Find Me on Social Media

THREENAGER: Worst or Better?

Friday, 3 August 2018



This post been stuck in my draft for so long, but I don’t intend to change it anyway. Udah lewat hampir dua bulan dari ulang tahun Leon ketiga. But it’s okay lah yaaa, better late than never ๐Ÿ˜

Beberapa minggu lalu tepatnya 23 Juni 2018, anak semata wayangku ulang tahun. Kata orang kan momen saat kita punya anak itu bener-bener kilat. Every seconds matters. Every moment‘s precious. Like a blink of an eye.









Rasanya baru kemarin nak memeluk kamu pertama kali di ruang operasi, sungguh jelas teringat di benak mama . Dengan suara tangis membahana yang bikin nggak tahan untuk menitikkan air mata juga. Mengalir begitu saja seiring dengan perasaan bahagia dan takjub tak terkira. Dengan tangan mungil kamu menyentuh payudara mama dan kita saling terjaga. Sungguh indah hadirnya kamu di dunia, melengkapi kisah cinta papa dan mama.

Tak pernah terbayang mencintai kamu sepenuhnya akan begitu menyiksa. Penuh ketakutan dan keraguan apa bisa mama merawat dan membesarkan di usia yang belia. Untuk selalu siap belajar akan hal baru tentang kita berdua. Perjuangan panjang yang kata orang bahkan seumur hidup untuk kehilangan diri mama. Demi masa depan mu kelak, membimbing kamu agar berhati besar dan bijaksana.



Tiga tahun sudah kita jalani bersama, waktu berjalan sungguh tak terasa. Sekarang tangan mungil mu sudah bisa memanjat sana sini bahkan bisa membantu mama. Banyak hal sudah kamu pahami, mana yang baik dan buruk, sudah bisa copy paste segala gerak gerik orang juga. Kamu yang sekarang penuh rasa ingin tahu dan berkeinginan kuat kadang bikin kita mengelus dada. Tak terhitung berapa banyak papa mama menggelengkan kepala hanya karena yang kamu mau belum tentu bisa dipenuhi semua.

Sungguh sulit jalan sama kamu sekarang nak, harus pandai memilih rute yang tidak ada toko mainannya. Bukan karena tidak mampu maupun tidak mau membelikannya. Hanya saja tidak selalu setiap toko mainan kita lewati kita harus belanja di sana. Bukan berarti juga papa mama tidak sayang karena tidak memberi apa yang kamu minta. Anggaplah ini suatu proses belajar untuk mengendalikan hasrat dan beberapa tata krama.


Mungkin sekarang kamu sulit untuk menerima, seperti juga papa mama yang terkadang kesulitan untuk menyampaikannya. Tapi percayalah nak, semua ini demi bekal masa depan karena kamu hidup tidak sendirian di dunia. Semakin bertambah usia mu, semakin banyak pula pelajaran dan norma yang akan kamu terima. Tak perlu kuatir karena papa mama akan siap sedia menyertai proses belajar ini sama-sama. Yakinlah satu hal bahwa sejak hadirmu di tengah-tengah papa mama, kebahagiaan mu adalah kebahagiaan kami juga.

Tadinya mau ditulis frasa sampe akhir tapi rasanya nggak kuat saya, nggak kuat merangkai dan nggak kuat menahan air mata. Jadi seperti yang tertulis sekilas itu lah ya, bahwa sekarang di usia Leon tiga tahun ini pribadinya sudah jelas dan mantap. Seperti balita pada umurnya, penuh rasa ingin tahu dan bergerak luar biasa aktif. Tapi jelas sekali kalo anaknya berkeinginan kuat, setiap ditanya sesuatu dia mantap jawabnya. Berulang kali pun kita alihkan, dia tetap pada pendiriannya.

Ini good sign atau nggak ya? Atau memang semua balita kaya gini ya…hahaha

Contohnya, “Leon nanti mama anter ya ke rumah oma, karena sus pulang kampung, mama harus kerja”
Lalu dia jawab, “Leon ikut mama kerja aja, nanti Leon nggak nakal deh”

Dan kalo dituruti sebaliknya, gue anter ke rumah oma nya nih dia bisa ngamuk-ngamuk karena mau ikut kerja. Tapi ada juga hari-hari lain dimana dia mau nya di rumah oma aja, jadi bener-bener dia tuh tau maunya apa.

Jadi sekarang untuk mengantisipasi hal begini, gue nggak ajukan pertanyaan atau terkesan mengatur gitu. Ntar juga anaknya yang nanya balik, kok gini ma, kok gitu ma. Semakin gede semakin sulit ya anak kecil itu, lol.

via Giphy.com

Umur tiga tahun ini kata orang kan fase nya THREENAGER. Bertingkah selayaknya anak abege gitu lah, yang emosinya tidak stabil dan sotoy is the key. Kalo masih dua tahunan itu kan gampang dibujuk dan dibohong-bohongin. Nah kalo umur tiga tahun ini, karena dia sudah mengenal dunia sekitarnya dengan baik. Udah tau rumah dia yang mana, papa mama nya siapa, ada siapa aja selain dia dan papa mama. Jalan ke rumah sendiri pun dia udah hafal banget. Jadi kalo abis pergi entah dari Mall atau Lottemart sama opa oma kan mau dianter pulang, begitu liat jalanan arah ke rumah si Leon akan langsung teriak, “Leon nggak mau pulaaang”

