Find Me on Social Media

Image Slider

Barang Koleksi yang Tak Lekang oleh Waktu

Friday, 30 November 2018


Kalo ditanya soal hobi, kalian jawabnya apa gengs?

Hobi itu sendiri kalo kata si KBBI adalah kegiatan "menyenangkan" yang dilakukan di kala sedang senggang dengan tujuan relaksasi dan menenangkan diri. 

hobi/ho·bi/
 kegemaran; kesenangan istimewa pada waktu senggang, bukan pekerjaan utama: bukan sebagai mata pencahariannya

Bicara soal barang koleksi, tentu harus bicara dulu soal hobi. Kamu hobinya masak, cenderung barang koleksimu kebanyakan ya peralatan masak. Atau kalo kamu hobi membaca, tak lain barang koleksimu pasti nggak jauh-jauh dari buku dan majalah. 

Koleksi pribadi gue kebanyakan adalah buku komik. Tapi, HANYA buku komik yang gue suka banget seperti Detective Conan dan Hai Miiko!

Kenapa gue bilang HANYA, soalnya gue nggak bener-bener menggilai buku-buku komik ya. Pun kalo baca buku komik dengan judul yang lain, gue biasanya memilih pinjam ke rentalan buku atau nyari temen yang punya. Kebetulan, gue punya seorang sahabat yang seorang COLLECTOR. Dimana total buku komik yang dia punya as of now is around 5,000 comic books

Jangan tanya ya koleksi judulnya apaan aja karena gue sendiri suka pusing dan bingung nyari buku komik yang mau gue pinjam. πŸ˜…πŸ˜…

As for my husband, si Beey termasuk fanatik kolektor juga. Tapi koleksi dia itu mainan Star Wars dan Marvel Edition. Satu gudang di rumah udah full sama mainan dia semua. Mulai dari mainan jenis lego, action figure, funko pop sampe semua model lightsaber dan topeng-topengnya. 


Ada tiga alasan utama mengapa seseorang rela mengorbankan waktu, energi dan uang demi menambah barang koleksi, menurut Petrulis, kolektor autograph asal St. Mary's University, Winona, Minnesota.

πŸŽ€THE THRILL OF THE CHASE 

Sama lah perasaanya kaya lagi PDKT sama seseorang. Ngikutin jadwal kesehariannya supaya tau kapan sih dia pulang kantor/kuliah, terus rela antar jemput kemana-mana demi bisa mengobrol sama dia. Kemudian saat menyatakan cinta eh cinta kita berbalas, ada ciprat-cipratan kebahagiaan gitu ya kan.

Cipratan perasaan bahagia dan kepuasan batin bahwa semua keseruan dan pengorbanan selama PDKT itu akhirnya berbuah manis.

Sama juga bagi seorang kolektor, ketika ada suatu benda yang mengusik minat dan kesenagannya diumumkan akan launch. Sampe semua toko kita putari demi membeli benda langka tersebut. Selalu kehabisan dan nggak pas waktunya. Begitu ketemu toko yang menjualnya, eh lagi tanggal tua dan belum gajian. Atau pas lagi ada duitnya, keliling dari satu toko hingga toko ke sekian ratus barangnya sold out.πŸ˜†

πŸŽ€ THE COLLECTING ASPECTS

Setiap kali semua benda koleksi tersebut berhasil kebeli, pulang dengan bahagia dan perasaan berbunga-bunga. Langsung dioprek dan dirakit, atau dibungkus dengan ciamik. Kemudian disusun dan dijembrengin dengan seri berbeda yang dibeli sebelumnya. Muka sumringah dan hasrat seperti terpuaskan ya.

Kalo gue, setiap keluar komik seri terbaru ya langsung buru-buru dibaca sampai habis. Kemudian dijejerin sama seri-seri sebelumnya. Ada perasaan happy karena bisa mengikuti seriannya tanpa terputus. Juga harap-harap cemas kapan ya seri lanjutannya muncul.

Sama juga si Beey, yang setiap kali mampir ke Toys Fair. Berharap hunting kali ini menemukan benda langka yang bisa menambah koleksinya. Begitu kesampaian dan dibawa pulang, dijejerin sama "temen-temen" -nya. Jadi terbersit lagi keinginan untuk mencari karakter atau model terbarunya.

The perks of collecting things is marvelous. Bisa memberi sensasi kebahagiaan yang berbeda gitu loh. Can you get?



πŸŽ€ FEELING CONNECTED

Seperti halnya komik Conan karya Aoyama Gosho atau Hai Miiko karya Eriko Ono. Dengan melengkapi koleksi dan mengikuti karyanya tanpa terputus, gue berasa mengenal dekat dan "connected" gitu sama para penulisnya.

