalah pengasuhan dengan nanny. Nggak memungkiri namanya anak akan lebih banyak menghabiskan waktu sama nanny aja di rumah, takut juga kalo nanti si anak lupa sama kita malah nempel sama nanny-nya πŸ’”πŸ’”



Kalo gue pribadi saat ini memang mempercayakan pengasuhan Leon sama babysitter, walaupun waktu awalnya sempet juga menitipkan di rumah opa oma-nya. Ini kira-kira sejak Leon usia tiga bulan sampe setahunan, kita masih nitip sama mereka. Tapi biarpun menitipkan sama kakek nenek, sebaiknya kalo memang mampu dan berkecukupan, hire lah seorang ART momong untuk membantu kakek nenek.

Kenapa? Soalnya ngurus bayi kan repot ya, apalagi kita maunya saklek anak full ASI. Kalo harus full ASI itu repot banget harus ngatur ASI yang tanggal sekian harus diangetin duluan, ngangetin pun nggak bisa sembarangan harus dikira-kira suhu hangatnya dan belum lagi urusan steril botolnya. Kalo pun anaknya nggak full ASI, ya tetep repot juga lah harus bikin susu sendiri terus urusan cuci botol dan perintilannya juga lumayan menguras waktu dan energi.

Duuuh. Nggak kebayang lah pasti, kita aja kalo urus bayi sendiri aja capek dan repot. Gimana orang tua atau in laws yang jauh sudah berumur dan fisik pun nggak se-prima kita yang muda?
Paling nggak kalo ada ART bisa bantu urusan cuci dan steril botol, urusan cuci baju si bayi, juga kalo bayi udah MPASI kan bisa bantu menyiapkan bahan masak dan mencuci perabotan setelah masak. Kalo saat si bayi growth spurt, dimana bayi akan lebih banyak rewel dan maunya digendong terus-terusan ada orang lain yang bisa membantu kakek nenek ganti-gantian momong. Or simple untuk gantian makan atau di kala kakek nenek ada urusan harus keluar rumah bisa bantu pegangin kalo lagi pergi-pergian. In my case, in laws gue masih super sibuk dan kegiatannya banyak banget jadi setiap hari mereka ada aja urusan keluar rumah. Jadinya dengan adanya ART sangat membantu banget sambil ngemong cucunya.

Tapiiiiii, kalo emang secara financial nggak memungkinkan untuk hire nanny jadi benar-benar mengandalkan orang tua atau in laws untuk full mengasuh anak, ya gapapa. Make sure kalo pihak yang dititipkan tidak keberatan dan senang mengasuh cucunya ya, sebagai anak ya kita berbakti dan berbalas budi lah dengan orang tua yang sudah kita repotkan dititipin anak, ya sesekali ajak liburan atau jalan-jalan bareng mereka juga pasti happy 😊



Memasuki usia toddler itu tantangan paling bikin jungkir balik dan sakit kepala. Dimana si toddler ini kan aktifnya ampun-ampunan ya segala pengen digeratak, seluruh isi rumah di eksplor dan mulai punya kemauan sendiri yang seringkali bertentangan dengan hal yang sewajarnya

Maka gue mulai berpikir kayanya in laws akan kewalahan kalo dititipin Leon, apalagi anaknya juga udah makin berat kan kalo digendong-gendong dan kalo pun diturunin dia lari-larian sana sini. Jadi ya udah opsinya gue dan suami memutuskan untuk nggak full menitipkan sama in laws lagi. Jadi Leon lebih banyak stay di  rumah aja, namun berhubung rumah gue dan in laws berdekatan ya sesekali dijemput mereka kalo emang mau diajak jalan atau simply main sebentaran sama cucunya di rumah mereka.

Karena Leon akan lebih banyak diasuh sama nanny maka gue mengambil babysitter yang emang berasal dari yayasan yang trusted, nggak pake ART momong yang asal comot dari kampung seperti sebelumnya. Alasannya lebih ke profesionalisme mereka tuh beda bangeeeet. ART momong ini nggak memiliki pelajaran atau pendidikan dasar pengasuhan bayi dan balita sehingga kebanyakan harus kita yang ajarin. Kebetulan ART yang lama abis lebaran nggak balik lagi ya udah gw langsung hire babysitter dari yayasan aja.

