Find Me on Social Media

I Regret Some of My Parenting Decision

Friday, 14 December 2018


Kata orang yang namanya penyesalan itu datangnya terlambat. Emang dia nggak punya jam waker ya kok telat mulu datangnya? Lol

Namanya juga manusia guys, wajar lah kalo punya penyesalan. Meski mati-matian kita bawa dalam doa atau bahkan sampai meditasi saat mau mengambil sebuah keputusan. Sudah memikirkan plus minus dan konsekuensi dari setiap pilihan di depan mata. Tapi ya selalu ada aja celahnya untuk si penyesalan itu datang pada akhirnya.

Tapi jangan lah diratapi dan bersedih terlalu lama. Karena seperti roda yang berputar, kehidupan itu bergerak maju bukan mundur. Maka kita harus menjalani kehidupan yang saat ini, untuk menjadikan kehidupan mendatang baik dan benar. Meski terkadang semua itu meliputi juga kehidupan di masa lalu yang tak pernah luput dari kesalahan.

Like the old man said, mistake is the greatest teacher. You learn, you adapt and you anticipate not to make the same mistake.



Sebagai mama muda alias mahmud, tantangan terberat gue dalam parenting adalah MENGELOLA EMOSI. Kelihatan lah ya dari gaya bahasa dan beberapa tulisan di blog gue ini yang kebanyakan nge-rant emosi dan menclak-menclak. 


Meski sepak terjang sebagai orang tua ini baru 3.5 tahun gue jalani. Dalam kurun waktu singkat itu juga ada banyak sekali kesalahan yang berujung pada penyesalan. 


#NYESEL 01 - ANAK DIOPNAME TIGA HARI KARENA GTM DAN TUMGI  

Sungguh ya momen ini bikin jungkir balik banget. Waktu itu umur Leon baru 15 bulan, diawali nggak mau makan sama sekali. Hari ketiga nggak mau makan, badannya mulai nge-drop dengan gejala awal demam dan muntah-muntah. 

Gara-gara muntah terus jadi kena nursing strike, nggak mau menyusu sama sekali. Akhirnya karena takut dia dehidrasi dan kekurangan gizi karena nggak ada asupan makanan, kita memutuskan untuk opname aja.

Dengan diopname maka cairan infusnya akan ditambahkan nutrisi pengganti makanan supaya anaknya tetap stabil. Apalagi ternyata pas di cek darahnya kekurangan zat besi dan dikhawatirkan ada potensi Thalassemia.

15mo old Leonhart at hospital

Akhirnya sembari opname itu kita test darah macem-macem, untuk mengetahui lebih lanjut beneran Thalassemia atau nggak. Untungnya hasil test-nya NEGATIF! Kurang zat besinya bisa di treatment dengan obat penambah zat besi secara rutin.

Setelah tiga hari di opname, anaknya mulai mau makan dikit-dikit. Pas di cek ternyata giginya tumbuh DELAPAN. I m a g i n e.


Kenapa ini termasuk dalam momen penuh penyesalan dalam parenting? Sejujurnya gue merasa bersalah dan ngerasa ada andil dalam hal ini. Entah mungkin karena terlalu sibuk kerja sampe anak nggak keurus. Atau kurang telaten dalam menyuapi dan memberi variasi menu makanan. Semua rasa bersalah berkumpul jadi satu, merasa super gagal jadi ibu. 😭😭😭


#NYESEL 02 - ANAK NGGAK MAU MAKAN DIKASIH GADGET   

Ini berlangsung cukup lama loh, sekitar hampir satu tahun. Leon itu nggak mau makan sama sekali kalo nggak sambil nonton Youtube. Baru detoks gadget sekitar 7-8 bulan lalu, termotivasi tulisannya Kak Icha tentang Bebe yang Detoks Gadget. 

Baru benar-benar berhasil sejak masuk sekolah awal Juli 2018. Dimana kalo sekolah kan dia makan sama-sama teman sekelasnya. Tentunya nggak ada yang sambil nonton ya karena makannya di kelas.

Baca: Threenager Worst or Better

Sejak saat itu gue lebih strict sama aturan penggunaan gadget buat Leon. Cuma boleh nonton Youtube dan main games di hape atau tab pas weekend. Itu juga kalo udah selesai makan dan udah belajar atau bermain aktivitas.



So far sih udah cukup berhasil ya, nggak ada drama nangis merengek-rengek dan nggak mau makan kalo nggak nonton Youtube. Sekarang pun kalo udah mau selesai waktu main gadget-nya,  gue selalu hitung sampai 5. Dia akan kasih dengan sendirinya tanpa dipaksa. 


Karena gue selalu menekankan pokoknya boleh main gadget di weekend asal sudah makan dan belajar, sama kalo tab-nya dikumpulin nggak boleh pake nangis dan marah-marah.

