Find Me on Social Media

Image Slider

Ciao 2017 en Benvenuto 2018 - Goodbye 2017 & Welcome 2018

Tuesday, 26 December 2017


Happy Christmas and Merry New Year!!!!๐Ÿ’•

Di penghujung tahun ini pastinya nggak lupa untuk bersyukur dulu karena tanpa bimbingan dan penyertaan Tuhan mungkin gue dan keluarga kecil gue ini nggak ada di titik poin seperti sekarang. Segala pencapaian, kesehatan dan rejeki yang dipercayakan buat kami sekeluarga adalah tak lepas tanpa kasih-Nya. So, thanks a lot my dear God, you rock!

Meski masih banyak banget hal-hal yang belum accomplished di tahun ini, tapi gapapa karena masih ada tahun-tahun berikutnya *keep-positive*. Dan sebagai ujud syukur atas pencapaian yang berhasil dicapai tahun 2017 gue tuangkan lah dalam postingan kali ini. Bakal ada point-point akan hal yang ingin gue capai di tahun 2018, jika masih diberikan kesehatan dan umur panjang tentunya.

First of all, tahun 2017 ini dikasih kesempatan untuk both of me and my hubby find the rightful place to develop our career. Sama-sama pindah kerja dan so far, tempat yang baru lebih enjoyable dan assessment kita berdua pun berjalan lancar semua. Ini kayanya sama-sama resolusi tahun 2017 kita untuk cari tempat baru yang lebih memberikan kesempatan buat diri kami berkembang baik intra maupun interpersonal skill masing-masing.

Dan kenyataan bahwa ternyata di tempat baru ini kayanya kita sama-sama menemukan passion dalam karir. Semoga kelak makin menguasai dan bisa berkembang menjadi lebih baik lagi, amin.


In this year, I had got a lesson too, bahwa pertemanan dan relasi kita dengan manusia lain itu ketakar ya ternyata. Nggak jadi jaminan puluhan tahun temenan dan sama-sama terus bakal dijauhkan dari permasalahan dan perselisihan. Karena faktanya di tahun ini, sadly but true, gue kehilangan one of my bestfriend since high school. Kehilangan in positive way, orangnya hidup kok masih. Tapi karena satu dan lain halnya yang bikin nggak cocok lagi sehingga ya udah lah kita memutuskan yang terbaik aja : for keeping the distance between us.

I hope if she read this post, she’ll realize that she means a lot in my life. That even we separated in our own ways, I still hope she find her best and still be tough and cheerful like she used to. This is such a big stuff to deal with at first, thing I need to embrace that friendship doesn’t always lasts.

And for my own reminder, bahwa banyak hal-hal yang dulu mungkin simple banget dan nggak bikin masalah tapi seiring bertambahnya usia, justru hal-hal remeh temeh bisa jadi bumerang untuk  menyakiti hati orang lain. Prioritas hidup yang berubah pun bisa-bisanya dijadikan tombak untuk saling defending dan tanpa sengaja, menyinggung perasaan orang lain.

Well, adulthood is so complicated๐Ÿ’”๐Ÿ’”


But so far, ya ada teman yang hilang tapi ada juga teman yang baru secara kan gue juga pindah tempat kerja dan bergaul di tempat baru. Walaupun kehilangan teman lama itu ternyata nggak kalah sakit hatinya kaya berantem sama pacar, tapi ya tetep harus bisa move on.

Tahun ini belum ada list vacation karena gue paham betul tahun ini adalah masa-masa keuangan cekak se-cekak-cekaknya. Cuma sempet short getaway ke beberapa tempat, selebihnya banyakan kita habiskan jalan-jalan dari mal satu ke mal yang satu. Malah kadang tiap weekend ya mal nya ke situ-situ lagi juga huhuhu… Ya gapapa lah, list vacation dan jalan-jalan hedonnya dimasukin ke bucket list 2018 aja haha..

Things went pretty well in 2017 ini lah intinya, gue sendiri nggak mental breakdown banget nggak separah tahun kemarin. Udah mulai bisa mendewasakan diri dan kayanya udah berhasil menjadi pribadi yang lebih kuat sih, ya apa iya? Lol

Menjelang akhir tahun ini bucket list to be check adalah: NEW CAR dan TIDY UP HOME.

