Find Me on Social Media

Jadi Ibu itu Susah Nggak sih?

Wednesday, 21 November 2018

At first, gue selalu punya keinginan untuk menulis di blog bertemakan parenting. Karena bukan hanya menjadi media untuk membagikan informasi dan pengalaman. Tapi juga dengan alasan sederhana, ingin menyimpan semua dalam jurnal pribadi. Perjalanan dari mulai nikah, hamil, punya anak dan semua jatuh bangunnya perjalanan keluarga kecil kita.

Dengan mengusung konsep pengalaman perdana menjadi ibu, di usia yang tergolong muda juga. Belajar semua dasar-dasar merawat dร n membesarkan anak dari nol. Maka gue ambil konsepnya: Parenting from Scratch.

Berasumsi di luar sana, kerabat maupun pembaca blog ini kelak adalah ibu-ibu yang sama-sama lagi belajar dari nol, learning from scratch. Saling pukpuk dan support satu sama lain. Mewadahi keluh kesah dan curcol para ibu yang dealing with momwar, mitos-mitos menyusui maupun pasca persalinan. Atau tak banyak pula, cerita kegalauan sebagai ibu yang terlalu parno and worry too much tentang tumbuh kembang anak-anaknya.

Tapi tentu saja, semua gue tulis berdasarkan pengalaman dan penelitian apa adanya. Semua tulisan di kategori ini adalah dari kacamata gue sebagai ibu anak satu. Punya anak di usia 22 tahun, bohong kalo gue bilang gue nggak struggle. Tantangan yang gue hadapi selain mental yang (kadang) masih kaya bocah, juga kondisi finansial yang masih seringan besar pasak daripada tiang. 


Belum lagi judgement orang-orang, apa bisa masih muda gini ngurus anak. Pola asuh kita juga kadang kena protes terutama dari golongan kerabat yang kadang ketemunya aja setahun sekali. Specifically, dari para tetua dan generasi baby boomers, if you know what I mean. 

Di balik tulisan-tulisan semerawut ini juga, sosok ibu muda yang masih jauh dari kata ideal. Katanya, jadi ibu itu harus 24/7 sama anak, nggak perlu ikut-ikutan kerja mengejar karir dan fakta pahit, gue yang juga ibu bekerja seringkali kena "tamparan" kenapa anak malah diasuh babysitter. Rasanya penuh cela dan kesannya nggak sayang anak๐Ÿ˜ญ




Entah sampai kapan stigma ibu bekerja yang nggak ngurus anak ini melekat sama gue. As long as I remember, it haunted me all the time. Diamini pun oleh para ibu bekerja lainnya, merasa senasib seperjuangan. Ya udah sini aku peluk satu-satu buibuk. Karena ku paham rasanya. Been there done that.


Jadi ya begini ini isinya. Semoga nggak pada kabur ya, 90% nyinyir 10% informasi berfaedah. Tapi ya gitu lah namanya juga hidup, iya nggak? Kadang kita di nyinyirin, kadang juga kita yang nyinyir. Berusaha yang sebaik-baiknya pun, pasti ada aja yang nggak sependapat. 

Menulis topik seputar parenting itu menurut gue, akan lebih banyak idenya. Karena dasarnya, karakter setiap anak pasti berbeda. Makanya gue percaya, nggak ada buku panduan khusus yang bener-bener bisa dijadiin acuan tentang pola asuh dan bagaimana kita menangani karakter anak. Wong dasarnya tiap anak beda-beda kok.

Mungkin betul ya ada idealisme yang bisa kita coba terapkan dalam realita. Tapi tetep ya settingan nya menyesuaikan kondisi di lapangan. 

Banyak banget idealisme parenting, yang mati-matian gue perjuangin tapi pada akhirnya terserah gimana anaknya aja deh. Tercapai sih targetnya, meski kadang caranya dan waktu tempuhnya jadi molor. Contoh paling baru ya soal toilet training, baru sukses saat usia Leon 3.5 tahun๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Dengan semua kesemerawutan dan suka duka seputar parenting ini, I try to seek a comfort and be a comforter too. Untuk para ibu yang merasa kesepian padahal dari melek mata sampe merem mata, nggak berhenti sama urusan domestik rumah tangga dan ngurus anak.



Teruntuk para ibu yang pusing tujuh keliling membujuk anak mau pup di kloset sendiri. Lah anaknya baru dipakaikan celana eh malah pup di celana. Jadinya cucian kotor numpuk mesti dikucek dengan segera. Berujung pada perasaan bersalah karena tanpa sadar jadi marah serta setengah membentak.


Belum selesai di situ, si anak malah rewel minta makan. Terus kenapa nak disuapin malah mingkem? Lalu akhirnya jadi merasa bersalah lagi, karena demi anak mau makan satu-satunya jalan ya pakai gadget. Sambil nonton Youtube baru mangap ๐Ÿ˜‚

Nggak apa-apa buibuk. Percayalah, kamu nggak sendirian. Pernah nggak se-desperate itu butuh waktu sendiri, biar cuma 10 menit pura-pura ke toilet padahal browsing socmed dan ya doing nothing aja. Recharge your souls. Sementara anak di balik pintu udah ngetok-ngetok manggil-manggil mulu. 

Kamu nggak sendirian :")

Kamu nggak sendirian.....


I think that's all why I'd love to write about Parenting.
To tell every mothers, that if you ever frustrated, annoyed or angry to your kid and wondered why everything is so damn hard. And even for a glimpse, you ever wondered how your life would be without kids. And then soon you regretted and immediately consumed by guilts for ever having that thoughts.

.....you are not alone. I am not alone.

It takes courages to raise children.
Only a mother, know how to deal with the battlefield.



9 comments on "Jadi Ibu itu Susah Nggak sih?"
  1. Waaaa ada temennya.... Sesama ibu anak satu, dan bekerja, mari berjuang mba ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ
    Dari yg masih newbie, semoga bisa belajar banyak dari mba๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  2. hahaha... iya mbak. hidup emang nggak selalu diapresiasi. nyinyirnya yang banyak. di belakang pula.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Life is full of julid people ya๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

      Delete
  3. Wah judulnya menarik... susah nggaknya tergantung gimana kita menjalaninya kan, mom dan menanggapi omongan orang2 di luar sana yang hobinya suka nyinyir. Padahal yang ngejalaninya siapa, yang sewot siapa...

    Yup i agree, membahas soal parenting emang nggak ada habisnya๐Ÿ˜€

    ReplyDelete
    Replies
    1. Never ending stories ya membahas ttg parenting :)

      Delete
  4. Jadi ibu selain belajar sabar dengan anak, sabar sama komentar orang juga ya hahahaha semua ibu kayaknya pernah ada momen ngunci diri di kamar mandi, duduk di kloset, mainan hape, plus nyalain keran biar nggak nutupin suara anak rewel sambil gedor-gedor pintu ๐Ÿ˜…

    ReplyDelete
  5. Aiden juga belom fully lulus nih. Semoga 3,5 tahun juga ah hahaha. Mayan bisa irit budget diaper nya wkwkwk

    ReplyDelete
  6. yaaa parenting from scratch, judulnya so eye catching, dan isinya aq pun merasakan. ibu bekerja anak baru satu dan lagi rempong2nya... ahaha

    ReplyDelete

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Back to Top