Find Me on Social Media

Happiness is Not Instant - You Gotta Work For It!

Tuesday, 18 December 2018
Happiness is not instant


They say a person needs just three things to be truly happy in this world: someone to love, something to do, and something to hope for.


Kebahagiaan itu bukan suatu akhir, tapi suatu proses yang harus dijalankan. Terkadang dalam prosesnya kita harus berhadapan dengan kegagalan dan ketidakbahagiaan. You can't be truly happy unless you're unhappy sometimes.

So I believe, that happiness is not instant. Butuh perjuangan dan pengorbanan untuk bisa mendapatkan kebahagiaan itu sendiri. Bahagia melihat anak tumbuh kembang dengan sehat dan pintar, perjuangan kita sebagai ibu dalam merawat dan mendidiknya lah yang bikin bahagia itu menjadi sempurna.

Di balik perjuangan itu sendiri, ada kita sebagai ibu yang pernah nangis saat anak GTM. Menahan amarah dan sedih campur aduk, sudah susah payah masak dan mencari variasi menu demi anak mau makan. Tetap ditolak kadang sampai piring kelempar dan semua berantakan di lantai.

But hey, look at that face now. Look at how he or she run like they're in a marathon line. Begitu sehat dan ceria hingga kita lupa semua hal yang pernah bikin emosi kita naik turun. Tiba-tiba hati rasanya nyessss, bahagia banget lihat perkembangannya.


Berbahagialah kamu yang nggak pernah merasa kesusahan dalam menemukan bahagia dalam hidupmu. Tapi di luar sana, ada begitu banyak orang yang masih bertanya-tanya. How can I find my happiness?

💛LOW EXPECTATION

Jangan pernah ngarep terlalu tinggi, selalu persiapkan diri dalam situasi terburuk/worst case scenario. Jadi secara mental, kita lebih siap kalo sampai harus menghadapi kegagalan.

Contoh nyata dalam kehidupan gue sebagai seorang ibu adalah ketika toilet training. Target awal adalah sukses toilet training dan lepas diaper di usia maksimal 2.5 tahun. Tapi hingga Leon beranjak 3 tahun, sama sekali nggak ada progress. Dan hal ini udah gue antisipasi banget supaya nggak sampe mellow kalo nggak berhasil-berhasil.


Meski udah banyak komentar miring, kenapa anaknya masih full diaper dari pagi hingga malam. Kalo gue nggak prepare, bisa-bisa mental goyah banget. Bisa bikin gue malah jadi saklek dan terlalu nge-push ke anak. 

Tapi karena gue udah mempersiapkan kalo emang nggak berhasil ya udah lah. Tunggu dan lihat aja sampe umur berapa pun nggak masalah. Karena ya gue percaya setiap anak ada fasenya. Dan terbukti baru lulus toilet training di usia 3.5 tahun.


💛 DON'T COMPARE

Membandingkan diri kita sama orang lain bukan pilihan yang bijaksana shayyyy.. Inget banget gue perasaan burnout dan mental breakdown yang sempat menjalar beberapa waktu lalu, faktor terkampretnya ya ini nih. Selalu iri dengan kehidupan orang lain.

Ujung-ujungnya yang sakit mah gue juga, sampe vertigo berminggu-minggu. Saking merasa diri belum berhasil kaya orang-orang. Terlalu membandingkan dengan orang lain hingga lupa pada apa yang gue punya sekarang.


💛 BE GRATEFUL

Jangan lupa bersyukur dimulai dari hal sederhana. Bersyukur karena masih bisa menghirup udara, bisa berkumpul dengan keluarga, bisa mandi dan minum dengan air bersih juga bisa memiliki pekerjaan maupun kegiatan untuk mengisi hari-hari.

Tanpa semua hal mendasar itu mungkin kita masih jauh dari kata bahagia. Tapi dengan mensyukuri hal-hal sederhana kita jadi membuka diri untuk hal yang positif. Jiwa yang sehat adalah jiwa yang bisa selalu berpikiran positif.


💛 STOP WORRYING

Khawatir sih boleh aja, tapi kenali perbedaan antara takut dan berantisipasi. Takut berlebihan hingga menghambat kegiatan dan proses dalam kehidupan itu nggak baik. Tapi penuh perhitungan dan mampu mengantisipasi diri dari hal yang buruk justru kunci meraih kebahagiaan.

The same thing goes for, stop worrying about what other people think of you. Jalani aja kehidupan sebagai diri sendiri tanpa harus berkedok dan bertopeng. Menjadi diri sendiri seutuhnya tanpa takut di judge atau di nyinyir orang juga salah satu cara bahagia loh!

Karena buat apa dinilai orang baik dan sempurna padahal kamu harus meniru dan bersikap sebagai orang lain? Pasti nggak bahagia rasanya kan. 



💛 FIND THE FUN

Enjoy every little things and live at the moment. Jangan jadi orang yang bersungut-sungut dan selalu merasa hidup nggak adil. Nikmati aja pekerjaan maupun profesi yang kamu miliki, entah pekerja kantoran, enterpreneur, ibu rumah tangga maupun pelajar.

Happy people can enjoy and find their work as a fun thing to do. They don't pursue for fame or money but for their own satisfaction.

Mungkin kalo boleh gue rangkum, bekerja itu jangan dibawa pikiran. Tapi temukan sesuatu yang menyenangkan di balik semua kesemerawutan. Mungkin bisa sambil menjalankan hobi atau sampingan, sesuatu yang memang menjadi passion.

Baca: About Self Development

Dengan begitu semua hal menjadi seimbang dan bahagia itu menjadi akhir dari semua proses panjang yang kita lalui.

Ngomong gini mah gampang banget ya, padahal kalo dijalani susah juga. 😅😅

Tapi nggak apa-apa ditulis begini supaya menjadi reminder. Supaya nggak melupakan hal-hal mendasar ini. 

Here to sum up the post:

Happiness is when what you think, what you say, and what you do are in harmony.— Mahatma Gandhi
6 comments on "Happiness is Not Instant - You Gotta Work For It!"
  1. Low expectation ini sangat diperlukan dalam parenting ya. Terkadang saat kita terlalu nuntut, eh malah nggak kejadian, akhirnya emosi. Begitu kita coba lower our expectation, ngikutin anak maunya gimana, ehhh malah berbuah manis.

    Semangaaat and be happy always Mommy Leon!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa betul sekali, lower expectation bikin lebih waras dan legowo menerima kegagalan..thanks a lot mami josh..tetap semangat yaaa❤

      Delete
  2. Toilet training...huhuhuhu sukses bikin aku down mbak 😭😭
    Akhirnya nyerah meski anak udah usia 26 bulan sekarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huhuhu toilet training emang menguras jiwa raga banget dah..aku juga udah sampe level pasrah. Nanti akan ada waktunya si anak siap sendiri mbak

      Delete
  3. Don't Compare to Other ini juara. Seringkali kita bandingin diri sendiri njuk berakhir jadi sakit hati. hahaha.. kadang kita melihat keberhasilan orang lain itu sebagai intimidasi bukan inspirasi. Yang begini nie.. susah dijalani. Hahha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, melihat org berhasil malah jadi merasa rendah diri ya.. susah dijalani makanya harus ditulis berulang kali sbg reminder nih

      Delete

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Back to Top