Yup, puji Tuhan banget kita bisa kebeli mobil baru, lol. Terus juga kepengen re-layout rumah dan benah-benah total, karena mau bikin kamar untuk Leon dan targetnya sih akhir tahun ini, doakan aja nggak dilanda faktor M (malas) hahaha…

Buat di 2018 gue jadi optimis bikin hal-hal baru yang masih pengen gue gali lebih dalam. Harapannya ini untuk bisa aktualisasi diri juga sih, supaya nggak merasa inferior banget dan lebih termotivasi dalam menjalankan aktivitas hari-hari. Bagi gue, resolusi atau rencana kehidupan setahun ke depan penting banget supaya hidup nggak monoton, lebih terarah dan punya target supaya punya pencapaian baru lagi.

Biar pun udah emak-emak gini, tapi kan umur masih produktif ya jadinya pengen melakukan banyak hal se-produktif yang gue bisa. Menikah dan punya anak di usia muda nggak bikin semangat gue redup untuk memulai hal-hal baru, lagipula kan nggak melulu hal-hal yang berbau adventurous itu berhenti setelah punya anak kan. Justru gue rasanya sejak punya anak jadi lebih berani dan nggak se-cemen dulu, main halilintar dan kicir-kicir di dufan aja berani *lah*


Untuk poin pertama yang pengen banget dilakukan di tahun 2018 adalah: TAKING AT LEAST 3 COURSES OR SEMINARS. Pengennya sih design of course, udah mimpi dari kapan tau kalo yang ini. Tapi belum dikasih kesempatan buat mulai, jadi resolusi 2018 nya: I’ll make the opportunity. Kalo dari dulu belum dikasih-kasih kesempatan itu, ya udah maka gue yang akan mengejar kesempatan tersebut! Ceilah. Selain itu pengen juga English course atau make up class, yang terakhir ini masih awang-awang sih nggak yakin juga apa kelak bakal berguna hahaha.. Tapi bagi gue pribadi, courses ini penting sih sebagai investasi masa depan, syukur-syukur bisa sertifikasi jadi bisa buat modal usaha sampingan ya kan, lol.

Nggak menutup kemungkinan kalo dikasih kesempatan untuk ikut sertifikasi Brevet atau CFA (Certified Financial Analyst), tapi kalo pun iya ini harus siapin budget agak lebihan. Sementara tahun depan berbarengan Leon masuk preschool, jadi ini ya masih tentative banget lah. Kalo pun diambil pastinya gue akan pilih salah satu aja, nggak mungkin keambil dua-duanya.

Poin keduanya: HAVING (THE REAL) FAMILY VACATION. Seriously, ini bucket list banget. Pengen ajak Leon ngeliat tempat yang baru, sekalian mama papanya juga refreshing dari segala aktivitas. Belum tau kemananya, tapi yang udah pasti maunya keluar negeri sih ya. Masih proses urus passport buat Leon juga, jadi belum hunting bener-bener mau kemananya tapi ya palingan nggak akan keluar Asia lah hahaha..

Nomor tiga-nya: OPTIMASI BLOG, naini ya takut dibilang nge-sok. Bahahaha
Secara blog udah 3 tahun ya masih begini-begini aja loh, jadi gue pikir apa karena selama ini emang nggak gue set target ya. Pengennya tahun depan at least win a competition kek lah gitu, satu aja loh nggak muluk kan ini. Atau syukur-syukur get a sponsored hahahaha, seriously. Diundang event juga puji Tuhan lah, yang penting intinya harus ada kemajuan dari blog ini. Emang niat awal sih nggak monetized juga, tapi ya kepengen aja kan tulisan kita dikenal orang, xixixi.

Resolusi nomor empat, ini penting pake banget banget banget! HIDUP SEHAT DAN LOSE WEIGHT AT LEAST 5 KG, hahaha. Kalo nggak di set target begini bakal makin amburadul dah, makan nggak karuan, segala junk food susah di berhentikan. Padahal umur udah nggak abege lagi, masih suka jajan sembarangan banget. Nggak baik kan ini ya, jangan dicontoh. Maka pengennya tahun depan makan lebih sehat dan olahraga yang seimbang. Turun berat badan juga penting ini untuk di set, karena kalo nggak gini bakal susah ngerem.

