Find Me on Social Media

Sepenggal Cerita tentang Dotonbori, Osaka

Monday, 3 December 2018



Entah mengapa dari dulu kalo ditanya bagian mana Jepang yang ingin gue kunjungi. Gue selalu menjawab : OSAKA. Bukan Tokyo maupun Hokkaido, bukan Tokyo Disneysea atau Mount Fuji yang jadi daya tarik bagi gue. Tapi keindahan Perfektur Kansai selalu menjadi wishlist destinasi wisata. Mungkin ada kaitannya sama (lagi-lagi) Detective Conan, dimana gue lebih suka Heiji Hattori dibanding Shinichi Kudo. (High five? Lol)


Osaka ini merupakan ibu kota dari Perfektur Osaka, masih termasuk dalam bagian Perfektur Kansai. Terkenal sebagai negeri air karena memiliki jumlah sungai, kanal dan jembatan terbanyak di Jepang. Pusat kota Osaka terbagi menjadi dua, di sebelah Utara ada Umeda sedangkan di sebelah selatan ada Namba. Kedua pusat kota ini dihubungkan oleh jalan utama bernama Midosuji.

Nama “ Dotonbori “ ini menggambarkan Dotonbori Canal dan Dotonbori Street yang saling berdampingan. It is one of the most colorful areas in Osaka and an absolute must-visit location when traveling through Kansai region. (Source: https://www.osakastation.com/dotonbori-area-the-bright-heart-of-osaka/)




Nah, Dotonbori ini terletak di kawasan Namba. Kalo jarang dengar nama daerah Dotonbori ini, mungkin kalo lihat simbol Glico Man familiar? Billboard bergambar seorang atlet laki-laki dengan tangan diangkat ke atas dan seolah sedang berlari di atas marathon track berwarna biru merupakan ikon dari brand Glico yang melegenda. Pertama kali neon sign ini bertengger di Dotonbori pada tahun 1935.

Ikon khas Dotonbori ini sudah di renew sampai 6 kali loh. Terakhir kali di renew menggunakan LED pada tahun 2014.

Terus kenapa gue tertarik sih sama si Glico Man? Kalo mau jujur sih jawabnya ya cuma murni pengen aja foto dengan gaya yang sama di samping neon sign-nya ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Tapi selain si neon sign Glico Man ini, banyak tempat hiburan dan atraksi lainnya di Dotonbori. Daerah ini lebih terasa cantik dan romantis kalo dinikmati malam hari. 




Menyusuri sepanjang kanal Dotonboribashi Bridge sambil menikmati jajanan street food-nya. 

Bagi pecinta makanan, mengunjungi Osaka udah pasti dapat menjadi tempat penyaluran bakat yang baik. " Kuidaore " adalah istilah yang digunakan bagi para street food lovers, yang artinya adalah eat till you drop!



Kalo udah puas menikmati makanan sepanjang Dotonbori, jangan lupa mampir ke Ichibiran untuk beli souvenirs.



Menikmati suasana malam yang gemerlap di kanal dengan mengendarai Dotonbori River Cruise ๐Ÿ˜๐Ÿ˜



Ahhhh..kapan ya wishlist ini bisa kesampaian? ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ
Gimana? Jadi tau kan cerita di balik Dotonbori, kota legendaris yang dikelilingi kanal cantik se-Osaka! Doain ya gue bisa kesampaian foto di samping Glico Man....๐Ÿ˜†

8 comments on "Sepenggal Cerita tentang Dotonbori, Osaka"
  1. Saat baca tulisan awal, "perfektur kansai", langsung kebayang Heiji... kalimat sebenernya, bener ajaaa.. wkwkwkwk..

    wah menarik juga ya, lampu neon2nya pasti cantik dan bagus untuk difoto

    ReplyDelete
  2. Waa... mau banget tuh wisata kuliner di Osaka. Jadi ngiler, nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak kuliner enak di sana mbaa..ngeceees saya jg bayanginnya

      Delete
  3. Ternyata bukan cuma aku doang yang lebih suka Heiji dibanding Kudo huahahaha

    Btw, Dotonbori must visit apalagi untuk pecinta kuliner, spesifiknya takoyaki dan okonomiyaki. Katanya Osaka megang banget untuk dua jenis makanan tersebut. Entah sugesti atau apa, emang beda sih makan takoyaki di Tokyo dan Osaka. Guritanya itu lho endut pisan, hahaha.

    Mudah-mudahan cepat terwujud yaa mimpi ke Osaka! Aminnnn :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhh ngeces bayanginnya euy takoyaki yg dinikmatin lgs di Osaka๐Ÿคค๐Ÿคค Aminnnn semoga bisa terwujud

      Delete
  4. Aku udah ke Osaka tahun lalu, tapi keselnya malah miss banget karena nggak foto sama ikon Glico itu! Hhh adikku yang ngeh sama billboard itu malah foto sendiri sembari aku belanja di Dotonbori.

    Street food Dotonbori emang luar biasa! Aku malah lebih demen makanan di sini ketimbang makanan-makanan di Tokyo karena lebih beragam pilihannya. Dan Dotonbori memang bagusnya dikunjungi malam sih karena lampu-lampu neonnya (kayak Shibuya juga), meski ramenya pasti bakal ampun-ampunan. Sayangnya aku waktu itu ke sananya pas siang ke sore, jadi kurang nampol.

    Semoga impiannya tercapai kak! Tiket ke Jepang kan lagi sering promo tuh, hihi (AirAsi*, ehem). Anyways, aku #TeamShinichi!!! Hahaha

    ReplyDelete
  5. ini jangan-jangan pingin ke Osaka gara-gara Heiji juga nih. wkwkwk..

    ReplyDelete

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Back to Top