Dengan membeli buku aslinya terutama ya, karena kan bisa aja kalo gue emang cuma mau baca bukunya tinggal cari versi online aja. Tapi dengan membeli komiknya dan menambah koleksi, secara nggak langsung kita memberikan apresiasi bagi para penulis, editor dan penerbit.

Sama pula dengan koleksi mainan si Beey, dimana yang selama ini dia cuma bisa melihat secara visual dari tokoh di film. Dengan membeli mainannya, jadi lebih mengenal dekat sosok karakternya. 



Selama hasrat untuk membeli benda koleksi kesayangan masih dalam tahap normal atau impulsif, tentu nggak masalah. Yang penting hobi koleksinya diimbangi dengan kondisi tempat penyimpanan memadai dan kemampuan membeli. Jangan sampe nggak punya duit karena lagi bokek, eh demi lego keluaran seri terbaru rela berhutang ke sana sini demi menambah koleksi. That's so wrong guys πŸ˜–

Bahaya juga kalo sampe hasrat koleksinya cenderung menjadi obsesi dan kompulsif. Secara ekonomi mampu membeli tapi bener-bener obsesif dalam mendapatkan benda koleksinya hingga melakukan blackmail ke kolektor yang lain atau hingga mempengaruhi kondisi psikis/kejiwaan.

Gue sendiri prinsipnya asal masih bisa kontrol dan membatasi diri, nggak masalah untuk menambah benda koleksi di rumah. Karena selain ada kebahagiaan tersendiri, benda-benda koleksi yang udah gue simpan dari 17 tahun lalu itu ada efek memorabilia. Ada kenangan tersendiri yang membekas di hati aseeeekkkk....

So guys, kalian punya benda koleksi apa aja di rumah? Share juga dong.... 😍😍

Romantic Comedy Movies You Need To Watch



“We love films because they makes us feel something. They speak to our desires, which are never small. They allow us to escape and to dream and to gaze into the eyes that are impossibly beautiful and huge. They fill us with longing. But also. They tell us to remember; they remind us of life. Remember, they say, how much it hurts to have your heart broken.”
― Nina LaCour, Everything Leads to You

Tak terasa ya BPN 30 Day Challenge udah masuk hari ke sepuluh! Nggak nyangka bisa juga ternyata berkomitmen dan konsisten menulis. Meski pun untuk publish tulisan baru udah mulai kejar tayang nih, semoga masih bisa catch up hingga akhir challenge.

Kali ini topik yang mau gue bahas adalah rekomendasi film favorit dengan genre romantic comedy. Bagi cewek-cewek yang gampang kebawa suasana dan baper kalo nonton film romantis, udah lah pasti suka ya sama genre ini. Genre film yang gue suka sebenarnya: (1) Fiction, (2) Romatic Comedy dan (3) Sci-Fi.

Tapi kali ini mau menulis tentang film romantis aja deh. Semua ulasan singkat tentang film ini adalah murni opini pribadi ya. Jadi silakan aja kalo ada yang beda selera dan mau merekomendasikan versi kalian. Atau kalo yang ternyata suka film yang sama juga boleh kita diskusi ya. I love being interact with you gengs 😘




This is my favorite rom-com movie of all the time!!

Menceritakan kisah persahabatan Rosie (Lily Collins) dan Alex (Sam Claflin) sejak berumur lima tahun. Pergaulan di masa SMA membuat masa depan keduanya berubah total. Hubungan keduanya penuh lika-liku namun tetap masih saling bergantung dan memahami satu sama lain. 

Sama-sama menyadari perasaan masing-masing di waktu yang tidak tepat. Di balik setiap momen yang mereka jalani, setiap keputusan yang mereka ambil membuat keduanya semakin sulit bersatu.

Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Cecilia Ahern dengan judul Where Rainbow Ends.




Kenapa film ini menjadi favorit gue? Soalnya ya beneran deh hubungan si Rosie dan Alex ini rumit banget. Dan gue suka banget spirit-nya Rosie untuk membesarkan putri semata wayangnya sendiri. Mengorbankan masa depannya untuk melanjutkan studi. Film ini agak berbentrokan sih dengan budaya ketimuran kita ya. But really guys, you need to try watch this. 




Film legendaris yang diperankan oleh Anne Hathaway ini sudah tak asing pastinya. Cerita tentang perjuangan Andy, seorang wanita muda yang tidak terlalu menyukai bidang fashion tetapi bekerja sebagai asisten pribadi Miranda Priestly di majalah fashion terkemuka.



Everyone who watch this, pasti tergila-gila sama gaya fashion dan make up Anne Hathaway yang super WOW di sini. Cantik banget wagilasehhhhhh! Udah lah dia tinggi semampai terus cantik banget, mau diapain aja nggak ada celanya.