Berhubung udah mau punya mobil baru ya kan, tapi belom punya SIM A maka tahun depan pengen bikin SIM A, hahaha. Ini resolusi nomor lima deh ya: GET MY ID’S. Kenapa gue bilang ID’S in plural karena maunya selain SIM A ya sekalian SIM C nya, dulu udah pernah bikin eh keburu mati nggak diperpanjang. Terus E-KTP gue pun ya udah empat tahun belum jadi-jadi loh. Maka, tahun depan harus udah jadi semua lah susah banget hidup gue nggak ada KTP dan SIM macem tenaga kerja selundupan aja.

So far baru kepikiran lima poin itu doang sih. Nggak mau banyak-banyak karena takut nggak bisa fokus eh malah nggak ke accomplished semua. Nggak apa ya baru sedikit yang penting niatnya serius dulu hahaha.


Overall, let me say this once again, thank you very much 2017. You’ve been so great and kind to me, semoga orang lain yang baca juga merasakan hal yang sama. Dan kalo pun nggak, ya nggak apa jangan putus asa dan patah semangat. Masih ada lembaran baru yang akan kita mulai dalam 5 hari lagi, make sure you prepare your ink and let the white paper be filled. Selamat tahun baruuuuu!! *tiupterompet*

 - x o x o





Leon Skincare that Helps Reduce His Eczema

Thursday, 7 December 2017


Baru sempet banget mau bikin review skincare yang dipakai Leon selama ini, padahal ini udah banyak banget yang nanyain di forum, chat bahkan ke IG gue beberapa kali. Bukan karena nggak mau sharing tapi masalahnya emang skincare yang dipake selama ini nggak terlalu banyak sih. Sejak mulai elimination food saat ASIX, gue mulai mengurangi penggunaan skincare macem lotion atau cream gitu-gituan. Pure cuma pake minyak zaitun (EVOO) merk Rafael Salgado. Ini pun gunanya untuk mempertahankan supaya kulitnya lembab jangan sampe kering, kalo udah mulai kering akan gatel-gatel dan sekalinya digaruk bisa mulai bersisik dan ngelupas gitu kulitnya Leon.

Nah kali ini gue mau coba bikin review singkat apa aja skincare yang pernah gue trial and error, kebanyakan sih emang skincare rekomendasi dokter kulitnya ya jadi gue juga nggak sembarangan banget asal cob asana sini. Sebaiknya kalian pun kalo mau coba-coba konsul singkat aja sama dokter kulit atau sama dokter anak juga gapapa.


NOROID

Ini krim pertama kali yang diresepin sama dokter anak Leon, waktu itu kulitnya lagi parah banget karena belum mulai pantang makan. Jadi segala alergen kepapar langsung lewat ASI ke tubuh Leon. Sempet sedih dan bingung karena Leon sampe nggak bisa tidur beberapa hari.

Dia gatel banget badannya tapi belum bisa garuk, jadi kalo digendong pundak mukanya digosok-gosokin ke pundak kita. Kalo dikasih Noroid ini bener-bener magical sih, semua bagian gatelnya abis diolesin langsung ilang merah-merahnya.

Sempet beberapa minggu pake ini sampe akhirnya nggak dilanjutin karena makin lama efek ajaibnya itu nggak pengaruh lagi. Jadi setelah beberapa minggu kumat lagi gatel dan merah-merahnya.
Untuk Noroid product ciptaan SOHO Global Health ini ada 3 tipe: Lotion, Cream dan Derma Rash Cream. Berhubung waktu itu yang gue pake yang tipe Lotion jadi gue cuma bisa review yang lotion aja ya.

image source: google


Ingredients :
Aqua, glycerin, butylene glycol, myristoyl/palmitoyl oxostearamide/arahamide MEA, PEG-15 glyceryl stearate, vitis vinifera seed oil, glyceryl stearate, cetearyl alcohol, sodium lactate, PEG-10 glyceryl stearate, squalene, macadamia ternifolia seed oil, dimethicone, portulaca oleracea extract, sunflower oil decyl esters, tocopheryl acetate, hydrogenated olive oil decyl esters, hydrogenated olive oil, biosaccharide gum-1, glycine soja sterol, panthenol, anthemis nobilis flower extract, methylparaben, propylparaben, calcium lactate, allantoin, glycyrrhiza glabra root extract, sodium acrylate/sodium acryloyl dimethyltaurate copolymer, polydecene, laureth-8, sorbitan oleate, xanthan gum, stearic acid, BHT, Fragrance, camphor. (source: http://www.apotikantar.com/noroid_soothing_lotion_200_ml)

