Find Me on Social Media

Manners for Children🎈

Wednesday, 16 May 2018



Sebentar lagi udah mau bulan Juni aja loh ya. Perasaan baru kemarin deh main kembang api dan BBQ party kecil-kecilan di rumah menyambut pergantian tahun. Tau-tau semester satu udah mau berakhir dan sebentar lagi juga Leon akan bertambah umur🎉


Flashback ke waktu yang sama seperti saat ini satu tahun yang lalu, gue masih sibuk persiapan weaning alias menyapih. Masih struggling karena si anak balita picky banget sama makanan. Terlalu berkuah nggak suka. Makanan yang terlalu kering seperti goreng-gorengan dan nggak ada kuah sama sekali malah bikin sesi kunyah-mengunyah itu menjadi emut-mengemut.

Konon katanya, anak ASIX itu emang picky eater. Nggak suka makanan manis dan terlalu basah berkuah gitu. Iya kah? Waktu itu Leon nggak suka loh minum susu UHT maupun formula, cuma tau susu itu nenen. Nggak dipaksa juga minum susu karena ya toh masih nenen.

Segala jenis permen, cokelat dan cemilan-cemilan yang bergula atau rasanya manis, dia nggak suka. Kalo bikin pudding atau homemade biskuit, nggak pernah pake gula sama sekali. Makan buah pun susah minta ampun. Cuma bisa makan pepaya dan pisang doang, selebihnya dilepeh-lepeh.


Meski begitu, niat dan tekad udah bulat untuk menyapih. Dan ternyata bener loh, mungkin karena gue sebagai ibunya udah tekad kuat jadi proses menyapih bener-bener less drama. Cuma rewel tiga hari aja tapi abis itu berhasil lepas nenen. Dan ajaibnya, pasca menyapih nafsu makannya jadi menggila. Segala rupa makanan yang dulunya nggak doyan, jadi dia lahap semuanya.

Susu UHT, cemilan manis seperti permen dan cokelat, cereal, dan aneka buah-buahan. The picky eater one berubah menjadi si anak doyan makan. Bahagia banget setiap belanja bulanan restock aneka cemilan dan susu untuk Leon. Semua selalu ludes nggak bersisa. Beruntungnya lagi, meski nyemilnya banyak ternyata makan nasi sama lauk pauk dan sayur pun tetep lahap.

Jadi inget dulu orang-orang selalu bilang, badai pasti berlalu. Semua anak punya fase-nya masing-masing, dulu mungkin Leon susah makan tapi setelah “ badai “ -nya berlalu, sekarang jadi segala doyan.

via Giphy.com

Walaupun, anak ini sensitif sama gula ternyata, jadi kalo makan makanan yang bergula langsung sugar rush. Gerakannya bisa berkali-kali lipat gesitnya, lompat-lompat nggak berhenti dan terkadang disertai teriakan-teriakan khas anak kecil yang berisik dan gaung banget itu. Paling ngeselin kalo sugar rush-nya menjelang jam tidur (terutama night time), waduuuuh bisa bikin begadang deh. Jadi harus lebih selektif dan ekstra hati-hati dalam memilih cemilan, diupayakan yang kandungan gulanya super minim mendekati zero lah.

Tahun lalu juga masih struggling karena Leon masih speech delay, di usianya yang menjelang dua tahun masih terbatas banget kosakatanya. Baru bisa bilang beberapa kata seperti papa, mama, opa, oma, mau, mamam, nenen. Padahal segala aktifitas nonton gadget atau TV udah dikurangin, udah sering story telling juga untuk memancing ketertarikan dia sama kata dan kalimat. Juga udah sering sambil nyanyi, bahkan sampe mitos mulutnya dikepretin (“kepret” bahasa sesuai EYD-nya apa sih?) pake daun sirih biar pinter ngomongnya.


Kalo sekarang sih nggak usah ditanya, udah cerewet bangettttt. Udah bisa merangkai kalimat di usia menjelang 30 bulan. Kalo kita ngomong, dia udah bisa mengikuti setiap kata yang kita ucapkan. Istilahnya udah bisa nge-beo lah 😂

Pulang kerja kalo ditanya pun dia udah bisa cerita seharian ngapain aja di rumah. Kalo papa mama sibuk masing-masing, dia udah bisa protes dan ngomel balik. Kalo lagi ada maunya padahal hal itu bertentangan atau nggak dibolehin sama papa mama, dia udah bisa bohong dan pinter ngeles (kaya bapaknya) 😂


Sebentar lagi anak semata wayang aku ini udah mau tiga tahun, time surely pass so fast! 😘

Punya anak itu setiap hari adalah babak baru. Sekecil apa pun milestone atau perkembangannya, pasti selalu ada aja kejutannya. Memberi warna warni dalam kehidupan keluarga kecil kita. Kadang kala disertai tantangan dan kesulitan yang baru juga.

“ Kids are blessings…in a way that they will test your marriage before they strengthened it. They will test your patience, your wits and your will. Before they teach you to be a better version of you… “

Memasuki usia tiga tahun, anak kecil ini sungguh menguras jiwa raga. Di balik tingkahnya yang lugu dan lucu, kadang juga bikin kita menggerutu. Semakin dia mengenal lingkungan sekitar, semakin tinggi juga rasa keingintahuannya. Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan seolah tak ada habisnya keinginannya untuk belajar.

via Giphy.com

Tantangan sesungguhnya pun dimulai seiring beranjaknya usia si anak kecil. Tentunya kita sebagai orang tua ingin si anak memiliki moral dan mentalitas yang baik. Mampu mengenali amarahnya tetapi juga disertai kemampuan untuk mengendalikannya. Mengerti tata krama dan sopan santun sehingga kelak ia mampu bersosialisasi dengan baik di lingkungan sekitarnya.

