Find Me on Social Media

Mengenal Alat Kontrasepsi IUD (KB Spiral)

Friday, 16 November 2018



πŸ’‰Apa sih IUD itu?

Bagi sebagian orang yang mungkin belum familiar, IUD (Intra Uterin Device) atau dikenal juga dengan istilah AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), merupakan alat kontrasepsi non hormonal berbentuk seperti huruf T dengan panjang kurang lebih 3 cm. Dikenal juga dengan istilah KB Spiral.

IUD ini terkenal paling ampuh dan efektif mencegah kehamilan hingga 99%. KB Spiral lebih disukai karena tidak mengganggu hormonal, dibandingkan KB hormonal seperti suntikan atau pil yang banyak dikeluhkan memberi efek kurang disukai, seperti muka yang berjerawat, meningkatnya nafsu makan juga membuat periode menstruasi menjadi tidak menentu atau bahkan tidak haid sama sekali.

Sedangkan IUD ini tidak mengganggu hormon sama sekali, meski efek samping KB spiral mungkin bisa berbeda antar satu wanita dengan wanita lain.




πŸ’‰ Gimana ya pasangnya? Sakit nggak ya?

Pemasangan IUD yang paling tepat dan dianjurkan adalah pasca persalinan atau pada masa-masa menjelang selesai periode menstruasi. Karena pada saat menjelang selesai haid, kondisi mulut rahim terbuka dan cenderung lunak. Sehingga dapat meredakan rasa nyeri dan ngilu saat pemasangan IUD.

Berdasarkan pengalaman pribadi, pemasangan IUD ini lumayan nyeri dan ngilu. Meski tidak sebanding dengan rasa sakit saat melahirkan, tetapi tetap wajib menyiapkan mental dan harus ada yang menemani saat pasang IUD. Sebabnya, sesaat setelah pasang IUD akan sedikit nyeri disertai pendarahan ringan. Bahaya kan kalo kita lemes di jalan lalu pingsan. Baiknya harus ditemani suami atau kerabat, yang penting jangan sendirian ya....😊




πŸ’‰ Katanya IUD ini bikin nggak nyaman ya saat berhubungan dengan suami?

Sebelum pasang IUD, saya sempat berkonsultasi dengan dokter kandungan dan minta dijelaskan lebih rinci mengenai cara kerja serta efek samping yang mungkin terjadi. Ngeri banget kalo baca-baca artikel mengenai IUD ini, kebanyakan orang bilang sakit dan bikin menstruasi jadi banyak serta siklus menjadi lebih panjang. Belum lagi keluh kesah para suami yang merasakan tidak nyaman saat berhubungan. Nah, ini harus diklarifikasi dulu sebelumnya supaya lebih mantap untuk pasang IUD.



Secara umum, IUD ini ada dua tipe:

πŸ’˜ IUD Tembaga (Copper)
Tipe IUD yang ini lebih banyak digunakan. Ada beberapa merk dari tipe IUD Tembaga yaitu: CU T380A (Copper T)  dan Nova T.
Untuk perbedaannya hanya bentuk kawat tembaganya aja. Sebagai informasi tambahan, untuk kisaran harga IUD Tembaga ini adalah Rp 200.000 – Rp 300.000, CMIIW ya...

πŸ’˜ IUD Hormonal
Merupakan tipe IUD yang mengandung hormone progestin dan levonorgestrel. Secara harga, IUD tipe ini masih lebih mahal dibanding IUD Copper. Untuk IUD Hormonal ini dapat menyebabkan efek samping yang hampir sama seperti efek samping pil KB maupun suntikan yaitu: nyeri payudara, muka jerawatan, perubahan pola makan dan keluhan sakit kepala.



Perlu diingat kembali bahwa efek-efek samping tersebut bisa berbeda antar satu wanita dengan lainnya. Sehingga efek samping IUD ini tidak semua dialami wanita, selama tubuh dapat beradaptasi dengan baik maka efek sampingnya dapat berkurang atau justru hilang sama sekali.