Berikut ini gue coba jabarin pros cons nya ART momong dan babysitter, menurut pengalaman pribadi ya….

ART MOMONG

Pros :
  • Gajinya relatif lebih kecil/rendah karena tidak terikat dengan yayasan atau penyalur
  • Tidak perlu membayar admin yayasan atau jasa penyalur, terkadang menggantikan ongkos dari kampung aja cukup
  • Lebih multitasking jadi bisa sekalian dipercayakan mengasuh anak juga membantu pekerjaan domestik rumah tangga
Cons :
  • Tidak memiliki pengetahuan dan pelajaran pengasuhan bayi dan balita jika sebelumnya belum pernah mengurus bayi atau balita
  • Sulit menjamin masa kerjanya terkadang kalo nggak cocok mereka bisa tau-tau minta pulang kampung sementara kita jadi harus nyari-nyari ART lagi dan harus mengajari dari awal lagi


BABYSITTER DARI YAYASAN RESMI

Pros :
  • Lebih berpengalaman mengurus bayi atau balita karena yayasan yang manaungi sudah memberikan pelatihan dan pendidikan dasar
  • Secara tutur kata dan sikap cenderung lebih sopan dan kalem (tapi tergantung personalnya juga ya…) dibanding ART momong yang kadang masih kentara serampangannya
  • Ada garansi penggantian jika tidak cocok selama periode tertentu, tergantung kebijakan yayasannya
Cons :
  • Perlu membayar jasa admin yayasan dan penyalur yang cukup pricey, namun ini masuk akal sih karena toh kita jadi ada garansi penggantian dan pertanggungjawaban dari mereka
  • Pola pengasuhan anak para babysitter terkadang berbeda dengan mau kita sebagai orang tua karena mereka sungguh teoritikal banget, jadi kita harus bisa tegas dan disiplin lebih agar mereka bisa menuruti maunya kita
Apa lagi ya? Feel free to add up ya.



Nah kenapa sih kok gue kesannya expert amat soal ART momong dan Babysitter ini?
Karenaaaa ini based on pengalaman gue pribadi. Gue udah ngerasain hire ART momong dan babysitter.

Jadi waktu usia Leon tiga bulan dan gue harus balik kerja pasca cuti melahirkan, gue dibantu ART momong sebut aja si Mbak Dorami asal Sukabumi. Dia ini masih cilik baru 14 tahun dan belum pernah kerja sebelumnya, jadi bener-bener gue ngajarin semua perihal mengurus bayi sama dia. Gila kan. Ibu macam apa lah aku ini mempercayakan bayi newborn tiga bulan sama ABG bau kentjur. Ini gue masih menitipkan Leon sama in laws ya btw, jadi si Mbak Dorami pure cuma bantu-bantu tetek bengek nya aja. Seperti menyiapkan dan menghangatkan ASI, nyuci dan steril botol dot serta peralatan MPASI, mencuci baju Leon dan bantu-bantu segala hal tentang Leon. Inget ya ini prinsipnya si Mbak Dorami cuma BANTU-BANTU karena mertua gue masih full urus Leon. Jadi si Mbak Dorami masih 100% di supervisi sama in laws gue.

Leon diasuh sama Mbak Dorami ini cukup lama sampe usianya 13 bulan, kemudian si Mbak Dorami pulang kampung pas lebaran dan nggak balik lagi. Pasca Mbak Dorami gue sempet hire ART momong lagi sebut aja namanya Mbak Maruko-chan, nggak beda jauh sama yang sebelumnya si Mbak Maruko-chan ini juga masih 14 tahunan dan belum pernah ngasuh bayi juga. Jadi gue ajarin lagi lah dia perihal mengurus Leon, tapi ini udah lebih enakan sih dibanding waktu dulu newborn. Karena Leonnya juga udah mulai belajar jalan dan makannya udah nggak bubur-buburan.

Tapi Mbak Maruko-chan ini ternyata mentalnya ababil banget, kalo ditegur atau dicerocosin eh dia baperan. Udah gitu belakangan saat Leon lagi fase-fasenya GTM dan susah banget makannya, si Mbak Maruko-chan ini nggak telaten nyuapinnya. Akhirnya si Mbak Maruko-chan ini cuma bertahan tiga bulanan doang ngasuh Leon.