Nah, tantangan dalam mengajarkan manners alias sopan santun ini ternyata ruwet dan bikin sakit kepala juga ya. Apalagi sebagai orang tua, kita bukan sekedar mengajarkan tapi juga harus memberikan contoh nyata supaya si anak bisa memahami bahwa hal-hal tersebut bukanlah teori belaka.

Berikut ini gue share ya “ 30 Most Important Manners for Kids to Know “ yang gue ambil dari situsnya Sarah Titus

source: www.sarahtitus.com


So far, dari ke-30 poin di atas gue yang whoaaa, sungguh jadi orang tua itu sulit yaaa….lol

Kalo ada tambahan boleh banget loh kita saling bertukar pendapat.

List ini pastinya akan gue jadikan acuan atau check point dalam perkembangannya Leon. Soalnya kan makin gede, dia akan semakin banyak belajar hal-hal baru. Mungkin yang sekarang belum didapatkan di rumah sebentar lagi didapatkan di sekolah. Yup, Leon’s going to preschool this year! OMG. My son is a preschooler now >.<

Based on the lists, paling gampang adalah: 💙 SAYING PLEASE & THANK YOU. Hahaha
Lainnya sih butuh waktu dan kesabaran ekstra, tentunya :’)

Apalagi ngajarin poin nomor duaaaa: 💙 Don’t interrupt adults when they are talking, ini di usia Leon sekarang masih susah banget kayanya. Mudah-mudahan gedean dikit udah bisa lebih ngerti waktu yang tepat untuk bicara dan mengerem serta sabar menunggu giliran untuk bicara.

Kalo sekarang mah diterabas aja terus, kalo gue dan Beey lagi ngomong berdua tuh ya dia pasti langsung caper alias cari perhatian. Nggak seneng banget kalo dicuekin gitu loh, langsung teriak-teriak manggil mama lah atau kadang langsung lompat ke depan muka.

Untuk poin:
💙 When you bump into someone, say you’re sorry. 
💙 Cover your mouth when sneezing or cough. 
💙 Don’t pick up your nose in public (NGUPIL).
💙 Wash your hand before and after meal.

Ke-empat poin ini kayanya sih udah lulus deh. Walaupun si Leon itu kalo lagi asik main di playground masih sering kelupaan pas nabrak orang nggak bilang maaf. Nah, kalo ngupil sih depan umum jarang banget ya. Paling depan kita-kita doang, orang yang deket aja dia baru ngupil. Tapiiiiii, challenge-nya adalah ngajarin nggak boleh meper kemana-mana itu yang sulit 😅😅

Oh ini juga susah banget nih: 💙 Use inside voice indoors. 
Artinya kurang lebih mengajarkan berbisik lah gitu ya. Di waktu dan tempat tertentu kadang kan kita diharuskan bicara dengan suara pelan atau bahkan hampir berbisik. Misalnya di tempat ibadah, bioskop atau ketika ada anggota keluarga atau teman lagi tidur dekat kita, nah ini masih sulit juga di umur tiga tahun gini kayanya. Masih nggak bisa membedakan suara pelan dan suara biasa. Jadi kadang kita kalo di gereja tuh ya dia kalo ngomong pake suara biasa, yang mana kan ini lumayan mengganggu orang sebelah kita yang lagi konsentrasi ibadah atau nonton ya….

Semoga seiring berjalannya waktu, bakal lebih mudah mengajari si bocah deh. Mungkin memang sekarang waktunya belum aja kali ya, still too early for him. Nanti mau lihat ah di usia berapa sih ke-30 poin ini terpenuhi semua. Sampe usia SD kah?Atau malah sampe SMP ya baru berhasil semua…

How about your kids gaes? Share juga dong…. 😁😁

4 comments on "Manners for Children🎈"
  1. Hi Janice nice to see your parenting blog!
    I think my youngest son, Kavin, is almost in the same age as your son.
    And my oldest Kalki he is 5 years old, he is also very easy to be affected from sugar, he got sugar rush a lot. What is very difficult still to train Kalki to be patient and wait until his parents finish speaking. He draws our attention so much when we are talking! This is an annoying situation every time I talk to my husband Kalki always tries interrupting, oh gosh!

    ReplyDelete
  2. Terima kasih untuk sharingnya mba :)
    salam kenal ya :)

    anakku yang kecil juga sama, kalau terlalu banyak makan gula pasti tingkahnya aktif tiada capek, hihihi

    ReplyDelete
  3. saya kemarin iseng ngajak anak berbisik, ternyata mau ngikutin lohh ikut2an berbisik juga, hahahaha rasanya lucu.. semoga besok2 bisa ngajarin yang lainnya.

    ReplyDelete
  4. Jadi orang tua emang banyak PRnya mba, semacam sekolah seumur hidup :D
    Kalau bagi saya dari 30 poin itu yang paling susah adalah menjadi teladan alias mencontohkannya. Soalnya anak kan lebih cepat meniru.

    ReplyDelete

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Back to Top