Sekalinya dia marah saat mau diminta tab-nya, gue nggak akan kasih minggu depan dan seterusnya. Jadi Leon paham betul konsekuensinya kalo dia marah-marah karena urusan gadget.


Walau begitu, tetap menyesal lah kenapa nggak dari dulu mengajarkan strict kaya gini. Dulu pas fase GTM parah pasca opname itu, gue se-desperate itu. Asal dia mau makan deh, yang penting dia mau mangap deh jadi ada makanan yang masuk. Segala cara dihalalkan termasuk memberi gadget saat makan. WHAT A REGRETFUL DECISION 😓


#NYESEL 03 - NGGAK BISA SELALU MENEMPATKAN ANAK PADA PRIORITAS NOMOR SATU

Sebagai seorang ibu bekerja, tanggung jawab gue tentu bukan lagi HANYA pada keluarga. Tetapi tanggung jawab pada pekerjaan juga harus menyita prioritas. Terjadi beberapa hari yang lalu, dimana seharusnya tanggal 12 Desember di sekolah Leon ada hari apresiasi kepada Ibu dalam rangka Mother's Day.


Memang seharusnya Hari Ibu jatuh di tanggal 22 Desember. Tapi karena tanggal 22 itu sekolah udah libur, jadi acaranya dimajuin. Sialnya, di tanggal yang sama itu gue ada Assesment sehingga nggak bisa cuti. Sedih dan kecewa banget karena gue jadi merasa jahat sudah merampas hak anak untuk memberikan apresiasi ke mamanya.

Lebih jahat lagi gue akhirnya memboloskan dia di hari itu supaya nggak bingung kenapa cuma dia doang yang mamanya nggak hadir 😭

Saking sedihnya gue sampe nge-post di IG beberapa hari lalu. Ternyata begini toh rasanya, ketika pilihan antara anak dan pekerjaan berbenturan. Selama ini menjalankan peran ganda sebagai ibu dan pegawai kantoran, baru sekali ini ngerasain kecewa berat kaya gini 💔💔



💔💔💔

Dari sekian banyak penyesalan dalam hidup gue, penyesalan paling susah bikin move on itu kalo udah menyangkut anak. Selalu berhasil membuat gue patah semangat dan gagal sebagai seorang ibu. Tapi ya tetap harus belajar untuk merelakan dan melupakan, supaya kelak jangan sampai terulang.

Seperti bunyi quote di paling atas itu, lupakan si penyesalan jika tidak mau melewatkan kehidupan dan kesempatan. Karena hanya dengan begitu kita bisa menyusun masa depan. 

Kalian gimana nih? Ada penyesalan dalam hidup yang bikin susah move on juga nggak? Belajar untuk merelakan ya! Jangan terlarut dalam kesedihan dan penyesalan. There's always a rainbow after the rain 🌈🌈


5 comments on "I Regret Some of My Parenting Decision"
  1. Sebenarnya adanya penyesalan itu gak selalu buruk ya.. dengan kita menyesal, kita berusaha memperbaikinya. Kalo gak nyesel kan bodo amat.. hahha.. tapi emang gak tega ya kalo ngeliat buah hati tangannya dibalut-balut gtu.. 😭😭😭

    ReplyDelete
  2. Samaaa pernah ngerasa gitu juga 😭😭😭😭 tapi yang bikin bangkit lagi adalah bahwa memang ketika anak lahir, saya juga baru lahir sebagai orang tua. Jadi kita sama - sama masih belajar. Bedanya saya harus paham lebih cepat, memperbaiki kesalahan lebih cepat, karena saya lebih dewasa. Yang penting kita selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik ya mbak. Tetap semangat ❤️

    ReplyDelete
  3. Aduhhh soal anak GTM I feel youu T_T tapi sedih sih ya kalo anak sampe harus diopname, mana ternyata tumbuh gigi 8 biji!? Astagaaa kebayang banget sakitnya. Pantes nolak makan yaa, Leonn. Jadi ibu memang banyak guilty-nya. Kayak kasih anak gadget demi bisa nyelesain satu postingan aja rasa nyeselnya lama bener. Tapi musti move on juga, ya. Harus dipikirin gimana bisa balance antara kerjaan sama anak.

    Tetap semangaaaat, sistku! xoxo

    ReplyDelete
  4. Feel you bgt mak bagian yg berkaitan sm anak dan ibu bekerja. Pernah bgt ngrasain saat prioritas anak kegeser sm duedate kerjaan yg kdg gaj kompromi..

    ReplyDelete
  5. Wah penyesalannya mbak jadi pelajaran jg buat saya yang baru lima bulan jadi mahmud. Thanks for sharingnya mbak, jd dr sekarang sy harus antisipasi ya klu si anak mau tumgi.. apalagi ntar lagi juga udah mau MPASI

    ReplyDelete

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Back to Top