Filmnya sendiri sarat makna meski nggak disampaikan secara eksplisit ya. Kita bener-bener mesti mikir, baru dapat tuh insight-nya. Nah, scene favorit gue di sini waktu si Andy berhasil mendapatkan softcopy Harry Potter buat si kembar. Dia berhasil one step ahead gitu.

Yang bikin lucu adalah gue nonton film ini dulu pas masih SMP dan nggak gitu paham dong ya makna film yang mau disampaikan. Pure, waktu itu nonton karena bagus dan fashion serta make up-nya keren-keren banget. Tapi seiring berjalannya waktu, sekarang udah dewasa gini dan udah berkecimpung di dunia profesional. Gue baru paham tuh insight dari film itu kalo gue relate dengan kehidupan gue sekarang, terutama di lingkungan pekerjaan sih.



Ini romantic movie dari negeri ginseng alias Korea Selatan. Ceritanya ada fiksinya juga sih tapi overall, jalan ceritanya sangat bagus dan sedih. Beneran pas nonton ini gue mewek mulu sepanjang film. 😒

Ceritanya tentang Woo Jin (So Ji Sub) dan anak laki-lakinya, Ji Ho yang masih berumur 5 tahun yang ditinggal mati istrinya. Hidupnya berantakan banget selepas kepergian sang istri. Namun karena suatu keajaiban, sang istri yang bernama Soo A (Son Ye Jin) tiba-tiba muncul dalam hidup mereka kembali tanpa ingatan atau memori tentang keduanya.

Selesai nonton film ini, gue langsung baper maksimal. Namanya maut kita nggak pernah tau kan ya, bisa datang kapan aja tanpa bisa kita prediksi. Dan gue sebagai istri dan seorang ibu, jadi kepikiran dong ya. Gimana kalo gue meninggal mendadak ya? Tanpa sempat berpamitan, nggak sempat mengajari Leon untuk lebih mandiri. Tanpa memberitahu suami apa saja polis dan tabungan yang keluarga kita punya, warisan yang mungkin turun untuk mereka berdua. 

I really can't imagine that 😭😭😭




Menceritakan tentang sepasang kekasih yang dipertemukan saat duduk di bangku SMA. Amanda Collier (Michelle Monaghan) seorang gadis cantik dan populer yang jatuh cinta pada seorang anak laki-laki yang pemalu bernama Dawson Cole (James Marsden). Keduanya dipisahkan oleh sebuah kecelakaan dan dipertemukan setelah 21 tahun kemudian.



Yang paling gue suka adalah alur maju mundur di film The Best of Me. Diperankan oleh 2 pasangan berbeda, Dawson dan Amanda muda serta Dawson dan Amanda setelah 21 tahun kemudian. Romantisasinya juga dapet banget sih, apalagi keduanya ternyata sama-sama nggak berubah hatinya. Meski ya masing-masing punya kehidupan sendiri. Imho, cerita di film ini nggak muluk sih karena ya high school sweethearts gitu ya kan.

Gejolak cinta masa remaja tapi waktu dipertemukan kembali setelah puluhan tahun, masih ada percikan-percikan dan koneksi satu sama lain. Sulit diungkapkan, tapi bisa terlihat dari bagaimana keduanya merasa sangat bergantung dan membutuhkan satu sama lain. 

Konflik dalam internal hubungan cintanya nggak terlalu berdampak sih sebenernya. Justru karena konflik eksternal, sehingga memisahkan keduanya. Makanya mungkin juga waktu keduanya dipertemukan lagi, ya mereka saling jatuh cinta lagi.


Kalo The Best of Me alur maju mundurnya dari karakter yang sama. Kalo di The Longest Ride ini, alur maju mundur dari 2 sejoli berbeda. Persamaan keduanya adalah sama-sama adaptasi novel karya Nicholas Sparks.

Luke Collins (Scott Eastwood) seorang penunggang banteng yang jatuh cinta pada Sophia Danko (Britt Robertson). Dalam sebuah perjalanan mereka menemukan sebuah mobil yang mengalami kecelakaan, di dalamnya terdapat seorang kakek tua bernama Ira (Jack Huston). Luke dan Sophia akhirnya membawa Ira ke rumah sakit dan menemukan sebuah kotak berisi surat-surat cinta yang ditulis untuk Ruth, almarhumah sang istri.



Selama menunggu Ira siuman di rumah sakit, setiap hari Sophia berkunjung dan membacakan surat-surat tersebut. Hingga suatu hari Ira terbangun dan hubungan mereka pun menjadi sangat akrab. Ira kemudian menceritakan kisah cintanya dengan Ruth, bagaimana Ia divonis mandul. Sementara Ruth sangat suka anak-anak tapi karena terlalu mencintai Ira, mereka akhirnya tetap memutuskan menikah.