After that, si Leon kan makin aktif banget tuh dan mertua udah mulai kewalahan kalo harus full jagain dia, udah mana makannya lagi susah-susahnya. Maka ya udah gue hire babysitter dari yayasan resmi aja supaya nggak harus merepotkan dengan menitipkan Leon lagi. Setelah muter sana sini nyari yayasan yang pas dan biaya admin yang cocok di kantong, interview babysitter sana sini untung nyari yang bener-bener klop akhirnya ketemu juga sama Ncus Rapunzel.

Orangnya sabar dan kalem pembawaannya, untuk pengalaman sih sebelumnya dia cuma pernah ngasuh jompo dan belum pernah ngasuh balita. Tapi karena ambil dari yayasan, ternyata Ncus Rapunzel cukup menguasai dasar-dasarnya kok seperti cara steril peralatan makan balita tuh kaya gimana, harus mencuci baju balita dan peralatan makan dengan sabun khusus dan paling pentingnya dia ini telaten dan apik banget urusan suap menyuapi dan teman menemani bermain dan belajar anak gue. Sungguh ku bahagia :’)

Awalnya gue masih bulak balik titip si Leon dan ncus-nya ke rumah mertua supaya mertua juga bisa liat cara kerja ncus ini gimana. Setelah 2 bulanan baru gue berani lepas full sama ncus di rumah, sesekali mertua tengok ke rumah dan jemput ajak jalan-jalan atau main ke rumahnya.

Nah, kira-kira segitu sih cerita tentang pengasuh anak gue. Puji Tuhan ya nggak terlalu banyak drama hahaha. Semoga ke depannya nggak ada deh jadi gue bisa kerja dengan tenang kan. Ncus yang ini adalah perdana yang gue ambil dari yayasan resmi dan ternyata cocok dan lumayan betah sampe sekarang. Balik lagi yaaa semua tergantung juga gimana kita memperlakukan mereka. Cukup kita sampaikan house rule kita terhadap mereka, cara-cara yang kita tolerir dan nggak jika berhubungan dengan anak, kalo emang salah ya tegur dengan rasional jangan menclak-menclak toh mereka pun manusia yang bisa khilaf.

Ncus gue pernah juga melakukan kesalahan dan gue tegur sesuai kadar kesalahannya. Jangan sampe meninggalkan luka karena perkataan kita saat menegur pengasuh ya. Dan set target untuk mereka, misal berat badan anak harus naik sekian kilo selama periode yang kita tentukan atau harus bisa menghafal angka 1-10 or things like that. Nah kalo emang target tersebut tercapai/goal, ya beri apresiasi yang layak misalnya dengan memberikan reward berupa bonus atau cuti tambahan.

Ternyata postingan ini panjang jadinya ya, semoga cukup membantu para moms tentang pengasuh anak dari kacamata gue pribadi ini. Share juga dong kalo ada pengalaman unik atau drama-drama tentang ART/babysitter nya πŸ˜†πŸ˜†

- x o x o


Kopi Susu Sederhana ala Humble Cake, Coffee and Boardgame

Monday, 20 November 2017
Seperti namanya, Kopi Susu Sederhana or in English we called it “ Humble “ maka rasa kopi susu ala Humble Cake, Coffee and Boardgame ini super simple tapi ngangenin. Pertama kali tertarik untuk coba ke sini karena ajakan one of my bestie, katanya kopi susu di sini enak. Akhirnya kita janjian atur waktu saat office lunch tepatnya, October 16th 2017 untuk menikmati kopi susu dan cake-nya mereka.

Kafe ini terletak di daerah Sunter, Jakarta Utara. Konsepnya minimalis dan fun, karena sembari menikmati coffee dan cake ala Humble kita bisa sambil main boardgame juga loh. Banyak variasi mainannya dan kita cukup bayar IDR 35k udah bisa menikmati semua mainannya. Seru kan! Sesekali jangan cuma main smartphone kalo ngopi, harus sambil nikmati permainan jaman jadoel juga supaya hidup lebih HUMBLE, lol.