How to use:
Digunakan sebagai obat luar dan dapat digunakan di seluruh tubuh termasuk wajah. Gunakan setelah mandi/setelah wajah dibersihkan dan setelah perawatan UV. Gunakan secukupnya pada bagian wajah dan atau seluruh tubuh. Noroid lotion dapat digunakan sesuai kebutuhan sehari-hari.

Where to buy & how much :
Noroid ini gampang dicarinya, bisa beli di drugstore seperti Guardian, Century atau Watson. Range harganya IDR 150k – 165k

My personal review :
Like I said before, pertama kali dipakaikan ke Leon langsung meredam merah-merahnya. Sayang nggak sempet di foto-foto sih ya dulu. Tapi selang dua minggu, muncul lagi kemerahannya (FYI, ini sebelum mulai pantang makanan ya). Setelah gue nya pantang makan, Leon udah berkurang jauh eczema nya sehingga cuma di maintain aja supaya kulitnya nggak kering.


ATOPICLAIR

Waktu Noroid kehabisan dan sempet langka di pasaran, udah kelilingan drugstore nggak nemu-nemu lah pokoknya. Sedangkan tahun 2015 itu saat Leon lagi eczema parah-parahnya kan belum menjamur juga marketplace atau e-commerce gitu. Jadi bener-bener cuma ngandelin drugstore dan apotik doang buat nyari lotion-lotion ginian. Akhirnya nanya sama dokter kulit kala itu, disarankan Atopiclair ini. Setelah dapet resep langsung kita cus tebus ke apotik. Again, ini kejadiannya udah mulai pantang makanan tetapi belum maksimal banget, jadi si Leon masih sering kumat gatel-gatelnya.

image source: google

Ingredients :
Aqua, ethylhexylpalmitate, butyrospermum parkii , pentylene glycol, arachidyl alcohol, behenyl a lcohol, arachidyl glucoside, glyceryl stearate, PEG-100 stearate, butylene glycol, glycyrrhetinic acid, capryloyl glicine, bisabolol, tocopherly acetate, carbomer, ethylhexylglycerin, piroctone olamine, sodium hydroxide, allantoin, DMDM hydantoin, vitis vinifera, sodium hyaluronate, disodium EDTA, ascorbyl tetraisopalmitate, propyl gallate, telmesteine. (source: http://asibayi.com/arsip/atopiclair-cream-krim-non-steroid-untuk-bayi-eczema/)         

How to use:
Dokter spesialis anak sering merekomendasikan ATOPICLAIR Cream Non Steroid Untuk Bayi Eczema dan Alergi. Produk ini bekerja cepat dan memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi (78%).

Atopiclair bekerja dengan mengurangi merah-merah pada kulit bayi sekaligus mengurangi rasa gatal sehingga bayi bisa lebih tenang (tidak menggaruk-garuk) yang bisa menyebaban lecet luka hingga infeksi. Oleskan setelah mandi dan saat bayi tidur. Simpan krim di suhu yang sejuk. Oleskan tipis-tipis. Hindari sebisa mungkin untuk kontak langsung pada mata.

Where to buy & how much :
Atopiclair ini back then (tahun 2015) masih susah nyarinya cuma ada di Apotik tertentu aja, tapi sekarang kayanya di Shopee dan Tokopedia udah banyak sih, harganya IDR 180k – 200k

My personal review :
Secara tekstur sebenernya mirip-mirip banget sama Noroid, tapiiiiii ternyata saat pake ini di kulit Leon nggak cocok sama sekali. Jadi malah memicu eczema nya semakin parah. Nggak ngerti kenapa, atau pas lagi kebeneran saat itu salah makan juga, atau pas lagi kepapar allergen lainnya. Akhirnya cuma sempet pake tiga atau empat kali dan nggak dilanjutin lagi.