Ruth akhirnya bekerja sebagai guru agar tetap bisa dekat dengan anak-anak. Suatu ketika Ruth menemukan seorang anak laki-laki dan berniat untuk mengadopsi tetapi proses adopsi yang sulit justru memisahkan Ruth dan anak tersebut. Ruth sempat mengalami depresi dan meninggalkan Ira demi petualangan dan berkeluarga, namun akhirnya Ruth kembali pada Ira dan mereka menghabiskan waktu bersama hingga maut memisahkan.

Di masa sekarang, saat Luke, Sophia dan Ira sedang bersama-sama mereka mendapat kunjungan dari seorang wanita yang merupakan istri seorang pria bernama Daniel, anak laki-laki yang dulu hampir diadopsi Ruth dan Ira. Cerita berakhir dengan kematian Ira tak lama sesudahnya dan segala harta kekayaan serta karya seni Ira dilelang. Namun, ada sebuah lukisan sederhana yang merupakan gambar dari Ruth dilelang dengan sangat murah.

Luke dan Sophia yang mengetahui cerita kisah kasih Ira dan Ruth tidak rela lukisan itu diambil orang dan memutuskan membelinya di pelelangan. Dimana ternyata lukisan sederhana tersebut mengubah cerita hidup Luke dan Sophia kemudian.



Nonton film ini tuh ya, gue ketar ketir setiap kali si Luke adu banteng. Kebayang banget lah perasaan si Sophia itu, was-was dan khawatir banget pastinya. Makanya Sophia mati-matian memaksa Luke meninggalkan profesinya karena Sophia sangat peduli dan tidak ingin kehilangan Luke.

Dan kisah cinta Ira dan Ruth, OMG. Nggak kebayang sih kalo Ruth itu gue, apa bisa ya segitunya mengalah pada mimpi dan harapan seumur hidup demi cinta. Salut banget karena keduanya mampu melewati rintangan dan kesulitan, tetap setia pada komitmen pernikahan meski tanpa kehadiran sosok anak. 

Ini gue tau di luar sana banyak pasangan yang masih membutuhkan perjuangan ekstra demi menghasilkan sang buah hati. Tapi point dari film ini adalah bagaimana kokohnya cinta satu sama lain mampu melawan setiap perkara dan memberikan kebahagiaan, tanpa melihat kekurangan dan cela satu sama lain. Maknanya dapetttt banget, ya nggak sih?? 

πŸ’›πŸ’›πŸ’›


Ada yang pernah nonton kelima film di atas juga nggak?  

Try watch these and share your thought later ya!



Five Inspiring Indonesian Bloggers

Thursday, 29 November 2018



To be a blogger, we must have at least one role model. Who also a blogger, longer and more experienced in the blogspheres.

Berkecimpung di dunia blog pastinya juga punya idola blogger. Kalo mesti ditulis satu per satu sih bisa gempor saking banyaknya blogger beken [BEKEN] kesukaan gue. Jadi untuk mempersingkat ya gue kerucutin aja ya. Blogger favorit yang sampe ke semua media sosial mereka aku follow dan sangat ku kagumi.


Soalnya ada juga beberapa blog yang sering gue baca dan ngikutin banget perkembangan tulisannya hari ke hari. Tapi ya nggak sampe fanatik gue follow ke medsos. Mostly, travel bloggers. Like I said before, gue inferior banget sama orang yang kerjanya jalan-jalan. Jadi demi menjaga kewarasanku, mohon maaf ya brother and sister. Aku cuma sanggup follow tulisan kalian, nggak sanggup follow medsos.


And here they are, top five bloggers panutanQue



πŸ’• GRACE MELIA (www.gracemelia.com)




Image Courtesy : Instagram @gracemelia


Siapa nggak kenal coba sama mami Aubrey dan Aiden ini? Wanita yang akrab dipanggil Gesi ini terkenal seantero mommy blogger. Perjuangan dan spirit Gesi dalam merawat Aubrey (special needs kid) serta cerita penuh haru biru dari Founder Rumah Ramah Rubella. Such a wonderful woman :")

To be honest yaaa, gue nyangsang di blog Gesi gara-gara Diari Papi Ubii: When You Marry a Monster. This is around 2016 I guess. Ever since then, gue BIAS sama tulisan - tulisan Gesi dan Adit.

Selain karena mereka menulis dengan sangat apa adanya, juga karena Gesi sangat humble gengs. Karena gue selalu meninggalkan jejak (or am I such an annoying commenter?), entah di DM atau komentar caption IG sama di blognya Gesi, dia sampe mampir ke blog gue loh. Surprisingly, blog gue dibantu promote lewat Instastory-nya. Terharu banget akutu :")









Waktu book launch Indahnya Susahnya Jadi Ibu, gue kan dateng tuh di Grand Indonesia. Sengaja-sengaja demi ketemu Gesi dan Kak Icha. (Untung) Gesi segera mengenali gue loh, OMG. Can't wait to meet you again!