Here some pictures, harap maklum ini cuma jepretan pake kamera HP dan masih postingan review perdana. Hahaha. Semoga lumayan bikin penasaran untuk kalian mampir yaa!
Btw, ini postingan perdana di topik hari Senin: Jajan-jajan. Nantinya semua review yang berbau Travel & Culinary akan gue jadikan satu di topik ini ya, so stay tuned! 







By the way, kemarin gue juga nyobain Lemongrass Tea nya enyaaaakk superrrb. Menu ini nggak tau sebelumnya kalo ada di Humble, awalnya gue berniat bikin sendiri eh tapi si faktor Malas melanda terus, hahaha. Pas kebeneran banget mampir ke sini eh mereka ada menu ini. Nggak jadi deh tenggorokan bengkoknya, lol. Rasa Lemongrass Tea ala Humble ini warm and so refreshing, imho. Rasanya nggak terlalu manis dan wangi khas serehnya nggak terlalu strong seperti bumbu-bumbuan dapur gitu, nyatu banget sama rasa teh nya. Sekali seruput rasanya menyebar di mulut dan sangat menyegarkan, apalagi minumnya lagi panas-panas geurah wahhh, so refreshing!

Untuk cake nya kemarin gue nyobain cheesecake-nya dan lumayan rasanya, walaupun agak kurang fluffy sih but overall it’s okay. Emang cuma buat iseng-iseng aja sih makan cake-nya, tapi buat kalian yang nggak suka cheesecake, Humble CafΓ© ini punya beberapa varian cake lainnya seperti red velvet, chocolate and etc. Mereka punya roti jadoel rumahan gitu seperti pisang cokelat, choco melt, roti smoke beef, roti bakso, roti kelapa juga ada cemilan seperti risoles smoke beef, kroket ayam dan Japanese mochi. Nggak sempet nyobain semua karena waktu mepet banget kan pas office lunch, surely will be back to try more of their cakes and snacks! Yumssss…







Humble juga ada loh di GoFood, try to find Humble (Cake, Coffe, Boardgame)...

Here the details if you want to visit:

Humble - Cake, Coffee, and Boardgame
Located in Jalan Agung Niaga III Blok G4 No.27, Sunter Agung, Tanjung Priok, RT.14/RW.13, Sunter Agung
Phone number : (021) 65301510
IG : Humble.Jkt

The Man who Bring the Best of Me

Wednesday, 15 November 2017


Udah kece belom judulnya? Uhuk uhukkk….

Suddenly, out of the blue, gue pengen aja nulis tentang mantan pacar gue ini. Secara sekarang udah saling berdampingan dan ngasuh anak bareng, padahal dulu ketemunya sama-sama masih cilik. Been 11 years together, and 3.5 years as husband and wife pastinya banyak lah ups and downs nya. Nggak melulu juga kita lovey dovey, ada juga kok selisih pendapat dan banyak lah hal-hal yang nggak semestinya diributin tetep mancing emosi satu sama lain.

But amongst all those things, ternyata kebersamaan yang gue dan Beey jalani selama ini menurut gue banyak membawa perubahan terhadap kepribadian masing-masing. Setiap kali gue berkaca, atau nostalgic sambil liatin foto-foto jadul di Facebook, ternyata Janice yang sekarang udah berubah banget loh. Dan nggak menampik kenyataan bahwa 11 tahun hidup gue isinya Dirga melulu ya pasti lah pengaruh banyaknya karena dia juga.

I still can tell you how grateful I am to met him at the first place. Because he changed the way I think, he lead my way to be a better person. And here is why I love him because he influenced so much in my life.

Berani speak up dan beropini

Dulu gue paling takut berdebat sama orang yang beda pendapat karena dulu gue introvert stadium 4, yang kalo terima kritik dan di tegasin orang gue cuma mingkem terus nangis di bawah shower semalem suntuk. Tapi karena sense gue untuk baca mimik wajah dan gesture orang itu tinggi banget, kadang gue bisa baca pikiran orang lewat emosi, postur dan gerak gerik mereka maka gue lebih banyak preventif terhadap hal-hal yang bau-baunya frontal.

Begitu ketemu si Beey, dia kan orangnya frontal dan menclak-menclak ya. Seringkali tiap berantem cuma satu arah jadinya dia doang yang sewot marah-marah sementara ya gue diem aja kaya patung, pun kalo dijawabin kan gue jawabnya kepotong-potong suara tangis dan nggak jelas itu malah bikin dia makin geregetan dan spaneng, lol.