The Home Apothecary – Zinc & Lemongrass Balm

Naini. Produk yang jauh di sana. Awal mulanya nemu link mereka di facebook tentang bahaya penggunaan skincare eczema yang mengandung steroid. Bukannya makin baik malah makin memerah dan mengelupas gitu kulit anaknya, akhirnya si mama papa nya inisiatif untuk mempelajari bahan-bahan natural yang aman untuk eczema salah satunya adalah sereh atau bahasa kerennya: lemongrass.

Buat yang penasaran baca-baca cerita kasus eczema dan steroid lainnya silakan cek di sini: The Home Apothecary

Blog cerita tentang Isaiah Quinn bisa juga baca di blog mereka: Isaiah Quinn

Karena gue anaknya suka coba-coba, ya emang walaupun buat anak katanya nggak boleh sembarangan dan harus yang terbaik kan. Tapi gimana bisa tau kalo itu terbaik kalo belom di uji coba? Maka, walaupun itu product asalnya di negeri Paman Sam (baca: US) pun gue tetep usahakan pesen. Mereka punya store di etsy.com, silakan kalo penasaran pengen coba juga: https://www.etsy.com/shop/TheHomeApothecary

Secara harga sih masih masuk akal ya kisaran USD 28-35 tapi berhubung jauh, jadi mahal sama ongkos kirimnya. Waktu itu gue pesen ongkosnya lebih mahal bok daripada lotion nya sendiri.



My personal review :
Di atas udah jelas kan ingredients so pasti bahan natural semua, untuk dimana beli dan harga juga udah dibahas di atas ya. Jadi langsung ke personal review aja which is, teksturnya sih macem lotion agak creamy gitu. Dan wanginya sangat refreshing banget, wangi khas lemongrass. Pemakaiannya mesti di mixed up dulu zinc balm sama lemongrass balmnya tersebut. Iya kalo di sana lotion ginian disebutnya balm, karena emang dia creamy dan agak lengket. Beda deh nggak kaya lotion yang encer-encer gitu. So far, di kulit Leon sih bikin adem dan meredam gatel-gatelnya. Tapi berhubung belinya jauh dan pricey, dan pada akhirnya udah menemukan senjata ampuh untuk eczema Leon, balm ini banyakan ngendep di kulkasnya dan nggak terlalu sering dipake. Sekarang udah dibuang sih kayanya, udah lama banget hampir dua tahun.


RAFAEL SALGADO – EVOO

Ini minyak zaitun andalan banget. Sejak stop Noroid dan mulai pantang makan ketat, si Leon kulit udah mulusssss langsung mulai pake ini doang. Gunanya simply untuk melembabkan kulitnya Leon karena kunci utama eczema itu adalah NGGAK BOLEH SAMPE KERING. Jadi di semua area eczema nya diolesin ini termasuk di area diaper supaya kulitnya nggak kena rash. Ini minyak zaitun paling cocok di antara yang lain, tapi ya tetep kalo gue salah makan terus dia kumat eczema nya kasih noroid dulu. Jadi pengguanaan EVOO ini lebih untuk ke sehari-hari.




Where to buy & how much :
Gampang ini carinya di drugstore ada, di supermarket juga ada. Atau beli di marketplace juga ada lebih murah-murah. Terakhir gue beli di Tokopedia ukuran 500 ml cuma IDR 60k.

My personal review :
MY SAVIOOOR! Hahaha
Karena bisa dipake sehari-hari tanpa khawatir kulit Leon kepapar zat-zat kimia, I mean, Noroid aja masih banyak banget kandungan kimianya kan meski bebas paraben dan steroid pun. Lebih tenang aja kalo pake minyak zaitun murni gini dan bener-bener ampuh 100% melembabkan kulit. Gue pakaikan ke Leon hampir setiap saat, habis mandi atau bangun tidur, kalo lagi gatel-gatel kena nyamuk juga gue balurin minyak zaitun aja.

Beneran kan dikit banget skincare yang pernah dipake Leon, lol. Karena sejak ketemu si minyak zaitun itu gue nggak ada niatan juga nyoba-nyoba produk lain. Nyoba zaitun merk lain sih iya, tapi kayanya Rafael Salgado ini paling less oily tanpa mengurangi keefektifan oil itu sendiri (apa sih ini). Ya pokoke gitu lah ya. Hahahaha ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Perkembangan kulitnya Leon silakan dilihat sendiri ya di bawah ini. Sekarang usia 30 bulan, udah nggak spot-spot rawan eczema kaya dulu bayi. Cuma kalo salah makan aja (telor dan kacang tanah) langsung muncul merah-merah, gatel dan bahkan sampe bengkak juga. Penggunaan obat pengurang gatal seperti antihistamin gitu juga udah jarang banget, karena emang makanan pemicu alergi gue stop dan jauhin total.