πŸ’•ANNISA STEVIANI (www.annisast.com)



Image Courtesy : Instagram @annisast


Nyangsang di blog Kak Icha karena tulisannya tentang Daycare related. Dulu soalnya sempet mau masukin Leon ke daycare waktu usianya 13 bulan. Gue iseng aja googling efek baik buruknya anak di daycare (kurang lebih lah ya ini, gue lupa keyword aslinya). Kemudian si page one Mbah Google merekomendasikan blognya Annisast.


Meski akhirnya Leon batal masuk daycare (karena si Beey nggak tega), gue tetap penikmat setia blog Annisast. Soalnya ketus dan blak-blakannya itu loh. Gue juga relate banget sama Kak Icha in so many ways. Sama-sama working mom, sama-sama pernah mengalami fase baby blues dan sama-sama kaum menengah yang struggling sama prioritas keuangan sampe rela manyun nggak bisa liburan karena ya nggak mampu ada budget khusus liburan :")




Tulisan Kak Icha, imho, selalu penuh sensasi dan mengundang intrik serta kontroversi. Idealisme parenting yang blak-blakan ala Annisast ini ya pasti ada pro dan kontra. Tapi justru seru sih jadi bisa melihat dari sudut pandang berbeda. Bikin gue belajar introspeksi dan bercermin pada diri sendiri. 


Seringkali kepala aku isinya tuh ya kalo abis baca tulisan Parenting related dari blog Annisast atau artikel Mommiesdaily yang ditulis Kak Icha: "Kenapa sih dia bisa gitu? Aku kok nggak bisa ya. Aku harus coba nih..."


Memberikan tantangan /challenge ke diri sendiri makanya gue seneng ngikutin Kak Icha, sampe medsos juga supaya nggak ketinggalan topik seru lainnya. Gue bahkan tau tentang Jouska aja dari Kak Icha. Dan gara-gara itu jadi ngikutin Jouska lalu sampe me-review semua polis unitlink, asuransi kesehatan, asuransi jiwa dan portfolio reksadana gue. Gila kan, semua gara-gara follow Annisast from the first place! πŸ˜‚πŸ˜‚



πŸ’• SRI ANINDIATI NUSASTRI (www.anindiati.wordpress.com)



Image Courtesy : Instagram @saastrii


Actually, she is a travel blogger. Tapi buat gue, tulisannya Sastri ini taste different. Sastri merupakan salah satu travel jurnalis Kompas. Nggak usah diragukan kualitas tulisan dan gaya bahasanya. 


Kata Sastri, travel itu adalah kebutuhan nomor 4. Kalo kebutuhan nomor 1,2,3 adalah kebutuhan sandang, pangan dan papan ya traveling itu kebutuhan nomor 4. 


Kalo boleh gue rangkum, blognya Sastri itu bukan cerita traveling biasa. Di dalam setiap perjalanannya, ada petualangan dan kisah seru bagaimana Sastri sebagai seorang jurnalis dituntut memiliki interaksi sosial dengan penduduk setempat. 


Berapa kalipun dibaca bolak balik, nggak akan pernah habis terkesima dengan semua ceritanyaπŸ’–



πŸ’• PUTY PUAR (www.told.byputy.com)




Image Courtesy : Instagram @byputy


Puty ini salah seorang ilustrator yang juga seorang ibu anak satu. Keunikan Puty yang gue suka adalah ilustrasinya yang sederhana namun sarat makna. Tone ilustrasinya cenderung pastel dan elegan. Bikin tambah jatuh hati karena gue suka sekali warna-warna soft pastel gitu😍


Untuk tulisan-tulisan di blognya lebih ke arah Lifestyle dan Daily Journal sih. Tapi ya itu tadi dengan keunikan baik tulisan dan gambar hasil karya Puty bikin penasaran setiap hari.


Puty kayanya lebih sering update di Instagram deh. Beberapa hari lalu, Puty menjadi salah satu dari 3 pemenang JCS International Young Creatives Award (salah satu dari program International Emmy Award 2018). She is so cool😍



πŸ’• WINDI TEGUH (www.windiland.com)

Image Courtesy : Instagram @winditeguh


Mommy blogger asal Medan ini sungguh panutan, pasalnya Mba Windi itu tangguh dan tahan banting. Bekerja di salah satu bank terbesar di tanah air dengan mayoritas ruang lingkup pekerjaannya adalah laki-laki, wah salut lah. Sungguh bangga sebagai sesama ibu bekerja.




Gue yang ranah pekerjaannya mayoritas cewek aja kadang masih selengkat-selengkat dan adu senggol. Nggak kebayang kalo banyakan cowok gitu pasti pressure lebih besar karena ya ambisi dan harga diri seorang cowok tuh jauh lebih besar. Ada rasa gengsi gitu lah kalo posisi karirnya sederajat atau bahkan lebih kecil daripada cewek, pun seorang working mama pula.