Been such a hard time for both of us, karena gue paling nggak suka marah yang ngomel menclak-menclak. Kalo gue yang marah biasanya gue lebih banyak diem dan moody all day, nanti dibujukin sama dia kenapa kok diem aja baru gue cerita kenapa-kenapanya, itu pun ujung-ujungnya gue yang nangis, duilaaa. We figure things out jadi gue lebih prefer berantem lewat tulisan supaya emotionless, atau lambat laun ya udah berantem nya saling ngomongin aja depan muka masing-masing.

Dan ini impact banget terhadap kehidupan gue di luaran, kalo emang nggak suka sama orang ya gue utarakan sama orang yang bersangkutan dan nggak dipendem-pendem lagi. Ini bikin hidup gue easier karena dengan memendam emosi itu gue kesannya weak dan cemen sih, padahal emosi yang nggak tersalurkan dengan baik itu ujung-ujungnya kita sendiri yang gila.

Apalagi kalo pas berbeda pendapat dan prinsip sama orang lain which is makin dewasa akan makin banyak menghadapi hal kaya gini kan. Kalo nggak berani speak up, ya selamanya cuma jadi robot yang nurut aja apa kata orang sehingga kita sendiri kaya nggak punya prinsip  hidup. Padahal hidup yang jalanin kita sendiri loh, apa iya kita mau hidupnya disetir oleh orang lain? Apa bahagia dengan kaya gitu?

Self priority

Ini maksudnya ego terhadap hal-hal yang memberi benefit baik buat diri sendiri dan keluarga kecil kita. Dulu tuh ya gue orangnya nggak enakan (ya sekarang juga sih tapi lebih berkurang lah dibanding dulu), jadi seringkali kalo dimintain tolong yang ujung-ujungnya nyusahin tetep gue lakuin karena gue nggak enakan sama orang tersebut.

Nolak takut dikira sombong ya kan, tapi ternyata kalo dijalanin bikin sengsara diri sendiri. Dulu gue sering disemprot sama Beey, kenapa sih lu iya-in kalo emang lu nggak mau dan nggak suka? Gitu.
Puncaknya hal ini terjadi waktu gue kerja di tempat yang lama, dimana gue sempet bullyingable banget sama (yang katanya) temen kantor gue. 

Pernah gue bahas garis besar kasusnya di sini : Frenemies

Nah waktu itu gara-gara kasus tersebut, gue maka mati-matian find my way out to prove them that I am much better than them. Sekarang sih iya gue berhasil keluar dari nestapa itu dan bener pembuktian kalo ternyata nasib gue lebih baik setelah itu, and ever since that time, gue nggak lagi mau mikirin orang lain or being such a people pleaser. I rather be a selfish one. Bodo amat deh, yang penting nggak ngerugiin gue, yang penting gue yang enak, yang penting gue dan keluarga gue hepi.

Ini penting banget ternyata karena being people pleaser is sucksssss. Nggak enakan itu beneran rasanya kaya sampaaaah lah, padahal secara kualitas hidup gue lebih baik kok jadi gue yang kesannya nothing? Dan si Beey bener-bener ngasih efek besar dalam perubahan gue yang satu ini. Karena kalo doi mah ya bener-bener nggak pernah nggak enakan sama orang, bener-bener suka-suka dia. Orang lain yang harus fit dan suitable sama gaya dan caranya dia. S A L U T E.



Gue belom se-ekstrim itu sih kadang masih suka mencoba menempatkan di posisi kalo gue jadi orang itu gimana ya. Tapi tetep gue pegang prinsip asal gue nggak dirugikan dan hubungan antara gue dan orang lain tersebut mutualisme, masih acceptable lah. Bahaya kalo hubungannya lambat laun jadi kaya parasit, tapi ternyata yang diparasitin nggak sadar. Been there done that.