Bela-belain juga setiap hari sebelum berangkat kerja masak khusus untuk Leon sehingga makanan mama nya pasti jauh-jauh dari bahan pemicu eczemanya.

Anyway, buat para severe eczema survivor lainnya yang masih hopeless banget sama urusan kulit coba baca blog nya Marlissa Tenggara deh. Dia juga melakukan food elimination – dietary allergy untuk natural healing eczema dia, so cool. Ada list makanan apa-apa aja yang harusnya dihindari oleh para eczema survivor. Worth to read banget ❤

Kalo gue kan dulu emang pantang makanan ekstrim, dimulai dari stop produk kacang-kacangan, telur, all dairy products dan seafood serta semua produk turunannya termasuk roti, kecap, tahu tempe. Padahal sebenernya roti pun kalo diganti gandum gapapa, susu pun kalo diganti almond bisa. Jadi semua balik lagi aja gimana sama ketekadan dan keinginan hati masing-masing.

Keep fighting ya para mommy yang anaknya eczema! Time surely heals, keep believin’!
Keep fighting para ladies and men out there! Find your weak spot and keep believin’ that things will get better ๐Ÿ˜Š

See you next post!

- x o x o

One day at Ancol Jakarta - Dufan & Seaworld

Tuesday, 5 December 2017
Sekitar dua minggu lalu bertepatan dengan hari ulang tahun kantor gue diadakan acara employee gathering ke Dufan, Ancol - Jakarta. Tadinya gue pikir mau ajak Leon berhubung tingginya kan masih di bawah 90cm, masih gratis masuk Dufan-nya. Tapi karena seminggu sebelumnya Leon abis sakit jadi gue urungkan lah. Takutnya dia kecapekan dan drop lagi.



Kalo dipikir-pikir dalam dua tahun terakhir ini gue ke Dufan pure karena acara dari kantor๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
Tahun lalu juga ke Dufan karena acara family gathering kantor lama. Dan pas-pasan Leon abis sakit juga jadi tahun lalu gue cuma berdua sama Beey dan temen-temen kantor lainnya.

Nah kalo kali ini agak berbeda event-nya, karena hanya employee gathering aja tanpa bawa keluarga. Terus ada beberapa rules dan games yang dinilai menggunakan sistem poin. Setiap departemen dibagi menjadi kelompok yang misinya harus main games dan ngumpulin poin sebanyak-banyaknya, seruuuu!

Tahun lalu gue memberanikan diri main Halilintar ya kan. Tahun ini gue memberanikan diri main Kicir-kicir. Ternyata pusingnya nggak bohong, lol!

Tema event kali ini: Be a Superhero
Jadi setiap kelompok harus ada perwakilan yang ditunjuk menjadi superhero. Kelompok gue kemarin itu pake Deadpool superhero Marvel yang warna merah itu. Sementara kelompok-kelompok lain ada yang jadi wonder woman, batgirl dan batman, pandawa lima, green lantern bahkan ada yang jadi Pak Jokowi!

Acara dimulai dari jam 08.00 pagi dimulai dari sambutan-sambutan, pentas para superhero dan dilanjutkan games wahana sekitar jam 10.30. Untuk wahana dengan kategori HARD: kicir-kicir dan tornado. Wahana dengan kategori MEDIUM: kora-kora dan rajawali.
Dan wahana dengan kategori EASY: poci-poci, burung tempur, turangga-rangga dan gajah bleduk.
Please noted, ini pembagian kategori untuk event HUT kantor gue aja bukan pembagian kategori dari Dufan-nya ya.

Selesai acara sekitar jam 13.00 kita ngumpul lagi untuk makan siang dan perhitungan poin serta pengumuman kelompok mana yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak.