Hampir semua tulisan Mba Windi gue juga bisa relate. Selain karena sama-sama ibu bekerja, Mba Windi juga menitipkan anak sama ART di rumah. Topik seru yang paling gue suka adalah kalo Mba Windi di nyinyirin orang soal menitipkan sama ART yang pendidikannya mungkin hanya SMA atau SMP sederejat. Dibanding anak dirawat oleh ibunya yang sarjana, gila sih. Sudut pandangnya bener-bener unpredictable gitu. 

Gue belajar banyak dari tulisan karya Mba Windi, untuk lebih pake logika dan rasional dalam beropini di dalam tulisan. Daripada baper dan nge-rant emosi di blog demi pelampiasan dan kepuasan pribadi kan. Ya meski tulisan lama gue masih begitu semua ya bentukannya πŸ˜…


Tulisan yang favorit karya Mba Windi versi gue: Nitipin Anak sama ART? Ibu Macam Apa Kamu?


Jadi itu dia 5 bloggers favorit gue yang ternyata semuanya mommy blogger ya πŸ˜„πŸ˜„

Kira-kira kalo kalian gimana? Ada rekomendasi blogger boleh juga ya info di kolom komentar ya gengs 😘

Barang Wajib di Tas Cewek Rempong

Tuesday, 27 November 2018

Dari jaman masih gadis sampe sekarang udah jadi seorang ibu, gue selalu REMPONG sama urusan isi tas. Pun kalo mau traveling, gue paling nggak bisa tuh gerabak gerubuk gitu. Mau pergi tanggal 20 misalnya, gue pasti udah sibuk packing minimal dari H-7 πŸ˜‚πŸ˜‚

Sejak punya anak itu bawaannya ya berlipat ganda lah udah. Pergi ke Mall gitu udah pasti bawa dua tas, diaper bag untuk keperluan si Leon sama sling bag untuk keperluan pribadi. Sounds so rempong huh? Sekarang sejak Leon udah nggak pake diaper, udah lebih enak sih nggak perlu bawa-bawa backpack untuk keperluan diaper dll.

Biasanya gue kasih Leon backpack kecil isinya baju ganti, sapu tangan kecil sama botol minum. Sedangkan gue ya bawa tas sendiri juga dong 😁

Kalo ke acara nikahan atau undangan resmi gitu kan bawanya mini purse or clutch ya, jadi tas inti tetap ditinggal di mobil. Mini purse or clutch ya isinya minimal kartu identitas, handphone, wet and dry tissue serta sisir dan lip cream.

Nah, kalo tas sehari-hari berikut ini barang-barang yang paling NGGAK BOLEH sampe lupa. Harus dan wajib ada dalam tas kemana pun gue pergi:


πŸ‘» WET & DRY TISSUE

Ini wajib banget. Nggak boleh sampe kehabisan atau kelupaan. Gue nggak gitu suka pake hand sanitizer jadi lebih prefer tissue basah. Kalo tissue kering ya nggak usah dijelaskan ya. Pasti ada aja deh yang perlu di lap apalagi kalo pergi bawa balita.

Entah lap mulut sehabis makan, atau lap keringat. Tissue ini harus stand by terus di tas kalo lagi pergi sama suami. Si Beey itu kan gampang meler hidungnya, kena debu yang beterbangan gitu dia langsung bersin-bersin. Kalo rrhinitis-nya lagi kumat dan gue kehabisan tissue, bisa perang dunia kita πŸ˜‚


πŸ‘» SISIR

Ini yang nggak kalah penting. Rambut gue itu tebal dan mengembang, jadi kalo sampe nggak bawa sisir seharian gue bakal uring-uringan. Soalnya ini rambut bener-bener mesti setengah jam sekali disisir.

Udah mana rambut kering banget ya kan. Kalo udah kusut mirip sapu ijuk huhuhu 😭

Pernah suatu kali ya gue nge-Mall dan sisir ketinggalan. Wadawwww. Akhirnya beli di Watsons deh yang murah meriah πŸ˜†




πŸ‘» LIP CREAM & LOOSE POWDER

Beauty essentials wajib di tas gue cuma lip cream sama loose powder. Lip cream ya buat retouch kalo abis makan, loose powder buat retouch kalo abis keringetan.