Being truly honest

Sebenernya ini masih ada kaitannya sama poin pertama dan kedua sih, jadi dengan merasa nggak enakan kan kita cenderung nyari-nyari alesan. Ujung-ujungnya mah kita kejebak sendiri dalam kebohongan kita, pernah nggak sih kaya gini? Nah gue ini tipe yang begini lah duluuuu banget. Saking nggak enak hatinya maka kadang gue telling some white lies, bohong-bohong cantik lah gitu.
Tapi ternyata ya pada akhirnya kebohongan cantik demi menjaga perasaan seseorang itu lebih fatal daripada speak up the truth. Bahwa kenyataannya lebih baik kita bicara fakta sebenernya biarpun menyakitkan hati daripada harus bohong dan nutup-nutupin.

Ini pernah gue alami sendiri juga, which is dengan menjaga perasaan orang eh ternyata ujungnya malah semua sakit hati karena tau hal yang sesungguhnya. Dimana ternyata semua terlambat banget dan bikin harus reset dari awal lagi, belum lagi jadi bekas luka di hati semua pihak kan. Walaupun hubungan setelahnya baik-baik aja, tapi tetep lah namanya kenangan pahit dan sakit nggak segampang itu juga dihilangkan.

Maka lesson learned banget buat gue, untuk selalu bicara jujur aja lah apa adanya. Nggak usah nutup-nutupin dan mati-matian jaga perasaan orang toh sepahit-pahitnya kenyataan pasti itu yang terbaik daripada manis-manisnya kebohongan.

Misal ya contoh gampangnya, kalo ditanya orang gue cantik nggak sih. Ya jawab aja kalo emang jelek ah kalo rambut lu model gitu, atau jelek lah kalo lu masih sering nyinyirin orang. Nggak usah sok-sok bilang, “Ah nggak kok, kamu cantik apa adanya”. Lah iya padahal orang lain udah pada ngomongin kelakuan dia yang minus, terus orangnya denger kalo ternyata lu sama orang-orang lain ngomongin dia. Nah lohhhh…. Things like that kira-kira.

Nah kalo si Beey itu nggak pernah begitu jadi orang, selalu blak-blakan. Gue masak nggak enak ya dibilang nggak enak. Gue potong rambut kaya badut ancol juga dibilang jelek beneran jelek, haisss. Kalo dia nggak suka sama temennya dan dianggep toxic banget buat hidup dia ya beneran dijauhin sama dia. Kalo ditanya kenapa kok menjauh ya bilang sejujurnya kalo mereka tuh sekarang annoying dan childish maka gue nggak suka. Kalo orang yang hatinya baja, dia akan terima dan berusaha berubah. Kalo orang hatinya bengkok, ya udah laki gue dibenci abis-abisan, lol.

And…..

Last but not least, Love myself first  

The most biggest impact ever, in the last twenty five years of my existence.




Jadi dulu karena banyak cerita sedih dan memilukan happened in my life, gue lebih banyak meratapi masa lalu dan selalu hidup dengan nggak bersyukur. Selalu berusaha mencari kesalahan orang lain tanpa pernah berkaca kalo diri gue sendiri ya nggak berubah banyak, nggak berusaha apa-apa sehingga lama-lama orang kan geurah ya.

My teen life was the turning point, I hated myself so much till I always thought of suicide. Nggak menampik lah, I mean kayanya banyak orang di luaran sana pernah ngerasain pengen bunuh diri, not a common thing.

Lalu sejak ada Beey rasanya hidup lebih colorful sih, dia banyak memberi motivasi dan visi misi yang bikin gue selalu pengen fight. He always listen to my stories and never doubt. Terus dia itu selalu menomorsatukan gue dan Leon sampe sekarang, he always prioritize me and me and meee.

Kegigihannya itu jadi bikin gue merasa selalu pengen berubah menjadi lebih baik, untuk selalu menjadi kuat dan berani. Untuk nggak jadi pengecut setiap kali ada masalah, karena semua masalah ada jalan keluarnya asal kitanya bisa mikir dengan jernih, melihat segala hal dari segala aspek jangan cuma melihat dari satu mata tertutup aja.

Lama-lama pola pikir gue juga jadi berubah sih karena secara nggak langsung si Beey yang menuntun. Emang sih caranya kadang keras dan nggak habis di akal, tapi at least, semua ada jalan keluarnya pasti. Dan pasrah itu not even an option! You gotta think and find your way out, seriously.

Makanya sekarang gue jadi lebih sayang sama hidup gue, bahwa hidup gue maybe means nothing to other people but still I am someone’s something. And he prove me that.