Abis selesai acara itu sektar jam 14.00 dan sisanya bebas mau kemana, ada yang masuk lagi ke Dufan main sampe malem, ada juga yang langsung pulang. Gue sih hari itu dijemput sama Beey dan Leon lalu karena emang udah keburu bayar masuk Ancolnya ya udah sekalian deh kita main-main di Ancol.

FYI, tiket masuk Ancol per Desember 2017:
Kendaraan mobil : IDR 25k
Kendaraan motor : IDR 20k
HTM / orang : IDR 20k

Sekedar tambahan info kalo destinasi utamanya adalah Dufan enaknya sih masuk langsung lewat Pintu Barat Ancol (Hailai) sehingga nggak terlalu jauh. Kalo naik kendaraan pribadi sih mungkin nggak masalah, tapi kalo naik angkutan online terus turun di pintu masuk doang kan lumayan kalo salah pintu nanti jalan ke dalemnya jauhhhh. Ada sih Bus Wara-wiri yang disiapkan untuk memudahkan transportasi dalam Ancol, biayanya gratis dan dia kelilingan ke semua destinasi yang ada di dalam Ancol. Cuma nunggunya lumayan lamaaaa.

Siang sehabis bermain di Pantai Baywalk (Depan Baymalk Mall Ancol), kita lanjut ke Seaworld. Udah lama gue nggak main ke sini, terakhir kali itu kalo nggak salah waktu gue umur 10 tahun. Gileee, udah 16 tahun lalu. Untuk HTM Seaworld as of November 2017, masuk jam 15.00 kita dikenakan biaya single tiket (nggak termasuk tiket ke Ocean Dream Samudera jadinya) sekitar IDR 100k. Untuk operasionalnya Seaworld buka setiap hari mulai pukul 09.00-18.00 WIB, pengunjung hanya dikenakan biaya IDR 85k every weekday dan IDR 100k every weekend atau hari libur nasional.

Seru banget sih ternyata dalemnya udah bagus banget. Dinding-dindingnya banyak dihiasi cat berpendar gitu, jadi dalam suasana yang hampir gelap itu dindingnya menyala-nyala macem glow in the dark gitu lah bagus banget untuk jadi spot foto ala ala, lol.

Untuk wahana yang ada dalam Seaworld ini beragam banget, sangat bagus untuk kita-kita yang mau belajar lebih jauh mengenai ekosistem di perairan baik air tawar maupun air laut. Variasi aquarium juga beragam ada yang terletak di tengah-tengah dengan beberapa biota laut seperti anjing laut, ikan-ikan berukuran kecil serta ragam variasi terumbu karang dihiasi lampu-lampu yang cantiknya aduhaiiiiii. Jangan lupa sama aquarium utama yang merupakan ciri khasnya Seaworld ya atau dikenal dengan nama Main Aquarium Antasena Tunnel, dimana kita bisa berdiri di atas travelator terus nanti berjalan di bawah aquarium. Gue paling excited di sini karena rasanya biota-biota laut itu bukan berenang tapi terbang di atas kita!

Aquarium raksasa ini berisi hampir lima juta liter air laut beserta ratusan jenis biota yang berenang-renang di atas kepala kita. So cool!

Selain aneka jenis aquarium, ada juga wahana Interactive Pool dimana kita bisa lihat dan pegang langsung biota di dalam kolam tersebut. Ini kesukaan Leon banget, karena ada kolam  berisi penyu dan bayi ikan hiu. Surprisingly kita bisa elus-elus dan pegang langsung!

Apa lagi ya…

Oh ya, ada juga wahana Theatre yang menampilkan kehidupan bawah laut dengan dekorasi ruangan penuh gambar biota laut dengan cat berpendar. Juga ada Museum yang menampilkan beberapa biota laut yang diawetkan. Pengunjung Seaworld jaman dulu pasti tau kalo di dalam Seaworld ini kan dulunya ada restoran seafood, nah restoran itu kini berganti menjadi museum ini.

Overall, Leon happy banget diajak main ke sini karena emang dasarnya anak ini seneng sama ikan. Jadi melihat aneka ragam ikan dan biota laut lainnya bener-bener bikin Leon betah main dan lari-larian di sini. Favoritnya dia kayanya Theatre nya sih, bolak balik masuk ke sini terus maunya. Hahaha

Here some awesome pictures of us, lol












See you next post!

-xoxo

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Back to Top