Anyway, ini lagi junkie banget sama brand Emina. Jadi semua yang dibawa dalam make up pouch gue Emina semua 😍

In case pada penasaran yeeee. Lip cream nya Creamatte shade Babyfox dan Marvelous. Ada yang lagi cream nya Creamatte shade Babyfox dan Marvelous. Ada yang lagi pake Creamatte juga kah? Warna apa lagi yaa yang worth to try? 😁


πŸ‘» JEDAI DAN KARET RAMBUT





Jepitan rambut anti badai alias jedai sama karet rambut juga wajib sih hukumnya. Nggak bisa aku tuh kalo rambut diurai begitu aja tanpa ada jepit. Minimal banget bando lah. Karena beneran deh rambut ini aslinya susah banget diatur.

Gue harus bawa stock komplit untuk urusan jedai sama karet rambut. Dari ukuran kecil, medium sampe guedeee. πŸ™ˆπŸ™ˆ
Karena beda gaya model rambut tentu lah beda ya aksesorisnya... *mama-mama centil*

Untuk urusan aksesoris rambut ya gue punya cerita unik. Betapa aksesoris rambut ini sungguh sangat menguras kocekku.

Baca di sini yaaa : Things I Lost the Most


πŸ‘» PORTABLE CHARGER & PEN DENGAN METERAN




Ini habit dari jaman dulu pake Apple. Udah rahasia umum yaa Iphone baterainya bocor dan hidupnya nggak jauh-jauh dari colokan. Makanya wajib banget bawa power bank kemana pun.

Sekarang sih udah nggak Apple user, tapi keburu jadi habit nih bawa charger kemana-mana. Secara sering banget kelupaan charge HP kalo di rumah. Jadi pas giliran keluar rumah eh HP-nya lowbat πŸ˜‚πŸ˜‚

Last but not least, wajib bawa pulpen kemana pun. Pulpen pun nggak sembarang pulpen ini. Di bagian ujungnya ada meteran yang bisa ditarik. Kenapa harus model pulpen ini? Soalnya gue itu sering mengukur-ukur sesuatu.

Lagi jalan ke Mall terus liat pernak-pernik lucu, gue pasti measuring dulu dimensinya. Such a weird habit don't you think? πŸ˜…



So far, cuma itu aja sih yang wajib dan nggak boleh sampai lupa dibawa. Nggak terlalu banyak juga lah yaa? Kalo kalian gimana gengs, ada yang sama kaya aku nggak? 😚😚


Rekomendasi Kuliner Nusantara di Kelapa Gading, Jakarta Utara

Monday, 26 November 2018

To be honest, I am not so into food and restaurant review. Karena pada dasarnya, gue emang suka makan dan nggak picky eater. Jadi gue bias banget deh kalo udah ngomongin makanan. Tapi kali ini berhubung tema BPN 30 Day Challenge hari ketujuh adalah rekomendasi tempat makan favorit. Gue mau coba tulis rekomendasi tempat makan favorit ala Jeenatassya blog.

Tempat-tempat makan yang mau gue ulas berikut ini semua berlokasi di daerah Kelapa Gading. Merupakan surganya tempat makan dan tempat ngopi di Jakarta Utara. Pada tau kan kalo Kopi Johny yang legendaris dan selalu jadi tempat konferensi pers para artis penuh sensational serta selalu “nampang” di Instagram Hotman Paris itu berlokasi di Kelapa Gading? πŸ˜‚πŸ˜‚

Gue sendiri lumayan bahagia tinggal di surga kuliner karena ya semua makanan apa aja ada di sini. Kenapa lumayan doang bahagianya? Soalnya udah rahasia umum kalo Kelapa Gading terkenal dengan kemacetan dan ke-acak adut-an jalanannya. Jadi sebagai penghuni setia yang lebih sering mager alias malas gerak, gue lebih memilih keliling Gading aja nyari tempat makan yang belum pernah kita coba. Daripada harus maksa nyobain restoran baru di Senopati atau Pantai Indah Kapuk. Karena cyinnnn, keluar komplek Gading dari rumah gue ini ya membutuhkan waktu minimal 45 menit. Gimana coba nggak mager? 😒

Jadi kali ini mari kita bahas secara singkat ya tempat makan favorit gue di Kelapa Gading kala mager melanda:

🍴 Bakso Leo Solo



Image Courtesy: doyankuliner.com

Bagi penggemar bakso, wajib banget coba Bakso Leo. Merupakan Bakso khas Kota Solo, dengan kuah kaldu pekat dan mengandung tetelan/gajih sapi. Rasanya nggak diragukan lagi, nikmatnya rela deh bikin diet kamu gagal. 

Selain bakso, ada es campur dan es kelapa juga. Untuk melengkapi kenikmatan ngebaks.... Semangkok bakso ini dipatok seharga Rp 20.000,- per mangkok. Jenis baksonya bervariasi ya, ada bakso telur, bakso urat, halus dan gepeng. Serta pendampingnya ada tahu segitiga, bihun/soun dan mie keriting disertai sayuran dan tauge.