That I am valuable and worth enough to be fight for.

So that I love myself more, and he even love me deeper.

Jadiiiii, makasih suami akuuu karena udah sangat sangat baik dan bisa menerima aku apa adanya gini. Hahaha *hoeeekkk*

The point is, kita jangan selalu nuntut pasangan gini gitu tapi harus selalu ngeliat sisi baik dan positifnya dari pasangan kita. Dengan begitu kita juga jadi less stress dan lebih menerima pasangan apa adanya. Karena penting buat kita sendiri untuk selalu merasa belum cukup pantas untuk pasangan, sehingga kita selalu bisa bersyukur akan hal-hal kecil yang pasangan kita lakukan. And I hope, gue dan Beey akan selalu merasa hal yang sama kaya gini untuk suatu waktu, sehingga kita akan sama-sama selalu bersyukur dan menerima satu sama lain. Because that’s how we managed this thing.

Thing we called, marriage.
It’s sweet.
Bittersweet, sometimes 😊

- x o x o


Cotton Candy

Friday, 3 November 2017


Welcome November!

It’s less than 60 days till the end of 2017. How time flies so fast ya, jadi gimana resolusi-resolusi yang udah dibikin taun kemaren? Udah berapa persen yang direalisasikan? *ngomong sama diri sendiri*

Tahun lalu gue bikin resolusi yang nggak banyak muluk sih karena gue tau nggak akan semua ke-accomplish. Tapi sebagai manusia ya nggak boleh lah kita hidup tanpa tujuan, tanpa hal yang dicita-citakan, ya kan? Resolusi itu sebenernya lebih ke visi misi hidup dalam jangka waktu pendek sih, untuk periode waktu 1 tahun aja. Dalam setahun ke depan itu apa aja rencana hidup lu, bagaimana cara-cara yang harus dilakukan supaya bisa tercapai. Set your targets and make a plan.

Baca juga ya : Adios 2016!

Gue sendiri resolusi tahun ini banyak yang belum terlaksana huhuhu, sedih sih pasti. Tapi ternyata semua kembali ke pilihan juga sih, buat gue nggak masalah kok gue nggak achieve 100% terhadap resolusi itu toh gue masih tetep happy dan at least, ternyata kalo di kilas balik sama tahun lalu, tahun ini much much better. Or at least, gue nggak se-down saat bikin resolusi itu dan lebih bersemangat menjalani hari-hari gue di 2017 ini, God is so good πŸ˜ŠπŸ’›

Sebenernya yang belum accomplish juga nggak penting-penting amat kok ahahaha, cuma tinggal dye hair yang full blonde, dental service sama liburan akhir tahun. Kalo mau kepala batu bisa aja diwujudkan semua dalam 60 hari ini sebelum 2017 abis. Hahaha.

Tapi dari semua resolusi yang paling penting adalah: mencari kesibukan, ternyata impact terbesar dalam mengembalikan diri gue seutuhnya. Which is : working mother is suit me better πŸ˜„πŸ˜„

Dan makin ke sini gue makin menyadari bahwa jadi ibu rumah tangga itu passion loh. Ada aja orang yang emang nggak betah kerja kantoran atau kerja yang meeting sana sini, lebih suitable kalo di rumah ngurus anak dan rumah aja. Tapi kalo buat gue sih, really that never been my passion. 

Gue lebih suka hal-hal yang hectic dan challenging, segimana sibuk dan rempong nya kerjaan, segimana capek dan lelah jiwa raga tetep nggak bikin gue hilang arah. Capek pulang kerja asal udah ketemu Beey dan Leon, udah bobo dan istirahat cukup, besok balik ke kantor udah refresh lagi. Kalo di rumah doang itu gue merasa nggak bisa escape, ya mentok aja di rumah doang. Kalo bosen bisa ngemol sih, tapi udah di mall mau belanja juga kudu ngerem karena nggak punya uang sendiri kan, minta suami mah bisa aja dan pasti di kasih kok tapi kemudian gue sedih dan regretful karena merasa uang itu bukan hak gue.