Saya sendiri sempet mendengar cerita beberapa kerabat yang di complain suami karena rasanya seperti ada yang “mengganjal” saat berhubungan intim. Nah, ini kemungkinan besar diakibatkan benang pada IUD yang disisakan untuk mempermudah proses pencabutan dan pengecekan posisi IUD pada rahim. Bisa minta request aja sama Spog untuk tidak menyisakan benangnya terlalu panjang, sehinggan dapat menghindari kemungkinan ”mengganjal” tersebut.

πŸ’‰ IUD ini cara kerjanya seperti apa sih? Apa saja efek sampingnya?

Untuk gambaran kasar cara kerja IUD adalah sebagai berikut:

πŸ’˜ Tembaga yang terdapat pada IUD melepaskan zat yang mampu mempersulit sperma bergerak dengan baik

πŸ’˜ Menghambat pergerakan sperma dan ovum serta mencegah terjadinya pembuahan (fertilisasi)



Mengingat banyak sekali efek samping KB Spiral yang mungkin dapat dirasakan, saya hanya share beberapa keluhan yang dirasakan setelah menggunakan IUD Nova T selama dua tahun terakhir ya, yaitu :

πŸ‘‰ Pasca pemasangan IUD, perut akan terasa kram seperti kram perut saat haid. Hal ini berlangsung kurang lebih dua hari, badan juga terasa lemas karena nyeri yang disebabkan oleh rahim yang meradang. Terdapat pendarahan ringan namun kuantitasnya hanya seperti haid biasa, berlangsung paling lama lima hari.

πŸ‘‰ Menstruasi pertama setelah menggunakan IUD akan sangat banyak, dua kali lipat daripada menstruasi biasanya. Serta nyeri haid (dismenore) yang dirasakan pun bisa melebihi biasanya. Bisa diredakan dengan kompres hangat dan banyak istirahat serta jangan lupa konsumsi air putih yang banyak.

πŸ‘‰ Siklus haid jadi lebih panjang, biasanya siklus haid saya adalah 5 – 7 hari. Namun, sejak menggunakan IUD, siklus haid menjadi 7 – 10 hari. Diawali dan diakhiri dengan bercak kecokelatan atau flek (spotting).

πŸ‘‰ Menyebabkan keputihan (fluor albus), ini jarang terjadi bagi sebagian orang. Tapi saya mengalami efek samping ini, meski pada saat kontrol ternyata kondisi keputihan tergolong normal. Keputihan yang mungkin muncul akibat penggunaan alat kontrasepsi adalah cairan putih atau bening, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan seperti nyeri pada organ intim maupun rasa gatal.


Beberapa efek samping KB Spiral tersebut membaik seiring berjalannya waktu. Kira-kira 6 – 7 bulan pasca pemasangan IUD, nyeri haid dan keputihan pun sudah jauh berkurang. Sehingga balik lagi ya, tergantung bagaimana kondisi tubuh masing-masing.

Untuk keluhan rasa tidak nyaman yang mungkin dirasakan saat berhubungan intim dengan suami, untungnya nggak ada keluhan sih. Hehehe… Yang penting rutin untuk kontrol dan melakukan konsultasi sama Spog ya, karena penting untuk cek posisi dan kondisi IUD dalam rahim kalo sampai bergeser bisa jebol juga loh…πŸ˜‹πŸ˜‹




Penting untuk mengenal alat kontrasepsi IUD (KB Spiral) karena berdasarkan pengalaman, saya sempat takut dan ragu. Banyak browsing dan bertanya di forum serta konseling dengan Spog juga penting sehingga kita menjadi lebih aware dan bisa menyiapkan mental jauh-jauh hari. Pernah punya pengalaman juga nggak buibuk terkait IUD? Share yuk di kolom komentar yaa…πŸ‘‡

Sumber:



2 comments on "Mengenal Alat Kontrasepsi IUD (KB Spiral)"
  1. Saya belum pernah KB mba, sebelum punya anak, KB alami. Sekarang pengaman aja jadi ngga bisa share banyak dunia KB, makasih infonya ya jadi tau nihπŸ€—

    ReplyDelete
  2. Saya sampai sekarang mau pakai IUD maju mundur. Serem abisnya... Huhu

    ReplyDelete

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Back to Top