FYI, Bakso Leo ini baru buka jam 15.00 dari Senin hingga Minggu. Lokasi lengkapnya di sini:

πŸ“ Bakso Leo Solo,
Jl. Sumagung 3 No. 4 Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240





🍴 Sepiring Padang

Siapa sobat pembacaku yang nggak suka makan Nasi Padang? Pasti nggak ada ya! Hahaha
Karena ya siapa coba yang bisa menolak pesonanya Nasi Padang? Dibungkus pake kertas nasi beralaskan daun dengan nasi dua centong penuh. Disiram kuah sayur nangka dan gulai serta dilengkapi sambal ijo khas Padang. 😎



Image Courtesy Instagram @sepiringpadang

Di Kelapa Gading ada rumah makan Padang dengan design interior kekinian loh, Sepiring Padang. Bener-bener suka banget sama interiornya yang bikin nyaman untuk menikmati hidangan di restoran. Pilihan menunya sangat komplit, mulai dari ayam pop, ayam gulai, ayam bumbu Bali dan bakar hingga dendeng serta rendang daging. 

Ciri khasnya Sepiring Padang ini selain sayur nangka kuning seperti pada umumnya, ada juga sayur Pucuk Ubi Tumbuk dan Kangkung Bunga Pepaya. Kalo menurut opini pribadi sih, dari skala 1 hingga 10 gue akan kasih rate 8.5! Karena rasa makanannya enak-enak dan bikin nagih....


Image Courtesy Instagram @sepiringpadang

πŸ“ Sepiring Padang,
Jl. Boulevard Raya QF 1 No.1 Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240



🍴 Bakmi Bangka Awat

Penikmat bakmi khas Bangka harus dan wajib coba Bakmi Awat! Ini tempat makan langganan gue dan Beey dari jaman pacaran. Pulang sekolah kita sering makan di sini karena tempatnya dekat sama sekolahan. Bakmi Bangka Awat ini halal ya, terdiri dari varian mie keriting, kwetiau dan bihun dipadukan dengan ayam cincang dan bumbu kaya rasa dari kecap asin Angsa khas Bangka.

Favorit gue sekeluarga adalah Fukian dan Pangsit Kering. Untuk fukian itu sejenis otak-otak tapi nggak digoreng kering melainkan direbus dan dibumbui. Sedangkan pangsit kering ini sejenis pangsit yang direbus dan dibumbui cokelat seperti bakmi. Jadi beda yaa bukan seperti wonton atau pangsit kuah gitu.


Jl. Kelapa Hibrida Raya blok PE 10 No.31 Kelapa Gading, Jakarta Utara 14250





🍴 Claypot Popo

Claypot Popo ini terdiri dari menu nasi dan misua yang dimasak dan disajikan menggunakan Claypot (mangkok yang terbuat dari tanah liat). Variasi menunya nggak banyak, terdiri dari : Nasi Siram Sapi/Ayam Telur, Nasi Siram Sapi Cah Bawang Putih dan Misua Tahu Telur Asin.



Image Courtesy Instagram @claypotpopo

Semangkok Claypot dipatok seharga Rp 30.000,- hingga Rp 45.000,-. Untuk ukuran rumah makan rumahan, Claypot Popo ini masih sesuai kocek lah yaaa. 


πŸ“ Claypot Popo,
Jl. Kelapa Molek 7 No.7 Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240





🍴 Kedai Kurcaci

Siapa penggemar kuliner khas Bandung di sini? Siapa sih yang nggak kenal jajanan khas Bandung seperti: siomay, batagor, ronde jahe, sekoteng dan yamien?

Di Kedai Kurcaci menu jajanan khas Bandung-nya paling lengkap! Gue sendiri paling suka batagor dan siomay nya, sedangkan Leon suka banget sama ronde jahenya. Untuk rasa makanannya lumayan bikin rindu kita akan kuliner Bandung terpuaskan. Daripada jauh-jauh harus ke Bandung dan bermacet-macet ria ya kan.


Image Courtesy Instagram @kedaikurcaci

Variasi menunya banyak banget, masih ada mie kangkung, nasi ayam goreng, nasi tim ayam dan seblak juga loh. Seblak khas Kedai Kurcaci ini paling enak se-Kelapa Gading, imho. Bisa pilih level pedasnya skala 1 - 4, terus ada kerupuk khas seblak namanya unyu-unyu. πŸ˜ƒπŸ˜‚

Image Courtesy Instagram @kedaikurcaci

πŸ“ Kedai Kurcaci
Jl. Kelapa Cengkir Raya blok EB 2 No.11 Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240




Itu dia review singkat 5 tempat makan favorit di Kelapa Gading, surganya kuliner dan jajanan khas nusantara. Kalian udah pernah ada yang coba belum? Atau ada rekomendasi tempat makan lainnya di Kelapa Gading? Share yaa di kolom komentar 😊😊

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Back to Top