Ya mungkin karena udah terbiasa banget aku anaknya mandiri, lol. Udah terbiasa banget kerja dan cari duit sendiri, nggak bergantung sama orang lain. Udah terbiasa juga sama schedule yang padet sehari-hari. Dan lingkungan pekerjaan yang selalu menantang dan penuh lika liku jadi trigger tersendiri buat gue, buat selalu berusaha menjadi lebih baik. Somehow hal-hal kaya gitu nggak bisa gue dapatkan kalo gue di rumah doang, yang ada gue frustrated dan nggak happy. Bawaannya bad mood tiap hari *sigh*

Because a happy mother is a happy family, she will bring out the good ambience and spread much loves when in such a good mood. CMIIW

Menjelang akhir tahun 2017 ini rasanya masih banyak hal yang bikin amazed. Dan kalo bisa gue simpulkan dalam satu kata, 2017 is cotton candy

Rasanya sweet dan soft buat gue, sulit buat dijelasin secara rinci sih tapi intinya 2017 ini lumayan lah bikin gue senyum-senyum dan kalo pun ada tantangan pun yang bukan tantangan tanpa penyelesaian. Semua hal yang berbentrokan dengan prinsip hidup masih bisa ditoleransi, imho.

Ini bicara personal life ya, di luar embel-embel situasi dan kondisi politik, ekonomi dan sosial.

Karena untuk sekali waktu kita juga harus bisa mensyukuri hal-hal kecil dimulai dari diri kita sendiri. Betapa bahagianya kalo semua orang bisa lebih banyak bersyukur dan lebih open minded. Ambience bahagianya pasti akan kentara kan 😊

2017 been so sweet because in this year I finally found my passion. Things I love to do, nomor satunya adalah keepin’ up the title working mom on myself dan nomor duanya adalah blog ini. Dua hal ini sama-sama sejalan dengan kemauan dan kemampuan gue, dan lumayan bikin gue berharap banyak di masa-masa mendatang. 

Selain itu di tahun ini juga Beey got promoted even though at a different company, but still it such an achievement ya kan. Puji Tuhan juga segala hal yang terjadi di keluarga kecil gue ini smooth banget, punya suami dan anak yang sehat, happy dan baik hatinya. I guess, hal-hal yang kaya gini simple banget tapi bikin gue nggak pernah bisa berenti dan nggak habis-habisnya untuk bersyukur πŸ™πŸ™

And like a cotton candy, it so fluffy and soft. Semua progress yang baik berjalan step by step nggak yang berubah langsung secara drastis gitu, maka nggak bikin kagetan juga. Kayanya semua hal yang terjadi di tahun ini semua berjalan smooth dan slowly but sure gitu loh. Tadinya karena impact dari perpindahan kerja si Beey kita udah rencana mau moving out from Jakarta, apalagi tau lah ya situasi lagi nggak karuan banget pasca Pilkada lalu. Dan ini kalo terealisasi kan berarti pola hidup kita berubah drastis banget, secara pindahan dadakan, udah gitu gue yang mesti bolak balik Jakarta – Serpong, buseett.

But thankfully, this plan, after a very deep thought and rough discussions, kita berdua sepakat untuk menunda kepindahan. Jadi ya udah kita bertahan dulu setahun minimal, sambil pelan-pelan prepare kalo emang mesti pindah ya nggak kaget banget gitu jadinya. 

And for once in the lifetime (probably), gue dan Beey sama-sama assessment di bulan yang sama dong. Rare banget kan. Assessment ini untuk pengangkatan kita menjadi permanent employee aja kok, tapi barengan banget sama-sama di November. Maka nanti akan dirayain kecil-kecilan perhaps, if both of us are lucky enough to pass this assessment. 

And again, patut disyukuri kalo kita berdua sama-sama pass this time. Karena di umur yang sama-sama muda gini gue dan Beey punya karir yang lumayan. I mean, nggak semua orang di usia 28 tahun udah asst. manager kan. And yes, I am so proud of him.

Menjelang akhir tahun gini, gue udah mulai grasa grusu deh pengen mulai nyusun rencana di tahun depan. Tapi berhubung assessment gue tinggal 4 hari lagi, jadi gue mau fokus ke situ dulu sih. Next post bakal gue detail-in gimana proses assessment gue karena ini bakal jadi jurnal pribadi, supaya gue nggak lupa momen berdarah-darahnya ini, lol.

Wish me ton of lucks!

-x o x o

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Back to Top