Geli ya antara lucu menggemaskan sama aneh bin ajaib gitu. Tapi percaya lah, abis gitu akan panjang dramanya. Dia teriak nggak mau pulang means dia beneran nggak mau. Sehingga kalo beneran dianter ke rumah, turun dari mobil bakalan nangis-nangis kadang disertai amukan. :’)

Segala hal dia mau lakukan sendiri. Oke, sebagai ibu yang baik pastinya gue mau anak gue mandiri ya. Jadi ibu harus sabar ngajarinnya, sabar nungguin sampe bisa. Well said. Setelah umur tiga tahun, gue berasa nggak bisa lagi jadi ibu yang baik lah. Gimana coba anaknya mau cuci tangan sendiri di wastafel tempat makan atau lagi di luar. Yang nggak semua wastafel di luar rumah itu kan ada tangganyaaaaa. Tapi si anak kecil yang berasa bukan anak kecil lagi ini tetep mau cuci tangan sendiri TANPA DIGENDONG.

Kalo gue pencetin sabunnya, dia marah, karena dia pengen pencet sendiri soap dispenser-nya. Kalo gue ambilin tissue untuk mengeringkan tangannya, dia marah, karena dia mau ambil sendiri tissue nya. O M G

via Giphy.com

Sekarang diakalin aja lah cuci tangan pake antis atau tissue basah. Nggak usah sok-sok ngajarin anak mandiri cuci tangan ke wastafel, kecuali emang yang tempatnya kita tahu ya wastafelnya ada tangga untuk anak kecil. Atau kalo yang ke Mall gitu biasanya ada Mall yang ramah anak, jadi ada wastafel pendek nya khusus anak.

Hal ajaib yang terjadi belakangan ini adalah si Leon udah mau duduk sendiri di belakang kalo naik mobil. Dulu itu selalu takut kalo sendirian, jadi harus dipangku sama gue di seater depan. Nah, entah kenapa sejak sekolah sih emang lebih mandiri dan nggak takutan lagi kalo harus sendirian. Supaya nggak bosen ya tetep dibawain mainan mobil-mobilan gitu jadi dia anteng main. Bahkan kemarin pas jalan ke GI buat ikutan acara Book Talk bukunya Kak Grace Melia dan Kak Annisast, dia main sendiri sampe ketiduran.

finally meet them lohhhh @annisast & @grace.melia

Now that he is a preschooler, aktivitas sehari-harinya udah mulai padat. Bangunnya tentu lebih pagi dari biasanya karena sekolah masuknya jam 8 pagi. Pulangnya jam 11 dijemput ke rumah oma, jadi pulang sekolah langsung makan siang lalu main sebentar, tidur siang deh. Kadang bangunnya sore, mandi sore dan main-main sambil nunggu gue jemput sepulang kantor. Sampe rumah makan malem bareng papa mama, lalu main lagi sambil ngobrol-ngobrol. Sekarang gue usahain banget jam 9 malem udah tidur. Karena kasian sih jam 6 atau setengah 7 pagi udah harus bangun siap-siap ke sekolah lagi.



Di usia segini ini emang masa-masa lagi enak-enaknya. PR nya masih di toilet training dan lepas diaper, tapi gapapa lah pelan-pelan aja. 


Lucu banget kalo liat anak ini sekarang bisa ngejawab kalo dibilangin.

Mama: “Leon yang pinter di sekolah ya, kalo nggak nangis nanti sore mama pulang kita jajan eskrim”
Sorenya….
Leon: “Mama, ayo beli eskrim”
Mama: “Nooo…kan tadi Leon nangis dimarahin opa kan”
Leon: “Tapi kan itu di rumah opa, di sekolah nggak nangis”
Well….

Baca: Leon Story

Kadang kangen masa-masa dia bayi dan masih helpless. Belum bisa berargumen dan belum bisa mengutarakan keinginannya secara verbal. Tapi kalo melihat kepintarannya saat ini, perkembangan dan kemajuan yang luar biasa ini. Rasanya sungguh bangga dan terharu bangettttt….

with my little cute debater

Semoga Leon tumbuh jadi anak yang baik dan berbakti ya, punya hati yang besar dan selalu sayang keluarga seperti papa. Bisa menjadi sosok yang pengertian dan bertanggung jawab seperti mama. I love you my son, more than the mornings and the nights, deeper than the oceans and the skies ๐Ÿ’•





P.s: Cake birthday tahun ini pake eskrim, beli di Pesca Ice Cream Kelapa Gading. Hiasannya Paw Patrol theme beli di toko mainan, tinggal di jejerin aja sama kue-nya. Anaknya udah request dari kapan tau tuh minta tiup lilin kue paw patrol. Berhubung alergian sama telor jadi kue nya diganti eskrim taun ini. He was so happy though ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š
1 comment on "THREENAGER: Worst or Better?"
  1. Kalau kayak gini, waktu kayaknya suka gak berasa, ya. Perasaan anak udah gede aja. Saya juga sering merasa begitu. Suka kangen saat mereka masih bayi :)

    ReplyDelete

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Back to Top